Terjadi Sesuatu

Terjadi Sesuatu
Perjalanan pulang


__ADS_3

Masih dengan Andre dan Julia yang masih di daerah itu. Julia terus saja menangis, ia tak tega kalau harus meninggalkan Andre, apalagi Andre dengan keadaan terluka seperti itu.


" Pergilah" pinta Andre penuh harap sambil memberikan handicam dan sisa uang pemberian bu Luna pada Julia.


Sementara salah satu orang yang berada di mobil truk penyelamat itu sudah mengacungkan satu jarinya, pertanda hanya satu orang lagi yang bisa naik.


" Ayo Jul, tinggal satu orang lagi. Jangan hiraukan aku, kau selamatkan para karyawan di perusahaan kita" ucap Andre. Dengan terpaksa Julia pun pergi meninggalkan Andre. Sambil berjalan ia terus menengokan wajahnya ke belakang menatap rekan kerjanya itu. Air mata sudah membanjiri pelupuk matanya. Julia begitu sangat berat meninggalkan Andre, ia terus saja menatapnya. Andre pun mengangguk ketika menatap Julia. Julia pun menaiki mobil itu. Isak tangisnya mengiringi kepergiannya. Di tatapnya Andre sedang tersenyum menatap kepergiannya.


" Selamat tinggal Dre, semoga kita bisa bertemu lagi. Kau adalah laki laki hebat yang pernah kukenal" batin Julia.


Perlahan mobil pun pergi meninggalkan daerah itu, lebih tepatnya meninggalkan Andre yang kini sedang terluka. Batu batuan gunung itu masih berjatuhan di daerah itu. Andre menatap diari Julia yang tergeletak dekat kakinya. Andre langsung mengambilnya saat ia mau memperlihatkannya pada Julia, ternyata mobil itu sudah melaju jauh. Andre hanya bisa diam sambil menatap kepergian Julia.


" Semoga kita bisa bertemu lagi Jul"


Tiba tiba Andre terdiam melihat sebuah helikopter yang sedang terbang tidak jauh dari posisinya.


Sesampainya di terminal, Julia pun menaiki bus. Julia hanya diam bersedih, ia terus menatap pintu dan berharap Andre akan datang menyusulnya untuk pulang ke Jakarta. Setelah perjalanan kembali di laluinya tanpa Andre, ia terus menatap kursi yang ada di sampingnya karna biasanya Andre lah yang suka duduk di sebelahnya saat melakukan perjalanan. Beberapa orang penduduk itu menangis karna terluka dan terpisah dengan keluarganya. Julia pun menangis memikirkan Andre.


" Dre gimana nasib kamu sekarang" batin Julia.


Di mobil ia hanya diam dan tak bersuara hanya air matalah yang menghiasi wajahnya. Ia teringat saat Andre membelanya didepan Arga, saat Andre menolongnya, dan saat saat ia bersamanya dari awal perjalanan hingga ia harus terpaksa meninggalkannya.


"Dre, kamu telah merubah perasaanku. Merubah rasa benciku menjadi sesuatu. Dan kamu juga telah membuatku menjadi satu satunya orang yang paling bodoh, tapi kamu telah membangkitkan aku dari keterpurukan. Kamu baik Dre, bahkan sangat baik, dan sekarang aku merasa kehilanganmu. Semoga kamu baik baik saja, semoga kita bisa bertemu lagi"


Sepanjang perjalanan Julia terus memikirkan rekan kerjanya itu. Setelah turun dari bus Julia pun melanjutkan perjalanan menaiki kapal laut, karna sisa uang untuk perjalanannya tinggal sedikit, hingga dengan terpaksa ia menaiki kapal laut, meskipun perjalanannya memakan waktu berhari hari, Julia hanya berdo'a semoga ia tepat waktu sampai di Jakarta nanti.

__ADS_1


* * * * * *


Dua minggupun berlalu. Kini waktu yang diberikan pak Herman sudah habis. Dan kini waktunya pak Herman menagih janjinya pada pak Surya. Semua sudah berkumpul di ruang miting. Semua nampak cemas dan tidak tau harus berbuat apa. Waktu yang di berikan telah kunjung usai namun Andre dan Julia belum datang membawa berita, bahkan kabar dan keadaan Andre dan Julia pun belum di ketahui. Mereka semua nampak bingung, bahkan bu Luna sudah meneteskan air matanya.


