Terjadi Sesuatu

Terjadi Sesuatu
Julia yang bodoh


__ADS_3

Setelah Julia pergi dari hotel, ia mencoba untuk menenangkan pikirannya. Julia duduk di sebuah taman yang tak jauh dari hotel itu. Tiba tiba Julia terdiam saat melihat Arga sedang duduk bersedih di taman itu. Perlahan Julia pun mendekati Arga.


" Ga "panggil Julia.


Saat Arga melihat Julia, dengan kesalnya ia langsung memalingkan wajahnya.


" Ngapain kamu kesini?" ucap Arga ketus.


Julia yakin kalau saat ini Arga sangat marah padanya.


" Ga, dengerin aku dulu, aku minta maaf sama kamu"


Arga hanya diam saja dan tak memperdulikan ucapannya Julia.


" Ga, aku sudah berusaha melupakan kamu, tapi aku sulit untuk itu, aku masih sayang sama kamu, dan aku tidak mau kita putus" ucap Julia sambil menundukan wajahnya.


" Kamu itu B* * * apa t* * *l sih, aku kan udah bilang kita putus, aku udah gak cinta lagi sama kamu" ucap Arga menegaskan.


Mata Julia sudah mulai berkaca kaca.


" Tapi Ga, aku masih ada rasa sama kamu"


Entah kenapa Arga menjadi marah pada Julia.


" Kamu pikir aku gak tau, kalau kamu itu mau menghancurkan hubunganku sama Tasya" ucap Arga sambil menaikan level suaranya.


Julia pun terdiam.


" Aku benci banget sama kamu Jul"


" Aku ngelakuin itu karna aku gak rela kamu berhubungan sama Tasya"


" Terserah kamu mau ngelakuin apa saja, aku gak peduli. Kamu mau cinta atau benci sekalipun aku sudah tidak perduli, semua itu sama sekali gak berarti buatku" ucap Arga.


Julia pun terdiam kecewa.


" Denger ya Jul, kamu itu adalah perempuan bodoh yang pernah jadi pacarku" ucap Arga tak punya hati.


Dengan kesalnya Julia langsung menampar Arga.

__ADS_1


" Tega banget kamu ngomong kaya gitu" ucap Julia kesal.


" Meskipun kamu merengek rengek padaku, aku tetap tidak akan kembali lagi sama kamu Julia" ucap Andre tegas.


Mereka malah berdebat dengan kemarahan dan emosi masing masing.


" Tarik semua kata kata itu, mulai saat ini aku janji aku akan lupain kamu, lupain cinta itu, aku udah gak sudi lagi lihat kamu apalagi menyebut nama kamu" ucap Julia tegas. Kini tekadnya sudah bulat untuk benar benar melupakan laki laki yang ada dihadapannya itu.


" Bagus kalau begitu, anggap saja kita tidak pernah saling mengenal"


" Aku janji, aku akan bikin kamu menyesal telah melakukan ini padaku. Dan aku gak akan biarin kamu bahagia bersama Tasya" ucap Julia sedikit mengancam.


" Karna perempuan seperti Tasya gak pantas dapetin cowok br* * * * *k kaya kamu" ucap Julia kembali.


Dengan kesalnya Arga sudah mengangkat tangannya untuk menampar Julia, namun tiba tiba Andre datang dan mencegah Arga yang mau menampar Julia. Arga terkejut dengan kedatangannya Andre, apalagi saat pergelangan tangannya di cengkram kuat oleh Andre. Julia pun ikut terkejut dengan kedatangannya Andre.


" Andre" ucap Julia lirih.


" Siapa kamu?" tanya Arga tak suka.


Dengan kesalnya Andre langsung menepiskan tangannya Arga dengan kasar. Hingga Arga menjadi marah.


" Heei, kau jangan pernah ikut campur urusanku, lagian kamu itu siapa?, kamu hanya orang asing bagiku, jadi kuperingatkan kamu jangan ikut campur dengan urusanku" ucap Arga dengan marahnya.


Arga menjadi semakin marah. Julia sudah menangis sedari tadi.


