
“Dia harus bertahan hingga lahir.” Ucap Elle.
“Apa?” Fredy tak percaya dengan keputusan yang udah Elle buat.
“Elle, dia udah lemah, percuma lo mempertahankannya, yang ada malah bikin lo semakin sakit dan membahayakan kondisi lo.” Fredy membujuk Elle.
“Gak, gue yakin dia akan bisa bertahan sampai akhir. Lo lihat aja sendiri, gue udah berkali-kali nyakitin dia. Gue udah berkali-kali nyoba buat lenyapin dia tapi dia masih aja bertahan sampai saat ini. gue percaya, dia pasti pengen hidup, makanya dia bertahan hingga sejauh ini. dan gue semakin yakin setelah mendengar omongan lo barusan.” Jawab Elle.
“Omongan gue?” Fredy sedikit bingung.
“Ya, omongan lo. Gue harap gue bisa pegang omongan lo. Bahwa lo bahak tanggung jawab dan selalu ada buat dia. Lo janji ya sama gue kalau lo bakal selalu ada buat dia?” Elle kini menatap Fredy dengan penuh kesungguhan.
“Ya, gue janji Elle. tapi lo bakal terus kesiksa dan kesakitan selama dia ada di perut lo Elle.” Fredy masih bersikeras dengan keputusannya.
“Gue gak peduli. Yang gue peduliin sekarang bukan lagi diri gue, tapi dia. Gue rela kasih kehidupan gue buat dia. Dia emang ada dari kesalahan kita, tapi percayalah, dia adalah suatu alasan yang udah Tuhan kasih ke kita.” Ucap Elle dengan menitikan air mata.
“Elle...”Fredy kini menangis.
“Lo gausah khawatirin gue. Lo udah janji sama gue buat selalu ada buat dia, gue harap lo bener-bener menepati janji itu.” Ucap Elle.
“Gue janji Elle.” Fredy kini memeluk Elle.
***
Fredy keluar dari ruangan dengan wajah sendu. Orang-orang yang menunggu di luar termasuk mamahnya sendiri tampak sangat penasaran.
“Bagaimana Fred, apa keputusannya?” Tanya Nyonya Aletha dengan begitu tak sabar.
“Bayi itu harus dipertahankan.” Ucap Fredy dengan sedih.
“Gak! Gak mungkin! Ini pasti gara-gara kamu yang udah maksa Elle buat mutusih hal itu kan? Ngaku!” Reynold kini menyerang Fredy dan menjambak kerah bajunya.
“itu keputusannya! Bukan keputusan gue! Dia sendiri yang maksa gue buat nerima keputusannya. Gue juga gak rela kalo Elle kenapa-napa asal lo tahu ya!”Ucap Fredy dengan emosi.
Reynold pun menurunkan Fredy. Ia geram lalu meninju tembok.
“Arrrggghhh!” Reynold berteriak.
“Tenanglah nak.” Mamah Reynold mencoba menenangkan anaknya.
Fredy kemudian bertemu dengan dokter dan menyampaikan keputusan yang sudah diambil.
__ADS_1
“Jadi, bagaimana? Apa keputusannya?” Tanya Dokter.
“Dia menyuruhku untuk memeprtahankan bayi itu.”Jawab Fredy.
Mendengar hal itu dokter langsung berubah sedih.
“Kenapa dok? Mengapa anda terlihat begitu sedih? Apa ada kemungkinan buruk lainnya?” Tanya Fredy dengan cemas.
“Tidak, aku hanya sedih karena kasihan dengan Nona Elle, ia akan sangat menderita. Kita doakan saja semoga Nona Elle bisa bertahan,” Ucap Dokter.
“Maksud dokter bertahan?” Fredy tampak curiga.
“Tidak, maksud saya bertahan dalam menahan rasa sakit itu. Anda tahu sendiri bagaimana rasa sakit yang akan dirasakan oleh Nona Elle. pesan saya, anda harus terus berada di sampingnya, agar ia mampu bertahan dan melewati semua ini.” Jelas Dokter.
“Ya, baik dok.” Jawab Fredy.
Setelah menemui dokter Fredy pun kembali ke ruangan Elle. di sana masih ada Reynold dan Mamahnya.
“Kau sudah menemui dokter?” Tanya Nyonya Aletha.
“Sudah. Aku juga sudah menandatangani persetujuan itu. Tinggal cap dari Elle.” jawab Fredy.
“Kalau begitu Mamah akan pulang sekarang, Ayahmu akan marah jika melihat mamah tidak ada di rumah saat ia pulang. Kau tetaplah di sini dan temani Elle, besok mamah akan ke sini lagi dan kau bisa berangkat kerja.” Ucap Nyonya Aletha.
“Lo udah gak berhak buat ngejaga Elle karena sekarang ada gue! Elle yang bilang kalo gue harus terus ada buat anaknya. Jadi lebih baik lo yang pergi dari sini.” Ucap Fredy tak mau kalah.
