Terjerat Cinta Kupu-kupu Malam

Terjerat Cinta Kupu-kupu Malam
Bab 40


__ADS_3

Hari itu, Fredy dan Nyonya Aletha pergi ke rumah sakit. Sesuai dengan janji Fredy pada Elle bahwa ia akan bertemu dengan Elle hari ini. nampaknya Elle ingin mengatakan sesuatu yang penting. Mungkinkah terkait pernikahan? Fredy hanya bisa menerka-nerka.


“Ayo kita berangkat sekarang Nak.” Ucap Nyonya Aletha.


“Baik Mah.” Fredy pun menyalakan mesin mobil dan mengendarai mobilnya menuju rumah sakit.


Sepanjang jalan Fredy terus kepikiran dengan Elle. ia tak henti-hentinya menerka apa yang akan Elle katakan padanya. Nyonya Aletha menyadari ada yang tidak beres dengan puteranya. Ia pun menyadarkan Fredy dari lamunannya.


“Fred, apa kau baik-baik saja.” Ucap Nyonya Aletha.


“Hah? Tentu. Aku baik-baik saja Mah. Aku...hanya melamunkan hal-hal yang tidak penting.” Ucap Fredy.


“Kau anak Mamah, Mamah yang melahirkan dan membesarkanmu. Mamah tahu betul kau seperti apa. kau pasti sedang memikirkan Adelle ya?” Tanya Nyonya Aletha.


“Hah....Emmm...entahlah Mah. Aku juga bingung.” Jawab Fredy dengan tatapan lurus ke depan.


“Tak usah terlalu dicemaskan. Yang perlu kau fikirkan sekarang adalah tentang kesehatannya dan bayi yang ada dalam kandungannya. Selebihnya, biarkan takdir yang memutuskannya.” Ucap Nyonya Aletha menasihati.


“Ya. Mamah benar.” Fredy pun kembali fokus menyetir mobil.


Mereka pun tiba di rumah sakit. Fredy datang lebih awal dari waktu yang dijanjikan. Tak apa, lebih awal lebih baik, begitu fikirnya. Ia dan Mamahnya pun bergegas ke ruangan Elle.


“....”Fredy mengetuk pintu.


“Ya, siapa? Ah, Fredy.” Mamahnya Elle membukakan pintu.


“Tante.” Fredy tampak agak takut menatap wajah Mamahnya Elle secara langsung. Ia telah membuat anaknya dalam kondisi seperti ini. mungkin Fredy tidak akan pernah dimaafkan oleh Mamahnya Elle.


“Ya. Elle sudah menunggu. Silahkan masuk.” Ucap Mamah Elle dengan dingin dan tanpa basa-basi.


Fredy dan Nyonya Aletha pun masuk ke dalam.


“Ah, anda sebaiknya menungu dulu di luar bersama saya. Nanti jika anak anda menyuruh anda untuk masuk ke dalam baru anda bisa masuk.” Jelas Mamah Elle pada Nyonya Aletha.

__ADS_1


“Oh, Baiklah.” Nyonya Aletha pun mengikuti Mamah Elle duduk di luar.


Fredy akhirnya masuk sendirian. Ia melihat Elle yang tengah terbaring di kasur kini menatap wajahnya. Semakin hari tubuh Elle semakin kurus, lesung pipinya semakin terlihat. Matanya semakin cekung. Kontras dengan perutnya yang kian menonjol.


“Elle.” sapa Fredy.


“Selama gue kenal sama lo, baru pertama kali gue liat lo tepat waktu.” Ucap Elle.


“Ya, gue udah berubah Elle. sesuai dengan janji gue ke elo.” Jawab Fredy.


“....”Elle tersenyum tipis. Lesung di pipinya semakin nampak jelas.


“Lo mau ngomong apa ke gue Elle.” Fredy kini duduk di samping Elle.


“Gue bingung harus ngomong dari mana.” Ucap Elle kini menatap wajah Fredy dengan sendu.


“Lo gak usah bingung Elle. gue janji bakal denger semua omongan lo dengan baik. Sekarang, gue adalah sebagian dari lo dan lo adalah sebagian dari diri gue. Jadi lo gausah bingung.” Ucap Fredy kini menggenggam lengan Elle.


“Gue yang harusnya minta maaf ke elo Elle. gue yang salah, gue yang udah bikin lo kayak gini. gue yang harusnya ngemis permintaan maaf ke elo dan Nyokap lo, bukan sebaliknya.” Jawab Fredy dengan mata yang berlinang.


