Terjerat Cinta Kupu-kupu Malam

Terjerat Cinta Kupu-kupu Malam
Bab 37


__ADS_3

"Lo mau kenama Shienna?" Pagi itu terjadi keributan di rumah Fredy. Shienna menenteng koper keluar dengan berderai air mata.


"Aku mau pulang ke rumahku! Aku udah gak mau sama kamu lagi! Aku mau kita cerai. Dan aku juga bakal aduin soal video itu ke Ayah kamu. Pokoknya aku mau selesaikan semuanya sekarang!" Ucap Shienna dengan menangis tersedu-sedu.


"Lo jangan aneh-aneh ya! Tiap hari ada aja yang diributin. Mau lo apa sih?" Ucap Fredy dengan kesal.


"Karena kamu sendiri yang buat masalahnya! Kamu nanya aku mau apa? Coba kamu berkaca ke diri kamu sendiri! Wanita mana yang mau dimadu!" Ucap Shienna dengan nada tinggi.


"Oh, jadi soal itu." Fredy kemudian melepaskan tangannya dari Shienna.


"Pokoknya aku bakal aduin soal video itu ke Ayah kamu! Biar tau rasa kamu!" Kata Shienna.


"Aduin aja! Gue gak takut." Jawb Fredy dengan santai.


"Hah?" Shienna kaget melihat respon dari Fredy.


"Iya, aduin aja. Karena gue udah gak takut dengan ancaman lo itu! Gue udah capek terus diinjek-injek sama lo! Gue gak perduli lagi mau gue bakal dipikul, digamar atau dikurung sma bokap gue. Gue udah gak peduli. Toh gue juga bisa aduin soal anak yang ada di kandungan Lo!"


"Anak itu kan bukan anak gue. Itu hasil hubungan gelap lo sama cowo yang bernama Bima kan? Gue bisa buktiin itu ke semua orang. Lo pikir gue cowok yang bisa lo bodohin? Gak lagi. Gue udah bukan Fredy yang dulu. Sekarang gue udah berubah. Dan lo gak bisa lagi injek-injek gue seenaknya. Lo harus inget itu!" Fredy kini balik mengancam Shienna.


"Apa katamu? Dari mana kamu tahu soal Bima?" Kini Shienna ketar-ketir.


"Soal itu? Lo gak ush tahu. Yang jelas gue udah gak mempan lagi ditakut-takutin soal video itu. Kalo lo mau ngadu silahkan. Gue juga bisa ngadu. Apalagi dia bokap gue." Kata Fredy dengan berani.


"Fredy. Dengerin aku. Aku ngelakuin semua ini karena aku cinta sama kamu. Aku gak mau kehilangan kamu! Kamu segalanya buat aku." Kini Shienna memelas di hadapan Fredy.


"Buanh rasa sayang lo itu karena udah basi! Dulu, gue yang ngejar-ngejar lo. Gue sayang sama lo malah lo selingkuhin dan lo campakkin gue. Sekarang giliran gue udah nemuin kebahagiaan gue sendiri lo malah coba ngerenggut itu dari gue. Mau lo apa sih!" Ucap Fredy dengan kesal.


"Aku gak maksud ninggalin kamu Fredy. Tapi waktu itu aku dikenalin cowo lain sama Papah dan aku gak bisa nolak. Terus aku dipaksa buat kuliah ke Boston. Aku juga gak bisa nolak." Shienna membela diri.


"Gak bisa nolak bukan berarti lo ninggalin gue dan selingkuhin gue. Emangnya gue gak tahu apa kalo lo main di belakang gue! Jadi Lo gak usah lagi buat ngarepin cinta dari gue! Atau ngemis atau muncul lagi di hidup gue."

__ADS_1


"Kalo sekarang lo mau pergi pergi aja. Gue gak larang. Malah bagus lo jauh-jauh dari kehidupan gue. Karena mulai saat ini gue mau membangun kehidupan baru gue sama Elle. Dan jangan terbersit sekalipun dalam pikiran lo buat ngehancurin kebahagiaan yang gue ciptain bareng Elle." Ucap Fredy dengan berapi-api.


"Wanita itu gak pantes buat dapetin kamu Fredy! Karena kamu hanya milik aku. Kamu gak bisa lepas dari aku." Kini Shienna menarik lengan Fredy.


"Lepasin tangan gue! Lebih baik lo cabut dari sini sekarang juga! Gue udah muak sama lo! Gue gak mau liat muka lo lagi! Pergi! Pergi sekarang! Gue udah ceraikan lo! Jadi pergi sekarang." Akhirnya kata cerai itu pun terlontar dari mulut Fredy sendiri.


