
Adi pergi ke area bermain anak, untuk menemui Farel. Bocah kecil itu tampak begitu senang saat melihat kedatangan papanya.
"Papaaa...." Teriak Farel berlarian ke arah Adi.
Adi langsung berjongkok dan memeluk Farel.
"Papa kemana aja, kenapa tidak pernah pulang ke rumah?" Tanya Farel polos.
"Papa punya banyak pekerjaan. Bagaimana kabar jagoan Papa?" Balas Adi balik bertanya.
"Aku baik Pa." Wajah Farel berubah murung.
"Ada apa?" Tanya Adi.
"Aku rindu Papa. Selama Papa tidak di rumah, Mama juga tidak pernah ada di rumah. Aku selalu main sama Nanny. Kalau pun Mama ada di rumah, Mama selalu main Hp. Tidak pernah mau main denganku." Ujar Farel.
Adi menggelengkan kepalanya.
"Jagoan Papa mau apa sebagai hadiah ulang tahun?" Tanya Adi.
Farel tampak berpikir sesaat. Dia kemudian menggeleng.
"Tidak mau apa-apa ya?" Tanya Adi tersenyum.
__ADS_1
"Aku mau Papa pulang." Jawab Farel.
Adi menghela napas lalu tersenyum dan mengusap kepala Farel dengan lembut.
"Papa belum bisa pulang. Tapi Papa janji, saat semua pekerjaan Papa selesai, Papa akan tinggal bersama Farel. Bagaimana?"
Farel mengangguk.
"Kalau begitu, Papa pergi dulu ya. Sampai ketemu di hari ulang tahunmu nanti."
Farel memeluk sang papa sekali lagi lalu melepaskannya.
Setelah itu, Adi bergegas pergi dan meninggalkan mall. Dia tidak mengetahui bahwa Sarah mengikuti mobilnya dari arah belakang.
Dari kejauhan, Sarah melihat mobil Adi masuk ke dalam sebuah rumah yang cukup mewah namun minimalis. Sarah mencoba mendekat. Meski pintu gerbang di tutup, Sarah masih bisa melihat dengan jelas saat Adi keluar dari dalam mobil dan disambut oleh seorang wanita yang tak lain adalah Ayu.
"Jadi, disini kalian tinggal." Ujar Sarah dari dalam mobil.
Sarah berpikir, apa sebenarnya hubungan Ayu dengan Adi.
"Apa jangan-jangan mereka diam-diam sudah menikah?" Ucap Sarah lagi.
Sarah lalu melihat seorang wanita yang menggunakan motor keluar dari dalam rumah yang berdampingan dengan rumah Adi dan Ayu. Sarah lalu bergegas keluar dari dalam mobilnya dan menghentikan wanita itu.
__ADS_1
"Ada apa Mbak? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya wanita itu.
Sarah sebenarnya kesal karena di panggil 'mbak'. Ia merasa panggilan itu rendahan dan digunakan untuk memanggil pembantu. Tapi karena Sarah memerlukan bantuan wanita itu, jadi dia berusaha menahan amarahnya.
"Maaf, aku mau bertanya. Apakah kau mengenal wanita yang tinggal di rumah itu?" Tanya Sarah menunjuk rumah Ayu.
Wanita itu menatap Sarah penuh curiga.
"Ada urusan apa ya dengan Mbak Ayu?" Tanya wanita itu.
"Oh, jadi wanita itu namanya Ayu." Balas Sarah.
Wanita dihadapan Sarah, menatap Sarah semakin penuh curiga.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Sarah.
"Anda terlihat seperti orang jahat." Balas wanita itu.
"Sialan." Umpat Sarah. "Heh, asal kau tahu ya, lelaki yang berada di dalam rumah itu adalah suamiku." Ucap Sarah lalu masuk ke dalam mobilnya.
Sarah lalu bergegas pergi meninggalkan kompleks perumahan Ayu. Sementara wanita yang berbicara dengan Sarah tadi termenung. Ia masih mencerna apa yang diucapkan oleh Sarah.
"Apa maksud wanita tadi? Pak Adi adalah suaminya? Bukankah Mbak Ayu adalah istri dari Pak Adi? Kalau begitu, siapa yang sebenarnya istrinya? Atau jangan-jangan Pak Adi berselingkuh? Aduuuhh, tidak bisa dibiarkan ini. Mbak Ayu harus aku beritahu." Ucap wanita itu kemudian kembali melanjutkan perjalanannya yang hendak keluar ke minimarket.
__ADS_1
Bersambung....