Terjerat Cinta Kupu-kupu Malam

Terjerat Cinta Kupu-kupu Malam
Bab 18


__ADS_3

“Apa dia akan sadar?” Zielle memandangi wajah kakaknya dari dekat.


“Tentu. Dia hanya sedikit syok.” Jawab Reynold.


“Aku tak mengira jika beritanya akan tersebar luas. Apa teman-teman di sekolahmu juga mengetahuinya? Apa mereka mengejekmu?” Reynold kini duduk di samping Zielle.


“Mereka tidak tahu. tetapi aku mengetahuinya dari facebook kakakku. Jujur saja aku menggunakan akun facebook kakak untuk memantau tindak-tanduknya saat itu. Kak Rey juga pasti tau kakak bagaimana sebelumnya.”


“Kau cerdas Zielle. Meski usiamu baru dua belas tahun tapi kau sudah sangat dewasa. Aku yakin kau mampu menjaga kakakmu dengan baik.” Reynold menatap wajah Zielle dengan kesungguhan.


“Tidak, aku tidak akan selamanya bersama kakak. Suatu hari, mungkin aku akan pergi ke kehidupanku sendiri dan di saat itu aku berharap kakakku sudah menemukan pria yang tepat. Pria yang akan menjaganya dan mencintainya setulus ayah mencintai kami.” Zielle balik menatap Reynold dengan tatapan yang dalam.


“Ya, ku harap begitu.” Reynold pun tertunduk.


Tak lama kemudian Elle sadar. Ia sempat mengira Reynold adalah Fredy.


“Fredy...” Ucap Elle dengan nada lirih.


“Ini aku Elle, Reynold.” Reynold mendekatkan wajahnya sedekat mungkin.


Elle kemudian benar-benar sadar.


“Lo!” Kening Elle berkerut. Nampaknya Elle tak suka jika Reynold berada di dekatnya.


“Jangan marah lagi Elle, aku minta maaf.” Ucap Reynold dengan penuh penyesalan.


“....” Elle hanya terdiam. Ia kemudian teringat akan kasus itu, hatinya mulai kembali gelisah.


“Mereka udah mengetahuinya, gue udah gak punya harga diri sama sekali. Lebih baik gue mati aja!” Elle kembali menangis.


“Cukup kak! Asal kakak tahu, kehidupan kakak, nyawa kakak jauh lebih penting daripada omongan mereka. Mereka boleh saja menilai, tapi mereka tidak tahu cerita yang sebenarnya. Jadi kakak harus belajar untuk tidak peduli dengan apa yang sudah terjadi. Kakak sudah janji sebelum ke sini bahwa kakak akan selalu ada untukku, menjagaku dan merawatku! Aku harap kakak menepatinya.” Zielle agak sedikit merasa bersalah karena harus berbicara seperti itu pada kakaknya. Tetapi jika tidak begitu kakaknya akan kembali stress dan histeris.


“....”Elle kembali diam.

__ADS_1


Di tengah lamunan itu Elle ingat sesuatu. Sebelum pingsan ia sempat melihat Fredy. Apa benar itu Fredy? Tapi bagaimana mungkin pria itu bisa ke sini? dari mana ia tahu lokasi Elle? dan untuk apa juga Fredy ke sini? bukankah ia sudah mencampakkan dan membuang Elle?


Tetapi hati Elle berkata lain. Jauh di dasar hatinya, ia percaya bahwa pria yang sempat menolongnya sebelum pingsan adalah Fredy. Kembali, ia terbersit rasa rindu akan sosok pria itu. Elle jadi tak mampu mengendalikan dirinya. Elle bangun dari temoat tidur dengan spontan dan berjalan ke luar kamar dengan cepat.


“Elle, kau mau kemana?” Melihat tindakan Elle yang spontan Reynold kaget dan tak habis pikir.


“Kakak!” Zielle mencoba mengejar. Reynold juga ikut.


“Elle!” Reynold berhasil menghentikan Elle.


“Kau mau kemana?” Tanya Reynold.


“gue mau menemui Fredy.” Ucap Elle singkat.


“Apa?” Zielle yang sudah mengetahui tentang hubungan Elle dan Fredy jadi ikut kaget.


“Elle, kau jangan bercanda. Ini sudah malam. untuk apa kau mendatangi pria yang sudah menyakiti dan mencampakkanmu Elle?” Reynold merasa Elle sudah kehilangan akal.


“gue bilang gue mau menemuinya! Gue tahu dia tadi ke sini!” Ucap Elle dengan ngotot.


“Ya! gue emang udah gila! Tapi sebelum gue pergi gue pengen lo jawab pertanyaan gue dengan jujur! Apa benar tadi, sebelum gue pingsan, Fredy datang ke sini dan nemui gue?” Elle dengan serius menatap kedua bola mata Reynold. Karena jika Reynold berbohong, Elle akan tahu dari bola matanya.


