
Adi tersenyum. Ia meminum air putih lagi. Sekarang gelasnya sudah kosong. Ayu menawarinya untuk mengembalikan gelas ke dapur. Ia menggeleng.
“Biar Mas saja. Aku ingin bertemu ibu kamu. Mau bilang sesuatu.”
“Bilang apa Mas?” Tanya Ayu penasaran.
“Mau bilang terimakasih karena sudah mendidik kamu menjadi secemerlang ini."
Ayu tersipu mendengar jawaban Adi. Untung saja Ayu menaruh sedikit blush on di kedua pipinya, jadi mungkin bisa membantu menyamarkan semburat merah yang baru saja tercipta karena ulah laki-laki di hadapannya itu.
“Mas," kata Ayu tertahan.
“Ya?”
“Boleh aku bilang sesuatu juga?”
“Siap mendengarkan." Balas Adi.
“Aku cuma mau bilang terima kasih. Terima kasih sudah mau berjuang, memperjuangkan, dan menjadi pejuang untuk semua ini. Aku tak pernah merasakan bahagia seperti ini. Bahagia karena telah diperjuangkan.”
Laki-laki itu berdiri, menoleh ke arah Ayu, menarik napas dan mulai berkata.
“Ayu, sini aku kasih tahu. Kamu itu berharga, maka Mas berjuang untuk kamu.Tapi pernikahan tidak akan mungkin bertahan jika hanya salah seorang saja yang berjuang. Mas ingin kita melakukannya bersama-sama. Nah, sekarang Mas tanya, Ayu mau berjuang bersama Adi?”
Mata Ayu panas, pipinya juga. Ayu seperti akan menangis. Ayu mengangguk sebelum laki-laki itu berkata lagi.
“Iya, kita akan berjuang bersama-sama, Mas,”
Tersenyum lagi. Adi senyum lagi. Ayu tersipu. Adi benar-benar tahu cara membuat Ayu bahagia.
“Kau tahu Ayu?” kata Adi lagi. Posisi mereka sudah ada di depan pintu masuk.
“Aku ingin hari ini cepat berlalu.”
“Karena apa?”
__ADS_1
“Karena aku berharap hari ini bisa dipercepat. Karena besok itu, akan menjadi hari Mas dan kamu. Hari kita. Dan, Mas ingin sekali bisa menggandeng tanganmu dengan halal."
Ayu memandang Adi yang kini berjalan masuk ke dalam rumah.
'Ya Tuhan... Aku tak pernah merasa sebahagia ini. Terimakasih karena telah memberi kesempatan kepada hati ini untuk jatuh cinta lagi. Karena Engkau Sang Maha Pembolak-balik hati, maka mantapkan lah pilihan kami masing-masing. Izinkanlah laki-laki ini mendapatkan apa yang telah diperjuangkannya selama ini. Izinkanlah kami berjuang bersama-sama. Izinkanlah dia menjadi seseorang yang kelak bisa membawa cintaku kepada-Mu lebih baik lagi. Aamiiin.' ucap Ayu dalam hati.
*************
Hari pernikahan yang dinantikan Adi akhirnya tiba...
Sejak semalam, Ayu tak bisa tidur pulas memikirkan apa yang akan terjadi esok hari di hari pernikahannya yang kedua kalinya.
Setiap perempuan punya cara berbeda dalam memaknai pernikahan. Kisah seputar pernikahan masing-masing orang pun bisa memiliki warnanya sendiri. Selalu ada hal yang begitu personal dari segala hal yang berhubungan dengan pernikahan.
Menikah adalah sebuah komitmen terhadap cinta untuk hidup bersama baik dalam duka maupun duka. Jika ditanya kisah cinta impian Ayu seperti apa, sudah pasti jawaban Ayu adalah seperti disney princess.
Sejak kecil Ayu memang sangat menyukai cerita disney princess, mulai dari Cinderella, Snow White, Aurora, Belle, Putri Jasmine, hingga Ariel si Putri Duyung. Sebuah kisah di mana selalu ada ending yang manis dalam setiap ceritanya. Selama 5 tahun Ayu belum pernah menjalin cinta lagi setelah kematian mendiang suami pertamanya, dan kini akhirnya Tuhan mempertemukan Ayu dengan calo suaminya dengan cara yang tidak terduga.
