Terjadi Sesuatu

Terjadi Sesuatu
Mana Andre?


__ADS_3

Masih dengan pak Surya dan pak Herman yang sedang membicarakan soal kabarnya tentang Dara.


" Saya juga mendengar ada pesawat jatuh di propinsi A, saya juga dengar kabar bencana alam itu. Tapi maaf, mengingat perjanjian kita dua minggu yang lalu tidak bisa di ganggu gugat" ucap pak Herman.


Pak Surya pun terdiam kecewa begitu juga dengan yang lain.


" Saya tau pak, apapun keputusannya pak Herman kami terima" ucap pak Surya pasrah.


" Sekali lagi saya minta maaf, perusahaan tabloid hitam putih akan saya tutup" ujar pak Herman kembali. Semua nampak terkejut dan kecewa, apalagi bu Luna yang sedari tadi terus menangis. Pak Herman pun memberikan dokumen dokumen penutupan perusahaan itu untuk di tanda tangani oleh pak Surya. Ketika Julia sampai di perusahaan tabloid itu, ia pun berlari masuk kearea pekarangan kantor untuk memasuki kantor itu. Lusi pun terkejut saat melihat sahabatnya itu dari jendela kaca.


" Julia" panggil Lusi.


Semua nampak terkejut saat Lusi memanggil Julia.


" Pak Julia sudah kembali, dia ada di luar pasti sebentar lagi dia kesini" ucap Lusi. Semua nampak senang mendengarnya, meskipun mereka belum tau Julia berhasil tidak mendapatkan berita tentang kehamilannya Dara.


Seketika Julia langsung masuk ke ruangan miting itu. Ia masih berdiri di ambang pintu. Semua nampak terkejut melihat kedatangannya Julia. kini penampilan Julia sudah acak acakan tak karuan sambil menangis.


" Julia" panggil mereka semua. Bu Luna langsung berlari memeluk Julia begitu pun dengan Lusi.


" Julia kau datang" ucap bu Luna sambil membelai wajahnya Julia.


" Jul, kamu baik baik saja" ucap Lusi panik.


" Julia mana Andre?" tanya bu Luna, Julia malah terisak. Hani terus saja tengok kanan tengok kiri untuk mencari Andre. Namun Andre tak muncul di hadapannya.


"Jul, Andre mana?" tanya Lusi. Seketika Julia langsung memeluk Lusi sambil terisak. Seketika Hani langsung melepaskan pelukan mereka dengan sedikit kesal.


" Andre mana?" tanya Hani.

__ADS_1


Julia hanya diam saja sambil menundukan kepalanya, tentu saja isak tangisnya terus saja menghiasi wajahnya yang nampak pucat itu. Karna Julia hanya diam saja, membuat Hani semakin marah padanya.


" Jul kamu dengar aku kan, di mana Andre sekarang?" tanya Hani kembali sambil menaikan level suaranya. Pak Surya dan bu Luna pun mendekati Julia.


" Julia" ucap bu Luna.


Julia langsung memeluk bu Luna.


" Kamu baik baik saja kan?" tanya bu Luna. Setelah melepaskan pelukannya, Julia pun memberikan handicam itu pada pak Surya.


" Kita berhasil" ucap Julia sambil berurai air mata. Pak Surya dan bu Luna pun tersenyum bahagia.


" Terima kasih Julia" ucap pak Surya sambil membelai lembut kepalanya Julia.


" Terima kasih Jul, tapi ibu mau tanya Andre mana?" tanya bu Luna. Julia langsung menundukan kepalanya sambil di iringi isak tangisnya. Semuanya menjadi cemas dan kebingungan dengan sikapnya Julia.


" Julia katakan apa yang terjadi sama Andre?" tanya bu Luna kembali. Julia hanya menangis dan langsung memeluk bu Luna kembali.


" Jadi pak Herman ini mantan tunangannya Dara, yang sampai saat ini masih berusaha untuk mendapatkan cintanya Dara" ucap Lusi hampir tak percaya. Pak Herman hanya diam saja.


" Jadi Dara Amelia itu sudah menikah secara diam diam untuk menjaga keselamatan suaminya dari perbuatan jahatnya pak Herman" ucap Hani. Pak Herman sudah nampak gelagapan dan tak tau harus berbuat apa.


