Terjerat Cinta Pria Beristri

Terjerat Cinta Pria Beristri
20. Sarah Marah


__ADS_3

Adi dengan cepat mengendarai mobilnya agar segera tiba di rumah. Bayangan wajah sang Mama yang tengah sakit, terus saja terbayang di pelupuk matanya.


"Ku mohon Ma, Mama harus baik-baik saja." Ucap Adi seraya terus fokus menyetir.


Setelah satu jam perjalanan, Adi akhirnya tiba di rumahnya. Ia bergegas turun dari dalam mobil dan melangkah cepat masuk ke dalam rumah.


Adi lebih dulu memencet bel, menanti pembantu yang akan membukakan pintu. Namun ternyata, Sarah lah yang membuka pintu untuknya.


"Tumben sekali kau yang membuka pintu." Ucap Adi acuh. "Mana Mama?" Tanya Adi saat melangkah masuk.


Sarah tak mengatakan apapun, namun raut wajahnya terlihat penuh kemarahan.


Adi hendak berjalan ke arah kamar mama nya. Tapi Sarah langsung menariknya ke dalam kamar mereka.


"Apa-apaan kau ini?" Ucap Adi kesal.


Saat Adi hendak berjalan keluar dari dalam kamar, Sarah langsung melempari Adi dengan berbagai macam benda yang ada diatas meja riasnya.


"Kurang ajar kau Mas." Teriak Sarah.


Adi yang bingung hanya bisa menjawab, "apa-apaan kau ini? Mana Mama?" Tanya Adi. "Dan kenapa kau melempari aku?"


"Jelaskan padaku, siapa wanita murahan itu?" Teriak Sarah dengan kencang.

__ADS_1


"Wanita apa?" Tanya Adi lebih berteriak yang membuat Bu Indah, Mama Adi keluar dari dalam kamarnya dengan menggunakan kursi roda.


"Perempuan yang bersama mu di bandara pagi tadi. Siapa dia?" Teriak sarah lagi.


Bu Indah tiba-tiba muncul di depan pintu kamar Adi dan Sarah.


"Ada apa ini?" Tanya Bu Indah terlihat khawatir.


Adi langsung menghampiri sang Mama dan menanyakan kabarnya.


"Ma, bagaimana kabar Mama? Bukankah Mama sakit?" Tanya Adi yang berlutut dihadapan Bu Indah.


Bu Indah pun menjawab, "Mama baik-baik saja. Seperti yang kau lihat, Mama sehat. Hanya kaki Mama saja yang sakit seperti biasanya."


"Apa maksud kamu bilang di telepon kalau Mama lagi sakit parah? Hah?" Bentak Adi.


"Kalau aku gak bilang begitu, kamu pasti gak akan pulang dan lebih memilih untuk berduaan dengan pelakor itu." Teriak Sarah.


"Gila kamu." Ucap Adi seraya membawa Mama nya masuk kembali ke dalam kamar.


Sarah terus saja berteriak, menyumpahi Adi dengan kata-kata kotor. Sementara Adi tidak menghiraukannya.


"Sialan kau Mas, kembali kemari dan jelaskan padaku siapa wanita itu?" Teriak Sarah.

__ADS_1


Adi sampai di kamar Bu Indah.


"Maya mana Ma?" Tanya Adi.


Maya adalah suster yang membantu dan merawat Bu Indah selama ini.


"Tadi siang Maya izin pulang. Ibu nya telepon, bilang kalau Ayah nya lagi sakit." Jawab Bu Indah.


"Terus dari tadi siapa yang bantuin Mama?" Tanya Adi lagi.


"Sa...."


"Jangan bohong Ma. Mama mau bilang Sarah kan?" Ucap Adi menyela pembicaraan Bu Indah.


Selama ini Sarah memang tak pernah membantu mengurus Bu Indah. Dia melepaskan semuanya pada Maya. Jangankan Bu Indah selaku mertuanya, Farel anak nya saja sangat jarang diurus oleh Sarah. Bahkan Farel menjadi lebih dekat dengan pengasuhnya yang bernama Susi.


"Sekarang kamu jelaskan sama Mama, apa maksud omongan Sarah tadi?" Tanya Bu Indah.


Adi selama ini memang selalu jujur terhadap Mama nya. Bahkan Bu Indah tahu benar bagaimana hubungan Adi dengan Sarah. Namun, Bu Indah selalu menyarankan Adi untuk tetap mempertahankan rumah tangga mereka. Meski selama ini Adi selalu ingin berpisah dengan Sarah.


Adi pun lantas menceritakan semuanya pada Bu Indah. Menceritakan tentang dirinya yang sudah menikah dengan Ayu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2