Mereka akan menikah hari ini, dan acara pernikahan ini mereka laksanakan setelah satu hari dari hari lamaran.
Tentu saja tidak ada foto prewedding, karena pernikahan keduanya yang terkesan begitu mendadak. Apalagi karena pernikahan itu hanya dilakukan secara sirih. Meski begitu, acara pernikahan Ayu dan Adi akan dirayakan dengan pesta kecil dengan mengundang warga sekitar.
Acara pernikahan Ayu memang bukan seperti Disney Wedding yang acara pestanya begitu perfek, tapi bagi Ayu, pernikahan ini adalah acara terhebat yang akan ia kenang seumur hidup dan diceritakan pada anak cucunya nanti.
"Nak, pernikahan bukanlah sebuah akhir, tapi merupakan sebuah awal yang terus kita jalani dalam kasih sayang dan membuatnya menjadi bahagia selamanya. Ibu selalu berdoa agar ikatan cinta kalian akan selalu dalam ridho Allah yang akan membawa kalian berdua ke surga." Ucap Bu Ida pada Ayu dan Adi saat akad selesai.
Pernikahan berlangsung penuh khidmat. Bu Ida tak henti-hentinya meneteskan air mata melihat Ayu dipersunting Adi, apalagi yang menjadi wali Ayu adalah adiknya sendiri. Mengingat sang ayah yang sudah meninggal.
Para warga sekitar yang ikut menghadiri pernikahan Ayu memiliki perasaan yang berbeda-beda. Beberapa Ibu-ibu merasa lega karena akhirnya janda Ayu menikah juga. Disisi lain, banyak wanita terutama yang masih lajang merasa iri.
'Kenapa Ayu yang janda itu bisa mendapatkan pria lajang, tampan dan kaya.' pikir mereka.
Sementara para pria yang selama ini menaruh hati pada Ayu tentu saja merasa kecewa dan marah karena tak bisa mendapatkan Ayu.
*************
__ADS_1
Waktu sudah menunjukan pukul 18.00 tamu sudah mulai sedikit ada beberapa yang mulai undur diri dan menuju proses sepi.
Masih ada suara dari arah belakang terdengar suara Arya dan paman Ayu yang bersahutan dan sesekali tertawa dan entah apa yang tengah mereka bicarakan.
Sesekali Adi melirik wajah Ayu dalam satu kali lirikan. Dan Adi pun tahu Ayu melakukan hal yang sama yaitu curi-curi pandang. Waktu ini adalah kesempatan yang tepat. Adi tersenyum dan Ayu membalasnya.
'Ayu wanita yang aku nikahi tadi pagi, kini telah sah menjadi istriku.' ucap Adi dalam hati.
Setelah tamu sudah tidak ada, Ayu berpamitan untuk ke kamar lebih dulu. Adi di temani Arya dan Bu Ida juga paman Ayu masih asik menonton acara tv.
“Nak, cepat istirahat dulu,” kata Bu Ida.
“Nanti aja Bu." Jawab Adi.
Otak dan ucapan Adi sungguh tidak sinkron. Hatinya ingin cepat menyusul Ayu, tapi ucapan berkata lain.
Pukul 23.00 ......
“Kak Adi, cepat istirahat sana, pengantin kok begadang nonton tv.” Kata Arya menggoda Adi.
Adi yang malu pun akhirnya pergi ke kamar.
Ayu ternyata menunggu Adi dengan sedikit cemberut. Namun setelah itu hanya cicak dan Tuhan yang tahu apa yang mereka lakukan.
Saat adzan subuh berkumandang, Adi berpikir keras bagaimana bisa keluar kamar tanpa mengeluarkan suara.
Saat keluar, Adi sangat berhati-hati agar tak menimbulkan suara apapun. Ia mengerahkan segala kemampuannya, bagaimana agar suara dikamar mandi tidak membangunkan penghuni yang lainnya.
Akhirnya Adi selamat, tak ada yang memergoki dirinya mandi subuh tadi.
Pagi saatnya sarapan bersama-sama, semua mata terasa memandang ke arah Adi.
'Andai saja aku yang memakai kerudung mungkin kilat basah rambutku yang habis keramas tidak akan ketahuan.' pikir Adi yang melihat Ayu memakai kerudung.
Namun semua keluarga tersenyum, mereka menatap Ayu dan Adi dengan senyuman termanis mereka di pagi ini.
__ADS_1
Bersambung.....