" Heh kamu itu mau jadi pahlawan kesiangan ya. Dengar ya aku gak pernah membuat masalah dengan perempuan ini" tunjuk Arga pada Julia.


" Dia yang datang sendiri padaku memintaku untuk kembali padanya" ucap Arga kembali.


Andre pun ikut menjadi marah.


" Dengar ya, kamu itu gak pantes buat Julia, Julia itu terlalu sempurna buatmu" ucap Andre tegas.


Andre pun langsung mengandengJulia pergi dari sana. Julia tidak menyangka kalau Andre akan membelanya di depan Arga. Mereka pun pergi menuju hotel.


Sesampainya disana, Julia masih tetap menangis. Perlahan Andre mendudukan Julia di sofa.


" Udah jangan menangis terus, masa kamu mau nangisin cowok br* * * * k kaya gitu"

__ADS_1


Seketika Julia langsung menatap pada Andre.


" Makasih ya Dre, kamu sudah membelaku" ucap Julia.


Andre mendekat lalu menatap Julia.


" Dengar ya Jul, jangan kamu percaya sama omongan laki laki seperti Arga"


" Termasuk kamu?" tanya Julia.


Andre menganguk. Tiba tiba Julia bersandar di pundaknya Andre. Andre pun mengelus ngelus rambut Julia agar dia merasa tenang.


" Aku kecewa banget sama si Arga itu, aku benci sama dia, dan bodohnya aku, aku masih sempat bilang kalau aku masih cinta sama dia setelah dia memutuskanku"


" Mudah mudahan kamu bisa cepat melupakan si Arga, dan cepat lagi mendapatkan gantinya, jangan bersedih lagi, karna besok kita akan melanjutkan perjalanan kita, sekarang fokuslah dengan pekerjaan" pinta Andre. Julia pun mengangguk sambil menyeka air matanya.


" Senyum dong" pinta Andre.


Julia pun tersenyum meskipun terpaksa. Julia pergi ke tempat tidurnya. Seketika Andre langsung terdiam dan entah memikirkan apa. Tiba tiba Andre langsung berdiri untuk pergi. Sebelum ia membuka pintu, ia menatap Julia yang sedang berbaring sambil menangis di tempat tidur. Setelah itu Andre pun keluar.


Saat Arga akan pergi dari taman itu, tiba tiba Andre datang, dan dengan kesalnya ia langsung memukul wajahnya Arga. Tentu saja Arga terkejut dan marah.


" Hei apa apaan ini" ucap Arga emosi.


Andre pun langsung memukul Arga kembali.


" Dengar ya br* * * * *k, jangan pernah kamu sakitin Julia lagi" ucap Andre sedikit mengancam. Hingga Arga menjadi marah.


" Hei sudah ku bilang kamu jangan ikut campur, emangnya apa hubunganmu sama Julia sampai kamu membelanya seperti ini" ucap Arga sambil menatap tajam pada Andre.


" Aku memang gak ada hubungan apa apa sama Julia, tapi aku peduli padanya" ucap Andre membela.


" Untuk apa kamu perduli dengannya, dia itu cuma cewek bodoh yang kerjanya cuma merengek rengek karna cinta"


Dengan kesalnya Andre memukul kembali Arga. Namun Arga juga membalas pukulannya Andre, hingga mereka berkelahi tanpa ada satu orang pun yang tau.


Mereka sama sama terluka dan babak belur. Namun akhirnya Arga tak bisa melawan Andre lagi karna kelelahan. Arga pun menyerah dengan sendirinya.


" Dengar ya br* * * * *k jangan pernah kamu ganggu Julia lagi, apa lagi menyakitinya. Karna Julia terlalu baik untuk kamu sakitin. Kamu inget kata kataku itu" ucap Andre dengan tegasnya.

__ADS_1


Dengan kesalnya Andre meninggalkan Arga yang sudah babak belur itu. Arga hanya diam saja sambil menahan rasa sakit karna pukulan yang Andre berikan.


Saat Andre pulang ke kamar hotel,ia terus memegangi wajahnya yang lebam. Andre pun mengompres wajahnya itu.


__ADS_2