"Fredy! Kamu bener-bener tega! Kamu ngusir aku dari sini? Aku gak mau! Aku gak mau pergi dari sini." Shienna bersikeras.


"Cukup Shienna. Gue udh bener-bener capek! Keamanan!" Teriak Fredy.


"Ya Tuan." Beberapa penjaga rumahnya pun datang.


"Bawa Nyonya Shienna pergi dari rumah ini. Antarkan ia pulang ke rumah orang tuanya. Cepat!" Ucap Fredy dengan marah.


"Tidak! Tidak! Aku tidak mau!" Shienna melawan.


"Maaf Nyonya. Kami tidak bisa melanggar perintah dari Tuan. Ayo ikut kami sekarang Nyonya. Kami akan antar Anda pulang." Ucap salah satu penjaga.


"Fredy! Kamu gak akan bisa lepas dari aku! Aku akan kembali ke hadapanmu lagi dan merebutmu dari wanita sialan itu! Ingat itu Fredy!" Ucap Shienna sambil di seret oleh para penjaga.


"Wanita itu benar-benar gila!" Ucap Fredy.


***


Fredy membuka pintu rumah orang tuanya. Kebetulan hari itu kedua orang tuanya sedang ada di rumah. Dengan santai sambil melonggarkan dasinya Fredy berjalan melewati orang tuanya yang sedang makan malam.


"Fred, mengapa kamu pulang?" Tanya Nyonya Aletha.


"Aku sudah bercerai dengan Shienna." Ucap Fredy dengan santai.


"Apa?" Tuan Danuarta yang tadinya fokus makan kini melotot ke arah Fredy.

__ADS_1


"Ya, Ayah tidak salah dengar. Aku telah menceraikan Shienna." Jawab Fredy dengan santai.


"Dasar anak kurang ajar!" Tuan Danuarta kini bangkit dari kursinya dan menjambak baju Fredy.


"Pukul saja Yah. Aku gak takut. Toh apa yang aku lakukan sudah benar. Apa Ayah mau aku menikahi wanita yang sudah dihamili oleh orang lain? Lalu anak dari hasil hubungan gelapnya dengan laki-laki asing itu akan mewariskan harta kita! Apa ayah mau?" Ucap Fredy dengan lantang.


"Apa maksudmu berkata demikian." Ayah kini menurunkan kedua lengannya.


"Aku akan jujur pada kalian sekarang juga. Tapi aku mohon pada kalian agar kalian mau mendengarkannya hingga selesai." Ucap Fredy.


"Ya Nak. Kami akan mendengarkannya hingga selesai." Jawab Nyonya Aletha.


"Baiklah. Jadi begini….."


"Seperti yang sudah kalian tahu aku sudah kenal dengan Shienna sejak SMA dan dulu aku begitu mencintainya. Hingga suatu hari aku melakukan hal bodoh! Yakni berhubungan intim dengannya saat sepulang sekolah di rumahnya. Shienna ternyata merekamnya. Dan rekaman itu kini ada di tangannya."


"Makanya dia, beberapa bulan yang lalu datang kembali kepadaku dan mendesakku agar mau menikah dengannya dan bertanggung jawab atas anak yang bahkan bukan darah dagingku."


"Aku putus dengan Shienna karena dia berselingkuh dengan laki-laki lain kemudian meninggalkanku pergi ke Boston. Aku tidak tahu jika satu tahun yang lalu dia kembali ke sini dan berhubungan dengan laki-laki yang bernama bima hingga dia hamil."


"Tapi untungnya aku memperoleh bukti rekaman yang menunjukkan bahwa anak itu hasil hubungannya dengan pria yang bernama Bima. Ayah bisa melihatnya sendiri."


"Mana rekamannya?" Tanya Tuan Danuarta.


"Tunggu dulu. Aku belum selesai bercerita. Aku juga sebenarnya memiliki seorang kekasih saat di kampus. Namanya Elle. Wnita yang Ayah buang ke jurang malam itu saat kami baru selesai melakukan hubungan intim. Wanita yang Ayah pikir sebagai pelacur! Dia kekasih Fredy Ayah! Fredy mencintainya dan dia sekarang sedang mengandung anak Fredy!" Ucap Fredy sambil menitikkan air mata tatkala menyebut nama Elle.


"Plak." Tuan Danuarta langsung menampar Fredy.


"Dasar bajingan!"


"Buk." Tuan Danuarta memukul Fredy tanpa ampun.

__ADS_1


__ADS_2