Terjadi Sesuatu

Terjadi Sesuatu
Histeris


__ADS_3

Saat Andre dan Julia ikut berkumpul dengan yang lainnya, Julia tiba tiba histeris melihat para penumpang yang lain terluka. Julia langsung memejamkan matanya karna tak kuat melihat darah. Ada dari sebagian penumpang yang terluka hingga berdarah, beruntunglah Andre dan Julia tidak terluka.


" Jangan takut" ucap Andre menenangkan.


" Aku gak tega melihat mereka Dre, aku takut" ucap Julia, tubuhnya sedikit bergetar menahan rasa takut dan cemas. Seketika itu pula Andre mengajak Julia untuk sedikit menjauh dari penumpang yang lain. Mereka pun duduk karna merasa kelelahan. Julia hanya diam saja sambil meratapi nasibnya sekarang. Pikirannya melayang layang entah kemana.


" Dre, kenapa nasib kita jadi seperti ini, bagaimana dengan perjalanan kita, apa kita mampu melanjutkan perjalanan, barang barangku sudah hanyut terbawa ombak, bagaimana kita akan memberi kabar ke Jakarta" tutur Julia.


Andre pun terdiam sambil menggelengkan kepalanya, ia juga merasa bingung harus bagaimana, karna tak mungkin ia harus kembali ke Jakarta tanpa hasil. Tiba tiba Andre melihat tangan Julia yang terluka akibat goresan karang saat ia tenggelam. Seketika ia langsung mengambil sapu tangannya dan melilitkannya ke tangan Julia yang terluka. Julia pun tersenyum.


" Makasih Dre" ucap Julia tersenyum.


" Kau tunggu sebentar ya aku akan mencari bantuan" ucap Andre sambil berlalu meninggalkan Julia.


Sementara dengan mereka yang berada di Jakarta, mereka menonton jatuhnya pesawat di berita televisi.


Mereka nampak terkejut saat mengetahui kalau ada pesawat yang jatuh di daerah yang kini Julia tuju. Pesawat yang terjatuh di permukaan laut, namun mereka belum tau kalau pesawat itu adalah pesawat yang di tumpangi Andre dan Julia.


" Ya ampun mudah mudahan itu bukan pesawat yang di tumpangi oleh Julia dan Andre" ucap Lusi penuh harap.


" Ya jelas bukanlah, Andre dan Julia kan menaiki pesawat 2 hari yang lalu " imbuh Hani santai.


" Apa kamu gak denger tadi, tidak ada penerbangan pesawat dua hari yang lalu. Penerbangannya di tunda karna cuacanya buruk" tutur Lusi. Hani pun terkejut kebingungan.


" Ini gak mungkin" ucap Wisnu tak percaya. Tiba tiba mereka pun ikut terkejut melihat daftar para penumpang itu tertera nama Andre dan Julia. Hani pun syok dan langsung pingsan.

__ADS_1


" Julia gimana sama keadaan kamu" gumam Lusi cemas.


Pak Surya dan bu Luna yang melihat siaran itu pun ikut terkejut. Mereka nampak kebingungan. Tiba tiba bu Luna menangis.


" Julia Andre," ucap bu Luna khawatir"


" Pah gimana sama keadaan mereka?" tanya bu Luna. Ia nampak kebingungan dan takut terjadi sesuatu dengan kedua karyawannya itu. Pak surya pun terdiam cemas. begitu pun dengan keadaan di rumahnya Julia. Bayu dan lvan pun terkejut mendengar jatuh nya sebuah pesawat yang di tumpangi oleh Julia.


" Julia, gimana ini Van, pesawat yang jatuh itu adalah pesawat yang di tumpangi Julia dan Andre" ucap Bayu sedikit histeris. Tiba yiba bu Ratih terkejut mendengar dan melihat di berita televisi tentang jatuhnya pesawat itu. Seketika itu pula bu Ratih langsung pingsan. Ivan dan Bayu pun terkejut melihat mamanya pingsan.


" Mah" teriak lvan dan Bayu panik melihat mamanya pingsan.


" Bay, bawa mama ke kamar, biar aku hubungi Julia" pinta lvan. Bayu pun mengangguk dan langsung membawa mamanya kedalam kamar. Ketika lvan menghubungi Julia, namun no nya tidak bisa di hubungi, karna hp dan barang barangnya Julia hanyut terbawa ombak, kecuali buku diarinya yang ia simpan dalam jaketnya. lvan pun kebingungan dan khawatir dengan kondisi adik bungsunya itu, ya meskipun ia sering meledek dan menggodanya namun lvan sangat menyayangi adiknya itu.


