Terjadi Sesuatu

Terjadi Sesuatu
Menggantikan


__ADS_3

Sementara dengan pak Surya yang sedang kebingungan di kantornya, ia berkali kali mengusap kasar wajahnya. Pikirannya kacau dan ada rasa takut di hatinya. Tiba tiba bu Luna datang sambil membawa minum.


" Minum dulu pah biar pikirannya tenang" pinta bu Luna.


" Aku bingung mah, gimana sama nasib perusahaan kita, nasib karyawan kita dan nasib tabloid hitam putih" ucap pak Surya sedikit bingung. Bu Luna pun terdiam kebingungan, ia juga tidak tau harus berbuat apa untuk membantu suaminya itu.


" Kita serahkan semuanya sama yang diatas, semoga perjalanan besok ke kota x bisa berjalan lancar sesuai yang diharapkan" ucap bu Luna.


" Mudah mudahan saja, kita pulang sekarang, kepalaku pusing banget aku mau pulang, sekalian mau berkemas untuk persiapan besok, mama mau ikut aku pulang apa masih mau disini?" tanya pak Surya.


" Papa pulang saja duluan, mama masih ada kerjaan, nanti kalau mau pulang bisa pesan taxi" jawab bu Luna. Pak Surya pun mengangguk dan langsung pergi. Saat pak Surya sudah pergi, bu Luna pun menangis memikirkan masalah yang sama.


" lni gak boleh terjadi, perusahaan ini harus terus berjalan. Turun temurun keluargaku mengurus perusahaan ini, kenapa saat aku dan suamiku yang memimpin perusahaan ini, kita malah mendapatkan masalah berat seperti ini" ucap bu Luna.


Sementara dengan pak Surya yang sedang mengendarai mobil saat perjalanan pulang, ia terus memikirkan masalah dengan perusahaannya. pak Surya terus memikirkan perkataan pak Herman yang akan menutup perusahaan tabloidnya. Pak Surya semakin kebingungan saat mengingat pak Herman hanya memberi waktu 2 minggu.


"Apa yang harus aku lakukan untuk menyelamatkan perushaan ini, kota x itu sangat jauh dan luas, sementara Dara berada di sebuah kampung terpencil yang tidak banyak orang tau"


Pak Surya semakin pusing memikirkan masalahnya sampai ia tak berkonsentrasi dalam menyetir mobilnya. Hingga akhirnya pak Surya kecelakaan karna mobilnya menabrak sebuah pohon.


Ketika pak Surya kecelakaan,bu Luna sempat mendapatkan pirasat. la tak sengaja menjatuhkan gelas hingga pecah, membuat perasaannya resah dan khawatir.


" Pertanda apa ini" ucap bu Luna sambil membereskan pecahan gelas itu.


* * * * * *


Sementara dengan Julia yang sedang bersama Arga di sebuah taman, ia pun menceritakan tentang kepergiannya ke kota x besok.


" Besok aku ke kota x"


" Mau ngapain kesana?" tanya Arga sedikit tak percaya.


" Jadi gini, perusahaanku ada masalah, satu satunya cara untuk menyelamatkannya adalah dengan cara mengungkap kehamilannya Dara Amelia seorang artis papan atas. Dan sekarang Dara berada di kota x, sementara kami cuma di beri waktu 2 minggu" tutur Julia.


" Jadi kamu pergi ke kota x untuk mewawancarai Dara?" tanya Arga.


" Hmmm" ucap Julia sambil mengangguk.


" Ia dan aku perginya besok, kamu mau kan nganterin aku kebandara besok" ucap Julia penuh harap. Arga pun terdiam kebingungan


" Duh gimana ya, sebenarnya sih mau, cuma aku ada kerjaan yang gak bisa aku tinggalkan"


Julia mengerucutkan bibirnya saat tau Arga tidak bisa mengantarnya ke bandara. Julia benar benar kecewa dengan pacarnya itu.


" Jangan cemberut gitu dong, aku minta maaf, aku benar benar tidak bisa"

__ADS_1


" Kapan sih kamu mau menuruti kemauanku, sejak kita pacaran, belum pernah kita melewati malam indah berdua" ucap Julia sedikit kesal.


" ltukan salah kamu sendiri, kamu yang selama ini sibuk dengan pekerjaanmu, sampai kamu lupa kalau kamu sudah punya pacar." ucap Arga menegaskan.


" lya aku tau kalau aku sibuk dengan pekerjaanku, tapi giliran aku yang mau ketemu eh kamunya yang sibuk"


Tiba tiba Julia terkejut saat menatap jam tangannya yang menunjukan pukul 23:15.


