
”Aku harus pergi ke rumah orang tuaku.” Ucap Shienna berbohong.
“Terus ngapain lo bawa koper segala hah?”Fredy masih tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Shienna.
“Ini koper orang tuaku. Aku harus mengembalikannya sekarang.” Nampaknya Shienna mulai merasa tertekan.
“Apa isi dari koper itu?” Fredy hendak merampas koper itu dari tangan Shienna.
“Jangan macam-macam! Ini koper keluargaku! Kau tak berhak untuk merampasnya.” Shienna langsung menggenggam koper itu erat-erat.
“Gue gak bakal izinin lo buat keluar sebelum gue tahu isi dari koper itu!” Fredy bersikeras.
“Kamu gak bisa menghentikanku!” Shienna langsung kabur.
“Hey! Awas lo ya!” Fredy kemudian mengejar Shienna.
Shienna terus berlari hingga ke depan mobilnya. Ia melempar koper itu ke jok belakang dan langsung menstater mobilnya.
Fredy berada di samping mobil sambil mengetuk-ngetuk kaca mobil.
“Buka Shienna, lo gak bisa pergi gitu aja!” Ujar Fredy sambil masih mengetuk pintu mobil.
“Gak akan.” Shienna langsung tancap gas. Mobilnya pun melaju dengan kencang meninggalkan Fredy seorang diri.
“Awas lo ya! gue bakal ikutin lo!” Fredy langsung berlari ke garasi. Ia mengendarai mobil miliknya. Fredy langsung menjalankan mobil itu dengan kecepatan penuh.
“Lo gak bisa lolos dari gue Shienna.” Mobil Fredy langsung melesat keluar dari rumahnya.
Shienna mengendarai mobilnya dengan sangat kencang. Ia mengawasi mobil Fredy dari kaca spionnya. Shienna berusaha sekuat tenanga agar bisa lolos dari kejaran Fredy. Mobilnya pun berbelok secara mendadak sehingga Fredy tidak bisa mengejarnya karena mendadak. Usaha Shienna tidak sia-sia. Ia berhasil lolos dari kejaran Fredy.
“Sial!” Fredy memukul stirnya.
“Lihat saja nanti di rumah! Dasar wanita licik!” Fredy kemudian berbelok arah dan kembali pulang.
Sementara itu Shienna terus mengendarai mobilnya hingga ke tempat tujuan. Ialah tempat yang dijanjikan oleh pria itu. Dengan wajah yang tegang Shienna lalu menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah bar tua di pinggiran kota.
Bar itu sangat terbengkalai. Nampaknya tidka ada orang yang mau datang ke bar itu. Mungkin hanya orang gila atau gelandangan. Tapi siapa peduli, Shienna hanya ingin urusannya cepat selesai.
“Kamu dateng juga.” Pria itu menyambut kedatangan Shienna.
“Gausah banyak basa-basi.”Shienna benar-benar tak ingin berlama-lama di tempat itu.
__ADS_1
“Baiklah, nampaknya kau ingin segera menyerahkan uang itu kepadaku ya?” Pria itu tersenyum dengan aneh. Gigi-giginya yang tak rapih terlihat jelas saat ia tersenyum.
“Apa kau yakin akan melakukan semuanya di tempat ini?” Shienna mengawasi sekitar.
“Memangnya kenapa? kau tak suka tempat ini? oh, aku lipa. Kau Tuan Puteri dari orang kaya. Pasti tempat semacam ini tak cocok untukmu ya?” Ledek pria itu.
“Bukan itu maksudku dasar bodoh! Tempat ini terlalu terbuka. jika ada seseorang yang melihat maka...”
“Maka apa? Oh, ya..ya aku paham. Kau takut jika semuanya terbongkar. Baiklah aku punya tempat yang lebih tertutup dari ini, jadi.., ayo! Ikuti aku Tuan Puteri cantik.” Pria itu senang karena Shienna dengan bodohnya mengikutinya.
“...”Shienna mengikuti pria itu tanpa rasa curiga sedikitpun.
Shienna dibawa masuk oleh pria itu ke sebuah ruangan sempit nan pengap. Ruangan itu nampaknya kamar petugas bar itu. Ada sebuah dipan, kursi dan meja. Pria itu langsung duduk di atas kasur yang sudah tipis dan usang itu. Sementara Shienna duduk di kursi.
“Kau terlalu jauh. Mendekatlah.” Pria itu menyuruh Shienna untuk duduk di sampingnya.
“Kamu mau berbuat apa ha? Jangan macam-macam.” Shienna mulai merasa tak nyaman.
“Tentu. Akan akan menjadi pria yang baik di depanmu. Tapi sebelum itu, cepat duduklah di dekatku agar semuanya berjalan lebih cepat.” Ucap pria itu dengan nada merayu.
Dengan berat hati, Shienna pun menuruti perintah dari pria itu.
“Bagus, bagus. Kemarilah Tuan Puteri.” Pria itu tampak kegirangan.
