Terjerat Cinta Kupu-kupu Malam

Terjerat Cinta Kupu-kupu Malam
Bab 32


__ADS_3

“Cukup satu suntikan saja maka semua masalahku akan beres, haha.” Ucap Shienna sambil mengeluarkan suntikan racun itu.


“Pelankan ketawamu Nyonya atau wanita itu akan bangun.” Ucap Asistennya mengingatkan.


“Ya, aku tahu dasar cerewet!” Ucap Shienna kesal.


Shienna kemudian membuka suntikan itu. Jarumnya tampak berkilau terkena sorot lampu dari ruangan itu. Jarum yang sangat tajam itu mampu menembus lapisan kulit hingga masuk ke pembuluh darah. Jarum itu yang akan mengalirkan racun dalam tabung suntikan itu.


“Kini saatnya..”Shienna hampir menyuntikkan jarum itu.


“Tuggu Nyonya.” Asistennya menghentikannya.


“Apa lagi?” Shienna kesal.


“Jangan disuntikkan di sebelah situ. Yang benar sebelah sini.”Asistennya membenarkan.


“Ya aku tahu.” Dalam hatinya Shienna merasa malu.


“Baiklah, aku ulangi, inilah saatnya, haha.” Suntikan itu hampir mengenai kulit Elle.


“huaa...”Elle bergerak. Shienna langsung bersembunyi.


“Hah! Ku kira ia bangun. Ternyata hanya mengigau.” Ucap Shienna kini keluar dari persembunyian.


“Bikin kaget saja.” Keluhnya.


Jarum itu kini begitu dekat...


“Nyonya...” Asistennya kembali menghentikannya.


“Sekarang apa?” Shienna geram.


“Dengar! Ada suara langkah kaki. Ada orang yang akan masuk ke ruangan ini. ayo bersembunyi.”Jawab Asistennya.


“arrrgggghhh! Padahal tinggal sedikit lagi. Mereka pun bersembunyi.


Benar saja, ada seseorang yang masuk ke kamar itu. Teryata Mamahnya Reynold. Entah apa yang dilakukan Mamah Reynold malam-malam begini.


“Rey!” Mamah Reynold membuka pintu. Tak ada jawaban sama sekali.


“Ah, ternyata Reynold tidak di sini. Adelle juga sudah tertidur, aku taruh saja hampers ini di atas meja.” Mamah Reynold membawa bingkisan untuk Elle. ia kemudian menaruhnya di atas meja. Ia lalu mengeluarkan ponsel dari tasnya.


“Hallo Rey.” Mamah Reynold ternyata ingin menelpon anaknya.


“Iya Mih. Ada apa?”


“Mamih sedang di rumah sakit.”


“apa? Untuk apa mamih ke rumah sakit? Mamih tidak sedang di ruangannya Elle kan?”


“Ya, mamih sedang di dalam.”

__ADS_1


“Mamih ngapain malam-malam begini ke sana? Rey sedang kerja mi. Kalau niat mamih ke sana ingin memarahi Elle maka jangan harap. Rey tidak mengizinkannya. Lebih baik mamih pulang.”


“Mamih tidak ingin memarahi Adelle nak, Mamih hanya ingin memberikannya bingkisan. Dan asal kau tahu, Mamih tidak seperti papih. Mamih menyetujui keputusanmu untuk menikahi Adelle.”


“Hah? Apa aku tidak salah dengar? Mamih merestui hubungan kami?”


“Tentu Nak. Mamih merestui kalian. Menikahlah segera, kalian tidak usah menunggu restu dari papih.”


“Syukurlah, Rey lega mendengarnya. Baik Mi, Rey akan menikahi Elle jika bayi itu sudah lahir.”


“Ya, baguslah. Kalau begitu mamih pulang saja, soalnya Adelle juga sedang istirahat. Selamat malam nak.”


“Selamat malam mih.”


Telpon pun berakhir.


Mamah Elle kemudian keluar dari ruangan.


Shienna mendengar langkah kaki itu sudah menghilang. Ia mulai keluar dari persembunyiannya. Ia kembali melancarkan perbuatan jahatnya.


“Ayo kita keluar sekarang.” Ucap Shienna kepada asistennya.


“Kau dengar itu tadi? Wanita itu akan dinikahi pria lain. Jika wanita itu menikah lebih dulu, maka Fredy tidak bisa menikahinya. Tapi jika bayinya harus lahir dulu, arh! Itu berarti Fredy yang akan lebih dulu menikahinya. Hah!” Shienna marah-marah.


“Nyonya, maafkan aku.” Ucap asistennya dengan wajah ketakutan.


“Kenapa?” Shienna tampak bingung.


“Suntikannya tumpah, aku tak sengaja menginjaknya.” Jawab Asisten itu.


“Maaf nyonya.” Asisten itu sudah hampir ingin menangis.


