Terjerat Cinta Kupu-kupu Malam

Terjerat Cinta Kupu-kupu Malam
Bab 30


__ADS_3

“Adelle, atau aku sering memanggilnya dengan sebutan Elle, adalah pacarku. Kami pacaran sejak awal kuliah.” Jelas Fredy.


“Mamah sudah tahu soal hal itu. Katakan kebenaran yang lainnya. Apa yang sudah kau lakukan padanya? Terutama saat malam itu, saat ayahmu marah besar padamu. Mamah yakin ada sangkut pautnya dengan wanita itu kan?” Nyonya Aletha mulai memancing.


“Ya, baiklah. Memang benar, malam itu...”


“Aku melakukan hubungan terlarang dengannya. Tapi atas dasar persetujuannya juga. Dia bahkan menjual dirinya untukku. Dan sebenarnya, kami melakukan hubungan itu bukan hanya pada malam itu saja. Bisa dibilang malam itu adalah yang kesekian kalinya.” Fredy menjelaskan hal itu dengan perasaan penuh penyesalan.


“Kau yakin hanya melakukan hal itu di malam itu? Lalu mengapa ayahmu bisa begitu sangat marah padamu?”


“Ya! aku mengakui jika aku juga melakukan kekerasan padanya. Tetapi itu karena aku tengah dibawah pengaruh narkoba. Aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri, di tambah malam itu mood nya Elle juga sedang tak karuan, aku jadi terpancing.”


“Plak.” Nyonya Aletha tak segan untuk menampar anaknya sendiri.


“Tidak ada alasan apapun yang membenarkan tindakan kekerasan pada wanita dan kau juga sudah melecehkannya!” Nyonya Aletha benar-benar emosi.


“Aku minta maaf mah! Aku benar-benar menyesalinya. Jika waktu bisa diulang, aku tak ingin sekalipun melakukan hal itu. Aku juga sangat mencintainya Mah. Aku benar-benar mencintai Elle, jauh di dalam lubuk hatiku yang paling dalam. Dan jika mamah tahu, aku akan menyesali perbuatanku selama sisa hidupku.” Fredy kini menangis sambil bersimpuh di bawah kaki ibunya.


“Simpan kata maafmu itu untuk Adelle. Dia sudah terlalu banyak tersakiti olehmu. Dan asal kau tahu, sekarang dia harus menanggung hukuman akibat perbuatan yang telah kau lakukan padanya. Dia hamil anakmu Fredy!” Nyonya Aletha menangis saat mengucapkan hal itu.


“Aku sudah mengetahuinya.” Jawab Fredy sambil berderai air mata.


“Apa? Jadi kau sudah mengetahuinya?” Nyonya Aletha tercengang dengan pernyataan dari Fredy.


“Ya, aku sudah mengetahuinya Mah, maka dari itu aku terus dihantui oleh rasa penyesalan itu.


“Bagaimana mungkin! Jika kau sudah menegtahuinya lalu mengapa kau malah menikahi wanita lain!” Nyonya Aletha kini murka.

__ADS_1


“Itu karena...”


“Itu karena aku juga telah dihamili oelh Fredy Mah.” Tiba-tiba Shienna muncul di hadapan mereka.


“Shienna, Kau...”Fredy hendak memaki wanita itu tapi,


“Mah, aku juga telah dilecehkan oleh Fredy, dia juga telah menghamiliku mah. Lihatlah, aku punya buktinya. Ini hasil USG ku.” Shienna kini menunjukkan foto usg entah milik siapa.


“Dasar anak tak tahu diuntung, plak!” Nyonya Aletha semakin murka pada anaknya sendiri.


“Tunggu sampai ayahmu mengetahuinya.” Nyonya Aletha hendak menelpon suaminya.


“Jangan Mah, jangan! Kumohon. Jangan beri tahu Ayah soal ini, atau aku akan dihabisi olehnya. Kumohon, beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya Mah. Lagi pula, Shienna dia bukan...”


“Aku mohon jangan adukan Fredy ke Om Danuarta Tante, aku tidak ingin melihatnya habis di tangan Om. Dia juga harus hidup untuk aku dan anakku. Kumohon ampuni dia tante. Aku juga sudah memaafkannya.” Shienna seakan menghalangi Fredy untuk mengatakan yang sebenarnya kepada ibunya.


