Terjerat Cinta Kupu-kupu Malam

Terjerat Cinta Kupu-kupu Malam
Bab 39


__ADS_3

Reynold merasa gelisah saat duuduk di mobil. Bagaimana tidak, hari ini ia harus pulang ke rumah orang tuanya. Mamahnya memaksanya untuk kembali ke rumah mereka dan meninggalkan pekerjaan kasarnya.


“Mamih, lebih baik Reynold turun di sini saja. Reynold tak usah ke sana. Toh selama ini Reynold baik-baik saja.” Ucap Reynold dengan gelisah.


Tidak, kamu harus bertemu dengan Papih. Kita harus menyelesaikan masalah ini bersama-sama. Bukan malah menghindarinya.” Ucap Mamah Reynold.


“Tapi Mih...” Reynold tampak enggan.


“Dengar Reynold, bulan depan kami sudah harus pulang ke Amerika. Sebelum semuanya terlambat, Mamih harap semua masalah ini sudah clear.” Pungkas Mamah Reynold.


“....”Reynold tak bisa mengelak.


Mobil pun tiba di pelataran rumah mereka. Dengan enggan Reynold turun dari mobil. Nampak beberapa pelayan datang menyambut mereka. Reynold tidak melihat Papihnya. Apa Papihnya sedang keluar? Baguslah, itu sebuah kesempatan bagi Reynold untuk pergi.


“Ayo Rey.” Ucap Mamah Reynold.


Reynold pun mengikuti Mamahnya masuk ke dalam rumah.


Itu dia, ternyata Papahnya ada di rumah tengah menyisiri bulu kucing kesayangannya. Bagaimana hal itu bisa lebih penting daripada kedatangan anaknya sendiri ke rumahnya setelah sekian lama. Reynold jadi semakin kesal dengan Papihnya.


“Pih...”Ucap Mamah Reynold menyapa Papih.


“Mih, dari mana saja? Oh, pulang juga kau Rey.” Ucap Papih seolah tidak terjadi apapun sebelumnya.


“Rey, salam pada Papihmu.” Ucap Mamah Reynold.


“T—tapi...” Reynold tampak enggan.


“Dia Papihmu Rey, ayo, lakukan apa yang mamah perintahkan jika kau masih menganggap kami sebagai kedua orang tuamu.” Ucap Mamih mendesak Reynold.


“Pi...”Reynold pun mencium tangan Papihnya. Hal yang selama ini tak pernah ia lakukan.


“Ya, Papih juga berhutang permintaan maaf padamu karena kemarin Papih sudah bertindak di luar batas. Kau anak papih satu-satunya, seharusnya Papih mencurahkankasih sayang papih padamu. Yang papih lakukan malah sebaliknya, Papih malah menyalahkanmu atas....Oh, maksud papih....Intinya, papih minta maaf Rey.” Ucap Papih.


Hampir saja Papih membongkar rahasia teresar keluarga mereka, yakni soal kebenaran terkait ibu kandung Reynold. Tapi biarlah, biar waktu yang menjawab.


“Papih memaafkan Rey?” Reynold tak percaya dengan apa yang baru saja papihnya ucapkan.


“Ya Rey, Papih memaafkanmu. Tolong jangan kabur-kabur lagi. Rumahmu di sini. jadi jangan pergi lagi. Dan soal wanita itu, Papih menerima dan merestui kalian. Awalnya papih memang menolaknya, tapi setelah dipikir-pikir, itu sudah kepetusanmu, dan papih menghargainya. Jika kau ingin menikah dengannya, maka menikahlah. Papih terima wanita itu apa adanya.” Ucap Papih.

__ADS_1


“Sungguh?” Reynold tak percaya. ia begitu senang bukan main.


“Iya, Papih serius dengan perkataan Papih. Pilihlah wanita mana yang kau suka, Papih akan merestuinya.” Jawab Papih menegaskan.


“Terima kasih Pih.” Reynold langsung memeluk Papihnya.


“Iya, sama-sama. Jangan bandel lagi ya.” Papih mengelus rambut Reynold.


“Iya Pih, Maafin Rey juga karena selama ini Rey membangkang dan tidak mendengarkan nasihat dari Papih dan Mamih.” Ucap Reynold dengan mata yang berkaca-kaca.


“Iya, Papih memaafkannya. Sudah, sekarang kau bersih-bersih sana. Badanmu bau, ganti baju lusuhmu itu dengan pakaian yang rapih, bagaimana kau akan menemui seorang gadis dengan pakaian semacam itu.” Ledek Papih, kini melepaskan pelukannya.


“Baik Pih.” Ucap Reynold tersenyum.


“Mamih senang kalian akur lagi seperti sedia kala. Mamih harus merayakan hal ini. Mamih akan masak yang spesial untuk kalian.” Ucap Mamih antusias.