" Dara juga bilang, kalau pak Herman sampai menyakiti suaminya dan menutup perusahaan ini, maka dia tidak akan segan segan untuk menyebut nama bapak di siaran televisi dan media media lain hingga membuat nama pak Herman jatuh di depan semua orang" ucap Julia sedikit mengancam. Pak Herman pun terkejut, ia hampir tak percaya dengan kebenarannya yang kini sudah terungkap.


" Bagaimana pak Herman?, anda masih mau menutup perusahaan kami?" tanya bu Luna. Pak Herman sudah menggeram kesal.


" Baiklah saya mengaku kalah, perusahaan ini tidak akan saya tutup" ucap pak Herman sambil berlalu pergi dan diikuti oleh sekertarisnya. Setelah pak Herman pergi, mereka pun bersorak gembira dan langsung berhambur memeluk Julia.


" Horeeee"

__ADS_1


Julia pun tersenyum melihat kebahagiaan mereka. Ada rasa bangga pada dirinya yang telah berhasil menyelamatkan perusahaan. Meskipun di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ada kesedihan yang teramat sangat saat ia menyadari dengan keadaannya Andre.


" Terima kasih Julia" ucap semuanya.


Setelah bersorak gembira, mereka pun mendudukan Julia di kursi miting itu untuk sesi tanya Jawab.


" Jul katakan apa yang terjadi, kenapa Andre tidak pulang bersamamu?" tanya pak Surya, Julia langsung menangis kembali.


" Sekarang Andre di mana?" tanya Hani tak sabar.


" Maafin saya, Andre,"


" Andre kenapa Jul, apa dia baik baik saja?" tanya Wisnu sedikit cemas.


" Jul, tolong ceritakan semuanya" pinta Lusi sambil mengelus pundaknya Julia yang sedari tadi terus terisak.


" Saat wawancara Dara selesai, di perjalanan terjadi bencana alam, yang sama sekali kami tidak tau, gunung di sana meletus, batu batuan itu berjatuhan di daerah yang kami lewati, hingga tiba tiba kaki Andre terluka karna tertimpa batu batuan dari letusan gunung itu" tutur Julia. Semua nampak terkejut.


" Aku sudah berusaha menolongnya, namun semua sia sia, kakinya Andre terluka parah hingga ia tidak bisa berjalan, bahkan bangun pun tidak bisa. Karna keadaannya yang tidak memungkinkan, Andre malah menyuruhku pergi. Awalnya aku tidak mau, karna aku tidak mungkin meninggalkannya di tempat itu, namun dia memaksaku untuk pergi dari sana demi menyelamatkan perusahaan. Saat itu keadaan disana tidak memungkinkan, letusan gunung itu menghancurkan semuanya. Dengan terpaksa aku pun meninggalkan Andre di sana, setelah itu aku tidak tau lagi tentang kabarnya Andre" tutur Julia. Semua nampak terkejut dengan ceritanya Julia.


Tiba tiba Hani dengan marahnya menggebrak meja di hadapan mereka.


" Tega ya kamu Jul, tega kamu meninggalkan Andre dengan keadaannya yang sedang terluka. Dasar kamu egois Jul" ucap Hani sedikit berteriak. Dengan kesalnya Hani pun langsung pergi dari ruangan itu.


" Maafkan aku, aku sudah berusaha menolong Andre. Waktunya benar benar tidak memungkinkan, sedikit saja aku terlambat pergi, kita bisa celaka disana, dan jika aku dan Andre celaka semua, nanti siapa yang akan menyelamatkan perusahaan. Tidak ada maksudku untuk meninggalkan Andre disana" ucap Julia sambil kembali terisak.


" Jadi maksud kamu Andre meninggal?" tanya Wisnu sedikit panik.


" Aku tidak tau" ucap Juia sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Ini musibah, dan kita tidak bisa saling menyalahkan, kita do'akan saja mudah mudahan Andre selamat dalam bencana itu.


" Jul, Sebaiknya kamu pulang, keluarga kamu sangat mencemaskanmu, kamu pun harus beristirahat" ucap Lusi. Julia pun menganggukan kepalanya.


__ADS_2