“Apa? Apa maksud Tante dengan bertanggung jawab pada keduanya?” Shienna kaget.


“Mengapa? Kau tak ingin Fredy melakukannya?” Nyonya Aletha mulai merasa ada yang janggal.


“Bukan, aku...aku hanya kurang faham dengan perkataan tante.” Shienna beralibi.


“Fredy juga harus menikahi Adelle, agar kedua anak itu memiliki hak dan pengakuan yang sama. Baik anaknya dengan Adelle atau anaknya denganmu, mereka harus diakui sebagai anaknya Fredy. Jika sudah lahir, Tante kembalikan lagi pada kalian, apakah kalian masih mau melanjutkan pernikahannya atu tidak. Karena Tante yakin, tidak ada wanita yang mau dimadu. Tante hanya ingin kedua anak itu medapatkan hak dan pertanggung jawaban yang sama.” Tegas Nyonya Aletha. Mendengar hal itu Shienna merasa panas.


“Tapi Mah, Ayah akan menghabisiku jika ia tahu aku menikah lagi dengan wanita lain. Apalagi Elle bukan dari keluarga kaya raya yang selalu didambakan oleh Ayah.” Fredy masih tak percaya dan ragu.


“Ayahmu tidak perlu mengetahui tentang pernikahan kalian. Dan Tante harap Shienna bisa menjaga rahasia soal ini. karena jika Om Danuarta tahu soal pernikahan Fredy dengan Adelle Tante juga tidak akan segan memberi tahu soal hubungan gelap kalian dan bagaimana bisa anak itu ada sebelu kalian menikah. Kalian akan bercerai, baik Adelle atau kau. Om Danuarta tidak ingin ada menantunya yang pernah melakukan hubungan terlarang dengan anaknya.” Nampaknya Nyonya Aletha sudah tahu jalan pikiran Shienna.

__ADS_1


“Ya, aku akan menjaga rahasia.” Jawab Shienna terlihat kesal.


“Sial! Gara-gara wanita ini rencanaku jadi gagal! Awas aja kau nenek lampir!” Ucap Shienna dalam hatinya.


“...”Fredy tak mengucapkan sepatah katapun.


Sementara itu, di rumah sakit, Elle tengah berdiri di depan cermin kamar mandi cukup lama. Zielle kini tidur di rumah sementara Reynold tengah lembur kerja untuk menutupi kekurangan biaya rumah sakit Elle.


“Aku ternyata mencemaskanmu selama ini.” Elle memegangi perutnya sambil menangis.


“Apa kau sudah tahu bahwa dia akan kemari? Apa yang kau harapkan darinya? Apa kau akan mempercayai kata-katanya?”


“Aku....aku tak bisa berjanji padamu. Mengapa kau memilih untuk bertahan sampai sejauh ini? apa kau tidak menyesal karena memilihku sebagai tempat lahirmu?”


“Arrggghh.” Elle merasa perutnya sangat kencang sehingga ia tak kuat lagi berdiri. Ia pun duduk di closet wc.


“Aku bahkan terlalu lemah untuk menopangmu. Kau...


“adalah sebuah ketidak sengajaan yang sampai saat ini aku sesali. Jika aku tidak melakukan kesalahan itu, mungkin kau tak perlu repot-repot untuk bertahan dan mungkin....kau tak akan terlahir. Aku hanya...”


“Aku hanya takut jika kau akan menyesali hidupmu sepanjang usiamu. Kau akan menyesal karena lahir dari kesalahan kami.”


“Dan aku juga tidak bisa berada di sampingmu, bahkan mungkin setelah kau lahir. Kau akan kehilangan sosok orang tua dalam hidupmu, sama seperti yang telah aku alami. Dan aku tahu bagaimana rasanya itu. Aku hanya tidak ingin kau mengalaminya lagi.”


“Jika aku bisa memilih. Aku ingin kembali pada waktu dimana aku belum kenal dengan ayahmu. Aku yang masih memiliki keluarga utuh.”


Elle tak mampu meneruskan kata-katanya. Perutnya kini semakin terasa kencang. Ia pun memutuskan untuk keluar dari wc dan kembali berbaring di kasurnya.

__ADS_1


__ADS_2