
Shienna tengah mondar-mandir tak jelas. Sudah setengah jam ia melakukan ini. asisten pribadinya bahkan sudah bosan melihatnya.
“Nyonya, kau sudah melakukan ini selama setengah jam.” Ucap Asistennya.
“Diam! Aku tengah berfikir keras!” Jawab Shienna.
“memangnya Nyonya tengah memikirkan apa?”
“Aku tengah berfikir keras bagaimana cara menyingkirkan wanita itu!”
“Wanita yang mana Nyonya?”
“Adelle! Mantan pacarnya Fredy.”
“Oh, wanita itu.”
“Iya, gara-gara wanita itu sekarang Tante Aletha menyuruh Fredy untuk menikahinya!”
“Apa?”
“Wanita itu hamil anaknya Fredy, dan Tante Aletha mengetahuinya.”
“Wah, kalau begitu ini bisa gawat Nyonya. Posisi anda akan terancam.”
“Maka dari itu aku tengah mencari cara agar bisa menyingkirkan wanita sialan itu!”
“Aku punya ide nyonya.”
“Apa? Katakanlah sekarang.”
“Begini Nyonya....” Asistennya itu kemudian membisikkan rencana jahatnya kepada Shienna.
“Bagus, kau cerdas juga ternyata. Baiklah, malam ini aku akan melakukannya!” Ucap Shienna yang kini bersemangat.
Malam harinya, Shienna melancarkan niat jahatnya itu. Malam-malam ia mengendap-endap di rumahnya agar tak ketahuan Fredy. Tapi gagal, Fredy tiba-tiba muncul di hadapannya.
“Kau mau kemana?” Tanya Fredy dengan curiga.
“Aku ingin menginap di rumah orang tuaku.” Shienna beralibi.
“Malam-malam begini? Aku tak percaya, kau pasrti merencanakan sesuatu.”Ucap Fredy.
“Jangan fitnah! Kalau tak percaya ini, telpon orang tuaku, tanyakan pada mereka langsung!”. Shienna kemudian menyodorkan ponsel miliknya ke Fredy.
Fredy kemudian menelpon orang tuanya Shienna.
“Hallo Tante.”
“Hallo Fredy, ada apa nak? Apa semuanya baik-baik saja?”
__ADS_1
“Ya, Tante. Aku hanya ingin bertanya, apa benar malam ini Shienna akan menginap di rumah Om dan Tante?”
“Iya benar Nak. Tante yang menyuruhnya, soalnya Ayahnya Shienna akhir-akhir ini sering kambuh penyakitnya, makanya Tante butuh bantuan Shienna untuk mengurus beberapa hal.”
“Oh, baiklah Tante. Kalau begitu selamat malam.”
“Selamat Malam.” Telpon pun berakhir.
“Kau percaya sekarang?”
“...”Fredy tak menjawab, ia hanya pergi meninggalkan Shienna begitu saja.
“Hufft.. untunglah aku sudah menyiapkan rencana cadangan.” Shienna kemudian kembali meneruskan langkahnya.
Shienna mengendarai mobilnya, bukan ke rumah orang tuanya, melainkan ke rumah sakit. Ia merogoh tasnya kemudian mengeluarkan ponselnya.
“Hallo? Ya, aku sudah keluar, kau menunggu di sana kan?”
“Ya, aku sudah menunggu Nyonya di depan.”
“Bagus. Aku akan ke sana sekarang.”
Shienna mematikan telponnya. Ia mengendarai mobilnya dengan sangat kencang.
Shienna berhenti di depan sebuah toko. Dari sana keluarlah seorang wanita yang tak lain adalah asisten pribadinya.
“Kau sudah siapkan semuanya?” Tanya Shienna.
“Bagus, ayo kita berangkat.” Wanita itu pun naik ke mobilnya Shienna. Mereka berdua melesat menuju rumah sakit.
Sementara itu di rumah sakit, Elle kembali sendirian. Malam ini Zielle menginap di rumah Mamahnya. Elle sudah melarangnya, tetapi karena mamanya mengetahui bahwa Elle sakit dan sedang dirawat di rumah sakit akhirnya mau tak mau Zielle di bawa sementara oleh Mamahnya. Dan Elle tidak bisa menolak keputusan itu.
Tetapi mamahnya Elle belum tahu bahwa Elle sedang hamil, Elle masih merahasiakannya dari Mamahnya. Elle beralibi kalau ia sedang menderita suatu penyakit langka dan ia tak mau siapapun mengetahuinya. Akhirnya mereka sepakat untuk tidak membahas itu lagi. Sementara Reynold kembali lembur, ia harus terus lembur demi menutupi kekurangan biaya rumah sakit Elle.
Dalam kesendirian itu, adalah waktu yang tepat bagi Shienna untuk melancarkan niat jahatnya kepada Elle. Shienna tiba di rumah sakit dengan asistennya. Ia kemudian menyusup ke rumah sakit dan berpura-pura menjadi perawat di sana.