“Ya... dia tadi ke sini.” Ucap Reynold dengan hati yang sedikit teriris.


“udah ketebak. Gue harus pergi menemuinya sekarang.” Elle kembali berjalan.


“Elle! berhenti! Kau tidak bisa menemuinya.” Reynold bersikeras.


“gue gak peduli. Gue udah gak punya apapun, bahkan gue gak punya harga diri, jadi apa yang harus gue cemasin?” Elle kekeuh dengan kemauannya.


“Baiklah, kalau kau memang sangat ingin menemui pria itu, biar aku antar. Zielle, kau tunggu di sini. kami akan segera kembali.”


“Bb—baik kak.” Jawab Zielle dengan sedikit cemas dan bingung.

__ADS_1


Reynold pun berjalan menghampiri Elle.


Mereka akhirnya bernagkat bersama dengan mengendarai motor Reynold. Elle duduk di belakang Reynodl dengan hati yang campur aduk. tatapannya masih kosong. tidak sedikitpun aura kebahagiaan yang terlihat di wajah Elle. sebaliknya, aura kesedihan tampak begitu pekat menutupi wajah gadis cantik itu.


Mereka pun tiba di kediaman keluarga Danuarta. Begitu mereka sampai di pagar, mereka sama-sama dibuat heran. Ada banyak orang di rumah itu. Bahkan seluruh pagar yang mengelilingi rumah dijaga oleh beberapa security. Setelah turun dari motor, Elle tanpa berpikir apapun sebelumnya langsung menyelonong hendak masuk ke dalam. Usahanya berhasil digagalkan security.


“Eeeeh, anda mau kemana?” Security menghentikan Elle.


Melihat Elle yang tampak linglung dan sedang dicegah oleh security, Reynold langsung menghampiri Elle.


“Maafkan atas kelancangan teman saya Pak. Saya dan teman saya adalah temannya Tuan Fredy danuarta. Teman kampusnya, kami bermaksud ingin menemui Tuan Fredy, apa Tuan Fredy ada di dalam?” Tanya Reynold.


Security itu tampak ragu dengan perkataan Reynold. Melihat penampilan mereka berdua, mereka tak menggambarkan sebagai ‘teman Tuan Fredy’.


“Aku agak sedikit ragu jika kalian adalah temannya Tuan Muda. Tapi, sudahlah. Ada kepentingan apa kalian ingin menemui Tuan muda? Jika itu tidak penting maka lebih baik kalian pergi sekarang. Lagi pula kalian tidak bisa masuk dan menemui Tuan Muda jika tidak membawa undangan.” Ucap Security.


“Undangan?” Reynold tampak bingung.


“Ya, undangan pernikahan. Malam ini Tuan muda tengah mengadakan pesta pernikahannya dengan Nona besar dari keluarga Tanuwijaya. Jadi, jika kalian hanya ingin mengacaukan pesta, lebih baik kalian pergi sekarang juga!” Security tampak makin kesal.


“Apa?” Baik Reynold maupun Elle tampak kaget. Merka tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.


“Tidak mungkin! Fredy adalah pacar gue! Gue harus masuk ke dalam! Gue harus masuk!” Elle menjadi histeris. Ia memaksa ingin masuk ke dalam. Security itu sudah mencoba menghentikan Elle. begitu juga dengan Reynold.


“Elle, kumohon tenanglah. Tenang Elle, lebih baik kita pulang sekarang. Ayo Elle.” Reynold berusaha menarik Elle untuk pulang.


“gak! Gue gak mau pulang. Gue harus ketemu sama dia!” Elle memberontak dengan kuat. Hingga ia berhasil lolos dari cengkraman Reynold dan Security yang berusaha menghentikannya.


“Hey Nona! Berhenti di sana!” Security itu kemudian mengejar Elle. Reynold ikut menyusul.


Di atas pelaminan, Fredy tengah menyalami tamu-tamu yang hadir. Tiba-tiba Fredy melihat sebuah keributan dari dekat pintu masuk. Fredy seakan melihat seseorang yang tak asing. Jarak dari pintu masuk ke pelaminan memang agak jauh, tetapi Fredy bisa mengenali orang itu. Ya! tidak salah lagi, dia adalah Elle, pacarnya. Atau sekarang menjadi mantan pacarnya karena Fredy sudah menikah dengan Shienna.


“Adelle!” Fredy tiba-tiba turun dari pelaminan dan berlari dengan sangat kencang.

__ADS_1


“Fredy! Kau mau kemana?” Tuan Danuarta yang kaget dengan tingkah anaknya itu mencoba menghentikan Fredy.


“Biar aku saja Om.” Shienna kemudian mengejar Fredy. Para tamu undangan menjadi kaget karena mendadak kedua mempelai pengantin turun dari pelaminan.


__ADS_2