“Ya Mih, Papi sudha rindu dengan masakan Mamih, kau juga kan Rey?” Tanya Papih.


“Iya.” Jawab Reynold tersenyum.


“Kalau begitu bergegaslah mandi Rey, Mamih tak akan mengizinkanmu untuk menyentuh masakan Mamih dengan tubuhmu yang kotor itu.” Ledek Mamih.


“Oke Mih.” Reynold pun bergegas naik ke kamarnya dan membersihkan dirinya.


“Cepat Rey, makanannya keburu dingin.” Ucap Mamih.


Reynold pun duduk di kursi meja makan. Mamih mengambilkan makanan untuknya. Reynold pun makan dengan lahap. Di tengah makan yang hangat itu mereka berbincang-bincang.


“Rey, kau harus memberi tahu Adelle soal kabar baik ini.” Ucap Mamih menyarankan.


“Iya Mih, Rey belum memberi tahu Elle soal ini. setelah makan Rey akan langsung menelponnya. Ia pasti senang mendengar hal ini.” Ucap Reynold sambil menyendok makanannya.


“Papih juga ingin bertemu dengan keluarganya. Apa orang tuanya masih ada?” Tanya Papih.


“Ayahnya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Sekarang Elle tinggal bersama Mamahnya.” Jawab Reynold.


“Oh, papih ikut berduka atas kepergian ayahnya. Baiklah, papih akan menemui Mamahnya sebelum kembali ke Amerika.” Ucap Papih.


“Ya Pih.” Ujar Reynold.

__ADS_1


Setelah makan, Reynold kembali ke kamarnya. ia mencari ponselnya. Ternyata ada dalam saku bajunya yang tadi ia pakai. Reynold pun mengambilnya dan segera menghubungi Elle.


“Elle pasti senang mendengar ini.” Ucap Reynold bersemangat.


“Hallo.” Terdengar Elle dengan suara lembut dan pelannya.


“Hallo. Elle. Itu Kau? Aku senang kau sekarang terdengar lebih baik. Elle aku punya kabar gembira untukmu.” Ucap Reynold bersemangat.


“Ya. aku rasa aku lebih baik dari sebelumnya. Apa kabar gembira yang kau maksud Rey?”Tanya Elle.


“ Elle, Kau pasti tidak percaya kalau sekarang aku sudah kembali ke rumah dan diterima dengan baik oleh kedua orang tuaku.” Ucap Reynold dengan bersemangat. Berharap Elle akan antusias mendengarnya.


“Benarkah? Syukurlah. Itu yang aku inginkan darimu sejak dulu Rey. Kau kembali ke kehidupanmu. Ku harap setelah ini kau juga kembali berkuliah Rey.” Jawab Elle memberi respon.


“Ya, mungkin aku juga akan melanjutkan pendidikanku lagi Elle. dan tak hanya itu Elle..., ada hal lain yang tak kalah menggembirakan dari sebelumnya.” Ucap Reynold dengan penuh antusias.


“Apa?” Tanya Elle datar.


“Ayah telah merestui hubunganku denganmu Elle. Ayah bahkan meminta agar aku segera menikahimu. Bukankah itu hal baik? Sekarang kita benar-benar tidak dapat dipisahkan lagi Elle.” Ucap Reynold dengan haru.


“Apa? aaakuu....aku....” Elle bingung harus merespon apa.


“Mengapa kau tidak terdengar senang Elle? bukankah ini kabar gembira yang kita nanti dari dulu? Aku sudah bilang akan menepati janjiku kan? Sekarang aku benar-benar akan menepati janjiku Elle.” Ucap Reynold.


“Aku rasa kau tak perlu menepai janjimu lagi Rey. Aku tak memaksanya.” Ucap Elle dengan ragu.


“Apa maksudmu bilang begitu?” Reynold bingung.


“Tidak, maksudku, aku ingin kau berjanji yang lain. Apakau mau?” Tanya Elle.


“Ya, Elle, apa?”


“Aku ingin kau selalu ada untuk dia dan menemaninya saat dia kesepian.” Ucap Elle dengan haru.


“Dia? Siapa Elle?” Reynold tak paham.


“Bayi itu. Kau mau kan Rey? Untukku, tolong berjanjilah untukku.” Desak Elle.


“Kenapa kau berkata begitu? Tentu aku akan selalu ada untuknya karena kita akan menikah. Kau ini ada-ada saja Elle.” Jawab Reynold.

__ADS_1


“Ya, baiklah, aku akan memegang janjimu Rey. Aku harap kau benar-benar menepatinya.” Ucap Elle. kemudian ia memutus telponnya.


“Pasti Elle. aku pasti akan menepatinya.” Jawab Reynold. Ia pun duduk di dekat jendela dan melamun cukup lama.


__ADS_2