“Hargh! Baiklah, aku harus menggunakan cara kekerasan.” Ucap Shienna.


“Ampun Nyonya, ampun.” Asistennya ketakutan.


“Aku tidak akan menghabisimu, dasar geer. Aku akan menghabisi wanita itu. Jika tidak bisa menggunakan racun maka akan aku gunakan cara kekerasan.” Jelas Shienna.


“Oh, kukira Nyonya akan menghukumku karena kesalahanku barusan.” Asistennya pun bernafas lega.


“Ya, aku tetap akan menghukummu atas hal itu. Tapi tidak sekarang. Tujuanku sekarang adalah menghabisi wanita itu.” Ucap Shienna.


“baik Nyonya.” Ucap Asistennya.


“Dengar aku akan menutupi wajahnya dengan bantal agar dia tak bisa bernafas dan kehabisan oksigen, jadi kau harus membantuku. Tolong pegangi tangannya agar dia tidak bisa memberontak.” Ucap Shienna.


“Baik Nyonya.” Asisten itu pun menjalankan perintah dari Shienna, ia memegangi kedua lengan Elle.


“Bagus, dalam hitungan, satu, dua...ti...” Shienna sudah siap menyumpal wajah Elle dengan bantal.


Tiba-tiba Elle membuka mata. Ia melihat ada dua wanita asing di hadapannya. Belum lagi kondisi kedua tangannya yang dipegangi oleh salah satu wanita itu.

__ADS_1


“Kalian siapa?” Elle ketakutan.


“Diam kau, aku akan menghabisimu sekarang juga.” Shienna melayangkan bantal itu ke muka Elle.


Elle berhasil melawan, ia bisa melepaskan kedua tangannya dari wanita itu. Ia kemudian memegangi bantal itu.


“Lo mau nyakitin gue ya? lo siapa sih?” Elle kemudian membuka masker wanita itu dengan paksa.


“Elo.” Elle kaget saat mengetahui wajah dibalik masker itu.


“Lo kan...” Elle hendak menyelesaikan kata-katanya.


“Iya, aku istrinya Fredy, kenapa hah? Kamu kaget?” Shienna kini tersenyum licik.


“Gue salah apa sama lo hah? Gue bahkan udah ngelepas Fredy buat lo! Gue udah jauhin dia buat lo!” ucap Elle.


“Belum sepenuhnya! Gara-gara kamu, dan bayi sialan yang ada dalam perut kamu itu aku terpaksa harus membagi Fredy denganmu!” Jawab Shienna.


“Apa maksud lo barusan? Gue gak pernah minta Fredy buat tanggung jawab anak ini! gue udah ngejauhin dia! Lo jangan salah sangka.”


“Tapi Fredy gak pernah bisa ngelupain kamu! aku gak munafik selama ini, Fredy masih mencintaimu dan tidak pernah bisa membuka hatinya untukku. Ditambah sekarang, Tante Aletha tahu soal hubungan kalian dan anak itu! Asal kamu tahu ya, Nyonya Aletha akan menikahkan kalian segera karena bayi itu!” Shienna benar-benar meluapkan emosinya.


“Apa? Menikah?” Elle masih tak percaya.


“Halah! Gausah sok gak tahu. yang jelas, sebelum semua itu terjadi, aku akan menghentikannya. Dan sekarang, aku akan melenyapkan kamu dan bayi itu! Aku tidak bisa membiarkan kalian tetap hidup dan mengacaukan hubunganku dengan Fredy.” Shienna kini mendekati Elle. entah apa yang akan ia lakukan.


“Lo gak akan pernah bisa nyakitin gue!” Elle kini bersiap untuk melawan.


“Rasain!” Shienna ternyata hendak mencekik Elle.


“Lo... bukan...lawan .... gue!” Elle mencoba melepaskan cekikan Shienna.


“Ah!” Shienna kesakitan karena dipukul oleh Elle.


“jangan pernah sekalipun lo ganggu hidup gue!” Elle kini menusuk lengan Shienna dengan pisau buah.


“Arrrrggghhh!” Shienna ketakutan.


“Nyonya.” Asistennya hendak menolongnya.


“Lawan dia bego!” Ucap Shienna.


“B—bb—baik nyonya.” Asistennya tampak ragu.


“Sini, lawan gue!” Elle tampak lebih sangar.


“Buk!” Elle memukul asisten Shienna dengan kencang.


“Nyonya.” Rengek asistennya kesakitan,


“Ayo kita kabur sekarang.” Ucap Shienna akhirnya menyerah.

__ADS_1


“Denger ya Shienna, jangan pernah sekali-kali pun terlintas di benak lo buat nyakitin gue. Seandainya gue mati pun karena gue yang mau bukan karena tangan kotor lo itu!” Ucap Elle dengan bengis.


Shienna dan asistennya pun kabur terbirit-birit.


__ADS_2