Shienna dan asistennya berjalan menyusuri lorong rumah sakit, mereka berdua tampaknya kebingungan mencari kamar Elle.
“Nyonya tidak mengetahuinya?” Tanya asistennya.
“Tentu saja tidak. Mana mungkin aku tahu, lagi pula untuk apa aku sibuk mencari tahu tentang dirinya. Mengingat namanya saja sudah membuatku jengkel.” Jawab Shienna.
“Seharunya sikap dengki nyonya terhadap wanita itu ditunda dulu, karena sekarang kita kebingungan mencari dimana letak kamarnya. andai nyonya tahu lebih awal. Kita jadi buang-buang waktu hanya untuk mencari kamarnya.” Keluh asistennya.
“Diam kau. dengar, aku mendengar seseorang menyebutkan nama wanita itu. Ayo kita ikuti asal suara itu.” Ucap Shienna sambil menarik asistennya.
“Baik nyonya.”
Mereka berdua ternyata mengikuti dua orang perawat yang akan ke kamar Elle.
__ADS_1
“Perawat Lia, seharusnya kau memperhatikannya dengan baik. Aku kasihan padanya, dia masih belia, tapi dia harus mengalami ini. dia masih seumuran anakku, anakku saja saat ini masih sibuk dengan kuliah awal semesternya, tapi dia..dia malah mengalami kejadian yang malang ini.” Ucap salah satu perawat.
“Iya, aku berjanji akan memperhatikan Nona Adelle dengan lebih baik. Aku juga merasa kasihan padanya. Kata dokter ada kemungkinan bayinya akan lahir prematur, tapi dokter belum memberi tahu siapapun karena dokter masih melihat perkembangan dari Nona Adelle. Tapi, jika dilihat-lihat, tidak ada perkembangan. Setiap hari sama saja, bahkan terkadang turun. Malam kemarin saja perutnya kembali kram, aku benar-benar kasihan. Ia pasti merasa sangat sakit. Bukankah sakitnya dua kali lipat saat di usianya?”
“Benar, karena masih belia, rasa sakit itu menjadi dua kali lipat. Semoga saja mereka berdua selamat sampai lahir.”
“Iya.”
“Yasudah, aku pergi sekarang ya, aku harus mengganti infus pasien di kamar ini.”Ucap Perawat itu.
“Ya. sampai jumpa nanti.” Perawat yang bernama Lia pun berpisah dengan perawat yang satunya.
Perawat Lia kini berjalan sendirian, ia merasa ada yang mengikutinya, tapi pas ia cek ke belakang tidak ada siapapun. Perawat Lia kembali meneruskan langkahnya.
Seperti biasa perawat Lia akan mengontrol Elle pada pukul delapan, tepat sebelum Elle tidur.
“Kau menghabiskan makan malam mu. Bagus sekali.” Puji Perawat Lia pada Elle.
“...”Elle hanya tersenyum tipis.
“Apa kau merasa sakit lagi? Apa semuanya baik-baik saja?” Tanya perawat Lia.
“Tidak, aku baik-baik saja.” Jawab Elle.
“Bagus sekali, jika kondisimu semakin membaik kau bisa pulang lebih cepat. Makanlah yang banyak dan beristirahatlah yang cukup. dan kau juga jangan terlalu banyak memikirkan sesuatu ya.” Perawat Lia memberi saran.
“Ya.” Jawab Elle.
“Baiklah, kalau begitu aku pergi sekarang ya. tekan tombol bel itu jika kau membutuhkanku.” Ucap Perawat Lia.
“Baik.” Jawab Elle. perawat Lia pun keluar ruangan.
Di luar ruangan sudah ada Shienna dan asistennya yang bersembunyi di pojokkan. Setelah melihat perawat Lia keluar, mereka pun melancarkan rencana busuk mereka.
“Kau membawa racun itu kan?” Tanya Shienna.
“Tentu Nyonya.” Jawab asistennya.
“Yasudah, cepat berikan padaku sekarang.” Ucap Shienna tak sabar.
“Baik, ini Nyonya.” Asistennya mengeluarkan sebuah suntikan yang berisi carian kekuning-kuningan.
“Bagus sekali. Dengan racun ini, aku akan melenyapkan wanita sialan itu dan bayi haramnya, hahaha.”
“Jangan terlalu keras nyonya atau kita akan ketahuan.”
“Ya aku tahu. akh, kau mengganggu ketawa jahatku!”
Mereka pun masuk ke kamar Elle.
__ADS_1
Elle saat itu sudah tertidur. Ia tak menyadari bahwa ada Shienna dan assistennya yang masuk ke ruangannya.
“Bagus, dengan begini aku akan mudah dalam melenyapkanmu.” Ucap Shienna.