" Julia kenapa kamu gak bisa di hubungi, apa kamu baik baik saja di sana" gumam Ivan.


Bayu dan lvan pun semakin cemas dan khawatir.


Sementara dengan Andre, ia pun mendekati Julia sambil membawa sedikit minuman yang ia minta pada penumpang lain. Tiba tiba hanponnya berbunyi di dalam tas kecilnya yang ia simpan di sebelah Julia. untung saja di pulau itu masih ada sinyal. Julia terkejut, ia langsung membuka tasnya Andre dan menerima panggilan dari Lusi di Jakarta.


" Hallo Lusi" ucap Julia sedikit panik dan senang bisa menghubungi dengan yang ada di Jakarta. Lusi yang terkejut mendengar suara Julia.


" Julia" panggil Lusi sedikit berteriak. Seketika itu pula Hani, Wisnu, pak Surya dan bu Luna pun mendekati Lusi karna Lusi berhasil menghubungi mereka.


" Julia kamu baik baik aja kan?, sekarang kalian ada diman" tanya Lusi cemas.

__ADS_1


" Lusi aku takut, aku gak tau ada dimana, pesawatnya jatuh Lus" terdengar tangisan Julia membuat yang ada di Jakarta nampak ketakutan dengan keadaan mereka. Seketika Andre mendekati Julia ketika ia tau ada telpon dari Jakarta. Namun tiba tiba Julia menjerit dan menjatuhkan henponnya secara tiba tiba. Andre yang melihatpun nampak terkejut melihat hanponnya terjatuh. Dan yang ada di Jakarta menjadi keheranan karna sambungan dengan Julia langsung mati.


" Hallo Julia, Julia kamu kenapa" ucap Lusi sedikit berteriak pada hanponnya.


" Julia"


Bu Luna langsung menangis, tiba tiba ia terjatuh pingsan.


Hanponnya Andre pun terjatuh hingga hancur dan akhirnya rusak. Andre pun sedikit kesal pada Julia.


" Julia kenapa kamu menjatuhkan hanponnya, itu adalah satu satunya alat yang bisa mengirim kabar ke Jakarta" ucap Andre kesal.


Julia langsung mendekap pada Andre sambil memejamkan matanya karna takut. Ia pun menangis di dalam dekapannya Andre sambil menunjuk ke arah belakang. Andre pun terdiam saat melihat seorang penumpang yang kakinya terluka hingga berdarah darah sambil menangis minta pertolongan.


" Aku takut Dre" ucap Julia sambil sesegukan. Seketika Andre langsung memeluk Julia agar membuatnya tenang.


" Dre bawa aku menjauh dari sini" pinta Julia. Andre pun menggandeng Julia pergi lebih menjauh dari penumpang penumpang yang lain. Julia pun duduk di sebuah akar pohon, tanah yang kini Julia pijak datarannya lebih tinggi dari dataran sebelumnya, sedikit saja Julia terpeleset, maka ia akan terjatuh ke bawah.


"Jul, kamu diem dulu disini, aku mau cari bantuan sebentar, kamu jangan kemana mana" pinta Andre.


" Jangan lama lama Dre aku takut" ucap Julia.


Andre pun mengangguk dan langsung pergi. Saat Julia sendirian, ia pun berdiri, namun tiba tiba buku diari yang ada di saku jaketnya terjatuh dan tersangkut di akar pohon, Julia pun terkejut, ia mencoba untuk mengambil buku itu, namun sangat sulit untuk menggapainya, namun Julia terus berusaha, karna diari itu adalah kenangan pemberian terakhir papaanya. Julia merentangkan tangannya ke bawah untuk menggapai buku itu. Ketika ia berhasil meraih buku itu, Julia pun tersenyum, namun tiba tiba ia terjatuh karna kakinya tersangkut sebuah akar. Seketika Julia menjerit, kini ia sedang bergelantungan sambil memegang erat akar pohon itu. Ia berdoa semoga ada yang menolongnya, karna Andre tak kunjung kunjung datang.


" Tolong, Andre tolong aku" teriak Julia.

__ADS_1


__ADS_2