“Kau mau apa brengsek?” Shienna kaget karena tiba-tiba ditarik secara paksa.
“Tenanglah. Aku tidak akan melukaimu sedikitpun. aku hanya bercanda.” Pria itu terkekeh.
“Jangan main-main denganku ya!” Shienna mulai kesal.
“Baiklah-baiklah. Langsung saja ke poin utamanya, mana uangnya? Kau membawanya kan?” Tanya Pria itu dengan wajah yang langsung berubah serius.
“Ya, tenang saja. Aku membawanya.” Jawab Shienna dengan enggan.
“Mana? Cepat keluarkan!” Pria itu sedikit membentak Shienna.
“Sabar sedikit! Dasar pria tamak!” Shienna lalu membuka kopernya. Terlihatlah beberapa gepok uang di dalamnya.
“Bagus, aku menyukainya. Cepat berikan padaku sekarang!” Pria itu benar-benar sudah terhipnotis dengan uang yang ada di hadapannya.
“Tunggu dulu. Aku ingin kau berjanji satu hal sebelum menerima uang ini. karena kau tahu kan, tidak ada yang geratis di dunia ini.” Ucap Shienna.
__ADS_1
“Sialan! Janji apa lagi hah? Apa tidka cukup dengan aku bungkam pada orang-orang soal hubungan kita? atau soal anak haram yang ada di perutmu itu?” Pria itu naik pitam.
“Jaga ucapanmu! Dengar, aku ingin kau pergi jauh dari kehidupanku. Menghilang kalau bisa. pokoknya kau harus jauh-jauh dari kehidupanku! Jangan pernah sekalipun kau dekat-dekat denganku lagi atau orang-orang di sekitarku. Lupakan apa yang sudah kita lakukan sebelumnya dan tutup mulutmu rapat-rapat soal rahasia itu. Kau menegrti?”
“Heeemmm. Entahlah, bagaimana jika aku tak mau, hah?” Pria itu malah semakin menantang Shienna.
“Kau harus mau atau aku tidak akan menyerahkan uangnya dan akan melaporkan kau ke polisi sekarang. Tanpa kau sadari, aku telah menyelipkan ganja di kantungmu. Jika aku lapor polisi maka kau akan habis.” Ancam Shienna. Ternyata wanita itu sudah menyipakan rencana sebelumnya.
“Sial! Dasar wanita licik!” Ucap Pria itu.
“Baiklah, aku menyetujuinya.” Jawab pria itu dengan enggan.
“Bagus.” Ucap Shienna.
“Kalau begitu mana uangnya?” Pria itu sudah tak sabar.
“Sabar. Nah!” Shienna lalu menyodorkan koper itu.
“Yash!”
“Eiits, kau janji?” Shienna menahan koper itu.
“Ya, ya! aku janji.” Jawab pria itu.
Shienna pun melepaskan cengkramannya.
Pria itu langsung membuka koper itu. Ia mengecek isinya dan menghitung satu persatu jumlahnya. Setelah selesai, ia lalu menatap Shienna dengan tatapan yang aneh. Dan seketika, tanpa terduga, pria itu langsung menarik kedua lengan Shienna dan mengikatnya di tiang ranjang itu.
“dasar gila! Kamu mau apain aku hah?” Shienna panik bukan main.
“Oh, tidak apa-apa. Aku hanya ingin bersendang-senang denganmu sebentar. Anggap saja ini sebagai balasanku atas perbuatanmu barusan. Berani sekali kau mengancam orang semacamku!” Pria itu mengikat kencang kedua lengan Shienna dengan ikatan sampul mati sehingga Shienna mustahil bisa membukanya.
“Lepaskan aku pria brengsek!” Shienna meronta-ronta.
“Tidak akan.” Pria itu kemudian memegangi dagu Shienna.
“Kau tahu, setelah terpisah denganmu selama beberapa bulan ini. rasanya aku rindu denganmu! Rindu pada malam-malam yang romantis seperti waktu itu. Di atas ranjang hotel yang mewah. Kau waktu itu kuhabisi tanpa perlawanan. Ku harap kali ini juga begitu. Tapi bedanya kali ini bukan di atas ranjang hotel yang mewah. Tapi di bawah gubuk kumuh ini. hahaha!” Pria itu tertawa puas.
“Lepasin!” Shienna masih memberontak.
“Sepertinya aku harus menutup mulutmu untuk semetara. Tapi kau tak usah takut, meski dengan mulut tertutup dan tangan yang terikat, kita masih bisa menikmati malam yang romantis ini sampai pagi. Hahaha.” Ucap Pria itu kini menyumpal mulut Shienna dengan kain.
__ADS_1
“Emmm...emmm” Shienna mencoba berteriak tapi uasahanya sia-sia. Mulutnya sudah disumpal dan tangannya terikat di tiang ranjang itu. Shienna benar-benar panik, sementara pria itu mulai melucuti baju Shienna satu persatu.