Terjerat Cinta Kupu-kupu Malam

Terjerat Cinta Kupu-kupu Malam
Bab 26


__ADS_3

Reynold terlelap tidur sambil memegangi lengan Elle. ia tidur dengan posisi masih duduk di kursi samping ranjang Elle. kepalanya bersender pada sisi ranjang itu. Sementara Zielle tidur di rumah. Reynold menyuruh Zielle untuk pulang ke rumah karena Zielle besok sekolah.


Ketika Reynold tengah terlelap, sebuah keajaiban terjadi. Elle mulai menggerak-gerakkan jari tangannya. Kemudian disusul dengan membukanya kedua kelopak matanya. Elle kini tersadar.


Saat Elle bangun, ia bisa melihat Reynold yang berada di sampingnya. Elle mencoba mengusap rambut Reynold dengan sangat pelan. Elle kemudian menitikan air mata.


“Rey, lo ngapain tetep di sini? lo ngapain masih tetep mempertahanin gue? Lo milih nikah sama gue dan ninggalin keluarga lo? Kenapa Rey?” Tutur Elle dalam hatinya.


Reynold tampaknya merasakan ada yang bergerak di kepalanya. Ia pun terbangun dari tidurnya.


“Elle.” Reynold langsung menyadari bahwa Elle sudah sadar.


“Kamu sudah sadar Elle?” Tanya Reynold dengan mata yang berkaca-kaca.


“...”Elle tak menjawab.


“Elle, apa kau baru saja menangis?” Reynold kemudian mengusap air mata yang jatuh di pipi Elle.


“Dengar Elle, kau tak usah mencemaskan apapun lagi. Meski aku belum bisa menikahimu untuk saat ini tapi aku berjanji padamu akan selalu ada untukmu. Aku akan bekerja dan menafkahimu. Dan jika anak..maksud aku bayi itu sudah lahi aku akan menyayangi bayi itu seperti anakku sendiri Elle.” Jelas Reynold dengan penuh kesungguhan.


Saat mendengar ucapan dari Reynold Elle baru tersadar akan kehadiran bayi itu di perutnya. Ia mulai dihantui dengan rasa takut itu lagi. Elle sekan kembali diingatkan dengan traumanya. Luka yang dalam, dan ketakutan terbesarnya.


Apa bayi itu harus Elle pertahankan? Apa bayi itu harus Elle lahirkan? Tapi bagaimana? Elle sendiri tak ingin terus hidup dengan kondisinya yang sekarang. Elle tidak menyalahkan bayi itu, tetapi banyak ketakutan yang ia rasakan seiring dengan kehadiran bayi itu.


Jauh di dalam lubuk hati Elle, Elle tahu jika dirinya telah melakukan dosa besar, yakni dosa zina. Dna bayi itu, akan menanggung karma dari dosa yang telah dibuat oleh dirinya. Bayi itu bukan anak dari ayah manapun, bayi itu tidak memiliki garis waris. Bayi itu juga tidak memiliki sosok ayah kandung. Dan ia akan dilahirkan dari rahim seorang pendosa dan wanita malam semacam dirinya. Elle mulai menangis.

__ADS_1


“Arrrrgggghhh!” Elle kembali memukul-mukul perutnya.


“Elle! berhenti melakukan itu lagi!” Reynold langsung memegang kedua lengan Elle dan menghentikan perbuatannya.


“Bayi itu tidak bersalah Elle. dan kau tidak bisa melenyapkannya sekarang. Kau dan bayi itu dalam kondisi kritis Elle. jika salah satu dari kalian tak sanggup bertahan maka akan berpengaruh juga pada yang lainnya. Jika bayi itu mati maka akan membahayakan dirimu juga Elle, dan jika kau sakit akan membahayakan bayi itu juga.”


“Jalan satu-satunya adalah dengan melahirkan bayi itu Elle. kau harus bertahan hingga bayi itu lahir. Terserah kau ingin membuangnya ke panti asuhan atau menyerahkannya pada orang lain jika ia sudah lahir. Tapi untuk saat ini, jangan coba-coba untuk melenyapkannya sekalipun.” Jelas Reynold.


Elle tercengang mendengar kenyataan itu. Ia tak tahu jika ia harus mempertahankan bayi itu hingga lahir. Elle benar-benar bingung, ia tak sanggup membayangkannya untuk saat ini.