" Bagaimana dengan nasib perusahaan kita, 2 minggu waktu yang diberikan pak Herman sudah terlewati. Sementara Andre dan Julia belum datang membawa berita" ucap Wisnu.


" Untuk sekarang aku tidak perduli dengan berita itu, aku lebih memikirkan keselamatannya Andre dan Julia yang sampai saat ini keadaan mereka belum diketahui, apa mereka selamat dengan kecelakaan pesawat itu, atau mereka terjebak dengan bencana alam di daerah itu" tutur Lusi yang kini ikut menangis.


Hani pun menangis memikirkan nasibnya Andre. Tentu saja kalau Andre tidak selamat, maka cintanya akan kandas begitu saja. Pak Surya begitu nampak kebingungan, ia nampak pasrah dengan keadaan yang menimpa perusahaannya.


" Batas waktu yang diberikan pak Herman sudah habis, tapi Andre dan Julia belum kembali. Saya telah gagal memimpin perusahaan ini, bahkan saya telah mengorbankan wartawan terbaik saya" tutur pak Surya. Tiba tiba resepsionis menelpon pak Surya.


" Hallo pak, maaf di depan ada pak Herman ingin bertemu dengan bapak" ucap sang resepsionis. Pak Surya langsung terdiam, wajahnya berubah pucat begitu saja.


" Baik pak" jawab resepsionis.


Setelah sambungan telpon terputus, wajah pak Surya nampak kusut, bu Luna sudah terisak dari tadi.


"Gimana ini pah?, kita sudah banyak berkorban demi perusahaan ini, bahkan kita sudah mengorbankan wartawan terbaik kita, yang sampai saat ini entah gimana kabarnya.


" Maafkan aku mah, aku tidak bisa mempertahankan perusahaan kita" ucap pak Surya. Semua nampak cemas memperhatikan bosnya itu.


" Kalian tidak perlu khawatir" ucap pak Surya pada mereka.


" Kita do'akan semoga perusahaan kita akan baik baik saja dan tidak akan di tutup apapun yang terjadi" ucap Lusi penuh harap. Pak Surya pun tersenyum mencoba kuat di hadapan mereka.

__ADS_1


Tidak lama kemudian resepsoonis itu mengantarkan pa Herman dan sekertarisnya keruangan itu.


" Selamat siang" sapa pak Herman.


" Siang" jawab semuanya.


Mereka semua merasa deg degan dan khawatir di sertai kecemasan setengah mati dengan keputusan yang akan diambil oleh pak Herman.


" Bagaimana dengan perjanjian kita, mana dari hasil mewawancarai Dara, apa kalian berhasil mendapatkan kabar tentang kehamilannya?" tanya pak Herman. Semua hanya diam saja. bu Luna sudah mencengkram jari jemarinya. Pak Surya nampak kebingungan.


Sementara itu dengan Julia yang baru sampai di salah satu terminal di Jakarta. Wajahnya nampak kusut penampilannya pun sudah acak acakan.


" Selamat datang Jakarta aku kembali"


Saat Julia sudah turun dari mobil, ia hanya diam saja sambil tengok kanan tengok kiri.


"Dre, seharusnya kamu ada disini, kita pulang sama sama dan membawa berita baik pada pak Surya bahwa kita telah berhasil" batin Julia. Julia pun mencari taxi untuk pergi ke kantornya.


Sementara dengan mereka yang kini sedang berhadapan dengan pak Herman.


" Saya sudah berusaha mendapatkan informasi tentang Dara, bahkan saya telah mengirim 2 wartawan terbaik saya ke pulau A di kota x, dimana Dara tinggal. Tapi sampai saat ini mereka belum kembali. Terakhir yang kami dengar mereka terjatuh dari kecelakaan pesawat" tutur pak Surya.


Pak Herman pun terdiam. Semua sudah berdo'a dalam hatinya masing masing.


" Mudah mudahan pak Herman bisa memaklumi keadaan disini, hingga ia membatalkan keputusannya untuk menutup perusahaan ini"

__ADS_1


__ADS_2