" Ya ampun udah malem, aku pulang dulu ya, aku takut mama nyariin. Tapi beneran besok kamu gak bisa nganterin aku ke bandara?, sebentar juga ga apa apa ko" ucap Julia yang masih berharap Arga akan mau mengantarkannya besok.


" Ga bisa Jul, beneran gak bisa" ucap Arga menegaskan. Dengan kesalnya Julia pun pergi.


" Aku pulang" pamit Julia sambil cemberut.


Ketika Julia sampai di rumahnya, tiba tiba bu Ratih datang menghampirinya.


" Julia, kamu dari mana?, tadi ada yang nelpon, katanya pak Surya kecelakaan" ucap bu Ratih memberitau. Tentu saja Julia terkejut bukan main saat tau bosnya kecelakaan.


" Apaa, pak Surya kecelakaan?" Julia hampir saja tak percaya.


" Mah aku pergi ke rumah sakit dulu" ucap Julia sambil berlalu pergi. Tiba tiba Bayu datang.


" Jul kamu mau mas anterin gak kerumah sakit?" tanya Bayu sedikit berteriak karna Julia sudah berjalan jauh.


" Tidak usah mas aku sendiri saja" jawab Julia sedikit berteriak juga.


Julia pun bergegas kerumah sakit dengan mengendarai mobilnya sendiri. Ketika sampai di rumah sakit, Julia pun bertemu dengan Lusi yang kebetulan baru datang juga.


" Lusi"


" Julia, kamu baru datang juga?"


" Hmm, aku baru tau tadi, emang kejadiannya gimana sih ?" tanya Julia.


"Aku juga gak tau, aku dikasih tau Hani, kalau pak Surya kecelakaan"


Ketika mereka sampai di depan ruangannya pak Surya, disana sudah ada bu Luna, Wisnu, Andre dan Hani. Mereka sedang menunggu di depan ruangannya pak Surya. Bu Luna terus saja menangis.


" Gimana keadaan pak Surya? " tanya Lusi cemas. Julia pun mendekati bu Luna yang sedang menangis.


" Bu"


Bu Luna langsung memeluk Julia.


" Julia"

__ADS_1


" Sabar ya bu" ucap Julia sambil mengelus ngelus pundaknya bu Luna.


Tiba tiba dokter keluar dari ruangannya pak Surya. Seketika bu Luna langsung mendekati dokter itu.


" Dokter, gimana keadaan suami saya?" tanya bu Luna cemas.


" Ada beberapa luka di tubuhnya, tapi tidak begitu serius, namun pasien butuh istirahat dalam beberapa minggu kedepan" tutur sang dokter. Bu Luna pun terdiam kebingungan


" Kami boleh melihatnya dok?"


" Tentu saja"


Mereka pun langsung masuk keruangannya pak Surya. Sementara pak Surya belum sadarkan diri.


" Bu Luna yang sabar ya, mudah mudahan pak Surya cepat sembuh" ucap Hani.


Setelah melihat keadaannya pak Surya, mereka pun keluar kecuali bu Luna. Semua nampak kebingungan.


" Keadaan pak Surya tidak memungkinkan, gimana dengan perjalanan ke kota x, apalagi kita cuma di beri waktu 2 minggu saja, bagai mana dengan nasib kerjaan kita?" ucap Wisnu sedikit prustasi.


" Aku gak mungkin pergi srndirian ke kota x" batin Julia.


Tiba tiba bu Luna keluar dan langsung memanggil Julia dan Andre.


" Julia, Andre, kalian bisa masuk sebentar" pinta bu Luna. Julia dan Andre pun masuk keruangannya pak Surya. Kini pak Surya sudah sadar.


" Duduk Jul, Dre"


Julia dan Andre duduk di hadapannya pak Surya.


" Julia, Andre, maafkan saya, dengan kejadian seperti ini, saya tidak bisa menemani Julia pergi ke kota x, tapi saya mohon tolong selamatkan perusahaan tabloid hitam putih.


" Kami akan berusaha pak" ucap Julia.


" Dre, saya minta kamu menggantikan saya pergi ke kota x menemani Julia" pinta pak Surya penuh harap. Andre pun terdiam, Sementara Julia ia nampak tak setuju jika Andre akan menemaninya pergi ke kota x.


" Kamu mau kan Dre, demi perusahaan kita"


Andre pun mengangguk, membuat Julia sedikit kesal.


" Baik pak, saya akan pergi ke kota x bersama Julia besok" ucap Andre tegas.


" la pak kami janji akan mengungkap kehamilannya Dara Amelia"


" Terima kasih, saya sangat berharap, dan saya juga sangat percaya dengan kalian. Jangan sampai perusahaan kita di tutup"

__ADS_1


" Kami janji pak, kami tidak akan membiarkan perusahaan kita di tutup, demi kita semua"


__ADS_2