“Tapi gue juga salah Fred, udah maksain cinta gue ke elo. Padahal seharusnya gue ngerti kalau lo masih terluka dan trauma dengan masa lalu lo.” Ucap Elle kini berkaca-kaca.


“Engga Elle, justru dengan adanya elo, luka gue sembuh Elle. gue bisa bangkit dan jadi diri gue sendiri karena elo. Seharusnya gue ungkapin ini dari dulu. Gue minta maaf karena gak pernah jujur sama lo.” Fredy kini menitikan air mata.


“Lo bener-bener udah berubah Fred. Lo bukan Fredy yang berandalan dan gak bertanggung jawab kaya dulu. Sekarang lo jadi diri lo yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Gue seneng liatnya.” Ucap Elle dengan terharu.


“Iya Elle, dan gue harap lo jangan sedih lagi. Lo harus sembuh, biar kita bisa bareng-bareng lagi kaya dulu. Dan, jika Tuhan mengizinkan, akan ada dia diantara kita yang bakal ngelengkapin kebahagian kita. gue udah siapin segalanya buat kita bertiga. Pokoknya lo gak usah kahwatir, lo harus sembuh, biar kita bisa bangun kebahagian kita bertiga.” Ucap Fredy dengan senyum tulusnya.


“Fred, gue pengen lo janji sama gue. Lo mau kan?” Tanya Elle dengan berlinang air mata.


“Iya Elle, gue mau. Lo mau gue janji apa?” Fredy ikut terharu. Ia pun mengusap rambut Elle yang menghalangi wajahnya.


“Fred, tolong cintai, rawat dan sayangi dia dengan tulus ya. lo harus jadi orang baik buat dia, lo harus sukses dan berhasil buat dia. Lo lanjutin sekolah lo sampai selesai. Lo jalanin bisnis lo sampai sukses. Pokoknya lo harus jadi manusia buat dia. Jangan pernah sekalipun lo balik lagi ke dunia gelap lo di masa lalu. Lo harus berjuang buat dia. Lo harus selalu ada buat dia.” Ucap Elle dengan menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


“Lo ngomong apa sih Elle? lo kayak mau kemana aja. Lo gausah mikirin kaya gituan, yang lo harus pikirin sekarang adalah lo bisa cepet sembuh. biar kita bisa rawat dan sayangi dia bareng-bareng Elle.” Ucap Fredy dengan haru.


“Nyokap Lo kesini juga kan?” Elle kini mengusap air matanya.


“Iya, dia ada di luar. Biar gue panggilin ya. tunggu bentar.” Fredy pun keluar untuk memanggil ibunya.


Tak lama kemudian Fredy datang dengan ibunya.


“Adelle.” Ucap Nyonya Aletha kini duduk di sebelah Elle dengan Fredy.


“Nyonya...”Sapa Elle.


“Panggil saja Mamah. Kau juga anak Mamah sekarang.” Ucap Nyonya Aletha dengan tatapan haru.


“Mah, maafin Elle. gara-gara Elle Fredy jadi seperti ini.” Ucap Elle kini menitikan air mata.


“Kamu gak usah minta maaf Elle. justru kamilah yang harus minta maaf padamu. Kamu yang menderita.” Ucap Nyonya Aletha kini mengelus lembut wajah Elle.


“Mah, Elle boleh minta sesuatu pada Mamah? satu kali saja.” Ucap Elle.


“Tentu nak, katakanlah.”Jawab Nyonya Aletha.


“Elle ingin titipkan anak Elle pada Mamah. jika terjadi sesuatu pada Elle...”


“Tidak, kau jangan biacara seperti itu Nak, kau pasti akan sembuh.” Ucap Nyonya Aletha kini menitikan air mata.


“Elle hanya berfikir jika hal paling buruk itu terjadi, tolong jagalah anak Elle dengan baik, sayangi ia seperti Mamah menyayangi anak Mamah sendiri. Karena Elle tahu, Fredy tidak bisa melakukannya sendiri, Fredy butuh bantuan Mamah, Elle harap Mamah akan menjaganya dengan penuh cinta dan kasih sayang.” Ucap Elle dengan berlinang air mata.


“Elle, mamah yakin kau pasti sembuh. kau jangan berfikiran terlalu jauh ya nak. Optimis kau pasti sembuh.” Jawab Mamah kini menghapus air mata yang jatuh ke pipi Elle.


“Berjanjilah, Elle mohon.” Desak Elle.


“Baiklah, Mamah berjanji. Tapi kau harus sembuh ya.” Ucap Mamah.

__ADS_1


__ADS_2