“Heh! Kamu sadar diri dong! Yang membiayai pengobatan Elle selama ini itu aku! Jadi akulah yang berhak menemani Elle, aku sahabatnya dari sejak kami SMA, aku yang selalu ada untuk Elle selama ini!” Reynold bersikukuh.
“Biaya? Memangnya berapa uang yang udah lo keluarin buat membiayai rumah sakitnya? Mana? Tunjukkin struknya biar gue ganti dua kali lipat.” Ucap Fredy.
“Anak saya tidak butuh itu. Anak saya juga tidak kekurangan uang. Tolong sadar dirilah, yang selama ini sudah berkorban untuk Adelle adalah anak saya, bukan kamu.” Mamah Reynold membela anaknya.
“Sepertinya bukan ranah kita untuk ikut campur soal ini.” Tegas Nyonya Aletha.
“Ikut campur? Bukankah anda duluan yang sudah ikut campur?” Mamah Reynold tak mau kalah.
“Ah, sudahlah. Ini tidak akan selesai-selesai. Begini saja, kalian berdua tanyakan saja langsung pada Elle, siapa yang Elle pilih untuk menemaninya.” Nyonya Aletha memberi saran.
“Baiklah.” Ucap mereka beruda.
Mereka pun masuk ke ruangan Elle secara bersamaan.
__ADS_1
“Elle!” Ucap mereka berdua.
Elle tampak kaget melihat mereka bedua yang masuk ke ruangan Elle secara bersamaan.
“Kaliaan...ngapain kalian ke sini?” Tanya Elle dengan wajah tampak bingung.
“Elle, siapa yang akan kau pilih untuk menjagamu malam ini?” Tanya Reynold.
“Gue aja Elle. gue lebih berhak daripada dia.” Bujuk Fredy.
“Engga, aku aja Elle. Aku kan yang selama ini menjagamu Elle, aku yang selalu ada untukmu. Jadi aku saja Elle.” Reynold tak mau kalah.
“Cukup! udah gue bilang jangan ribut di sini!” Elle tampak pusing.
“....” Mereka berdua pun saling terdiam.
“Denger, gue gak akan milih siapapun, karena gue gak butuh seseorang buat jagain gue malam ini. ada banyak suster dan perawat yang jagain gue. Jadi kalian gak usah cemas soal itu. Lebih baik kalian semua pulang. Kalian malah bikin gue tambah pusing.” Ucap Elle.
“Tapi Elle...”Ucap Reynold.
“Nggak, Fredy...lebih baik lo pulang sekarang. Loh harus jagain Shienna. Dia juga istri lo. Jangan biarin dia ngerasa kesepian, dia butuh lo di sampingnya. Lo harus pulang sekarang. Lo harus jaga rumah tangga lo.” Ucap Elle.
“Tapi Elle, lo...” Fredy ragu.
“Pulanglah, gausah pikirin gue. Pulang.” Ucap Elle memkasa. Fredy pun menuruti perintah Elle.
“Yaudah, gue pulang sekarang. Jaga diri lo baik-baik ya Elle. besok gue bakal ke sini lagi kok.” Ucap Fredy.
“Ya,” Jawab Elle. Fredy pun keluar ruangan.
“Dan elo Rey...Lo juga pulang.” Ucap Elle kini menatap Reynold.
“Apa? Engga Elle. gue harus jagain lo.” Reynold bersikeras.
“Pulang Rey, udah cukup lo jagain gue selama ini. makasih, karena udah jagain dan selalu ada buat gue. Makasih juga karena udah ngeyakinin gue buat bertahan sampai sejauh ini. kalau bukan karena lo, mungkin gue gak bakal bertahan sampai di titik ini. makasih banyak, gue bingung harus balas kebaikan lo dengan apa. Gue Cuma bisa bilang makasih doang.” Ucap Elle.
“Gak Elle, aku tulus ngelakuin semua itu buat kamu.” Ucap Reynold.
“Rey, lo udah ngelakuin dan ngorbanin banyak hal buat gue. Sekarang saatnya lo buat kembali ngelanjutin hidup lo yang udah tertunda gara-gara gue. Lo harus kembali kuliah, gausah kerja lagi. Biar gue sendiri yang biayain hidup dan pengobatan gue. Gue juga masih ada tabungan Rey. Lo pokoknya harus balik kuliah, lo udah janji sama gue buat jadi orang sukses. Dan lo harus tepatin janji itu. Lo harus jadi orang sukses Rey.” Ucap Elle.
“Engga Elle, hidup aku ya sama kamu. aku gak ngerasa berkorban apapun buat kamu. ini semua aku lakuin murni karena aku mau ngelakuinnya Elle dan aku enjoy ngelakuin semua ini. tolong jangan ngerasa bersalah atas apa yang udah aku lakuin ke kamu Elle.” Ucap Reynold.
__ADS_1
“Gue tau lo bakal ngotot kaya gini. Lo emang manusia paling baik yang udah gue kenal Rey. Tapi sekarang lo pulang ya. please.” Desal Elle.
“Hufftt...”Reynold menghela nafas dengan berat. Ia pun mengalah dengan keputusan Elle.