“Tidak! Dia tidak boleh lahir! Tidak!” Elle kembali histeris. Reynold langsung menghentikannya dengan cara menahan tubuhnya. Reynold kemudian menekan tombol untuk memanggil dokter. tak lama kemudian dokter pun datang.


Melihat Elle yang histeris dokter pun segera menyuntik Elle dengan obat tidur. Karena jika terus dibiarkan seperti itu malah akan berbahaya. Elle pun mulai tenang dan jatuh tak sadarkan diri.


“Aku rasa untuk beberapa hari ini kita perlu mengawasi Nona Elle.” Ucap Dokter.


Suatu hari Ayah Reynold datang ke rumah sakit dan melabrak Reynold langsung di kamar Elle. Reynold yang saat itu tengah menyuapi Elle makan tiba-tiba di datangi oelh ayahnya dan diseret keluar. Mereka kemudian bertengkar hebat. Hingga beberapa petugas keamanan mengamankan mereka berdua. Ayah Reynold pun menyerah, ia sudah benarpbenar muak. Ia lalu memilih untuk lepas tangan dan tak mau lagi menganggap Reynold sebagai anaknya. Reynold juga sudah tidak dibiayai olehnya semenjak itu. Reynold pun terpaksa harus bekerja lebih keras demi menghidupi dirinya dan membiayai rumah sakit.


Lalu pagi ini, tidak ada angin atau hujan sebelumnya. Tiba-tiba Mamahnya Reynold datang ke rumah sakit. Pagi itu, kebetulan Reynold sedang sift pagi, jadi pagi-pagi sekali Reynold sudah berangkat kerja. Dan Zielle juga sekolah, jadilah Elle sendiri di rumah sakit.


Mmamah Reynold masuk ke kamar Elle dengan mengetuk pintu.


“Siapa?” Tanya Elle.


“...” Mama Reynold tak menjawab. Ia langsung masuk ke kamar Elle.

__ADS_1


“Tante?” Elle benar-benar kaget dengan kemunculan Mamahnya Reynold di depan matanya. Perasaan Elle benar-benar campur aduk.


“Boleh Mamih berbicara denganmu sebentar?” Tanya Mamah Reynold dengan ragu-ragu.


“...”Elle menganggukan kepala.


“Terima kasih.” Mamah Reynold kemudian duduk di kursi dekat ranjang Elle.


“bagaimana kondisimu sekarang?” Tanya Mamah Reynold mengawali percakapan.


“Aku...”Elle belum sempat menjawab Mamah Reynold langsung melemparinya dengan pertanyaan lain.


“Reynold kah yang membayar semua ini?” Mamah Reynold kembali bertanya.


Elle tercengang mendengar pertanyaan itu. Ia bingung harus menjawab apa. Ia pun hanya bisa menganggukan kepalanya.


“Ya, tak apa. Aku sudah menduganya. Tak sangka, Rey sudah tumbuh menjadi pria dewasa. Sekarang dia bisa cari uang sendiri dan membantumu. Mamih merasa bangga padanya, pada kemandiriannya.” Mata Mamah Reynold kembali berkaca-kaca.


“Tante...”Elle ingin mengatakan sesuatu tetapi terpotong oleh perkataan Mamah Reynold.


“Anak itu...., dulu, dua puluh tahun yang lalu..., Mamih ambil dia dari rumah sakit dalam keadaan ringkih. Waktu masih bayi ia sering sakit-sakitan. Tapi sekarang, Mamih tak sangka ia tumbuh menjadi pria yang mandiri dan bertanggung jawab seperti ini.


“Diambil dari rumah sakit? Maksud Tante?” Elle tercengang dengan ucapan dari Mamah Reynold.


“Ya, seperti yang kau duga. Reynold sebenarnya bukan anak kandung Tante.” Ucap Mamah Reynold dengan tatapan yang dalam pada Elle.

__ADS_1


“Apa?” Elle tercengang. Ia benar-benar tak percaya dengan fakta yang baru ia terima. Reynold, sahabatnya sejak masih duduk di bangku SMA, ternyata bukan anak kandung dari pasangan kaya raya ini. lalu siapa orang tua Reynold yang sebenarnya? Ternyata, Elle benar-benar tak mengenali sahabatnya sendiri.


__ADS_2