Terjerat Cinta Pria Beristri

Terjerat Cinta Pria Beristri
24. Mall


__ADS_3

Hari-hari berlalu....


Kehidupan rumah tangga Ayu dan Adi berjalan dengan lancar. Ayu sendiri sudah mulai bersosialisasi dengan para tetangga dekat rumahnya. Ia mulai sering saling mengunjungi dan sekedar mengobrol dengan para ibu-ibu yang ada di kompleks perumahannya.


Sementara istri pertama Adi, Sarah, tengah mencoba untuk mencari cara agar Adi bisa pulang ke rumah dan memperbaiki hubungan mereka.


Hari ini, Sarah meminta Adi untuk bertemu dengannya untuk membahas pesta ulang tahun anak mereka. Keduanya bertemu di sebuah restoran yang ada di dalam sebuah mall.


Sarah dan putra semata wayangnya Farel, sudah menunggu Adi sejak tadi.


Setelah menunggu selama setengah jam, Adi akhirnya datang. Masih dengan mengenakan pakaian kerjanya.


"Mas tahu gak kalau kami berdua sudah nunggu Mas lama banget." Ujar Sarah saat melihat Adi datang.


Adi langsung duduk di depan Sarah dan meminum air mineral yang ada dihadapan Sarah.


"Dari tadi kan aku sudah bilang kalau aku akan datang terlambat karena banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan di kantor. Lagian, sejak awal aku sudah mengatakan, kalau masalah ulang tahun Farel, kamu saja yang urus. Masalah dananya nanti aku yang atur." Ucap Adi.


"Kamu kok gitu sih Mas? Setelah kamu punya wanita simpanan, kamu sudah gak peduli sama aku dan juga Farel. Apa pelakor itu lebih penting dari anak kamu?" Balas Sarah.

__ADS_1


"Mulai lagi." Gumam Adi. "Sekarang mau kamu apa? Apa kamu mau aku yang urus semua keperluan ulang tahun Farel? Apa aku yang harus siapin semuanya? Balon, dekorasi, makanan, undangan, acaranya, apa kamu mau aku yang persiapkan?" Ucap Adi dengan raut wajah kesal.


"Bukan gitu maksud aku Mas."


"Terus apa?" Adi semakin kesal. "Selama ini, kau kan selalu menyerahkan semuanya pada jasa orang-orang yang berkompeten. Kenapa sekarang kau tiba-tiba memintaku untuk bertemu dan membahas semua ini?"


"Mas.....!" Pekik Sarah yang membuat orang-orang yang ada di dalam restoran itu menatap ke arah mereka.


Hening....


Keduanya terdiam setelah melihat orang-orang mulai berbisik menatap mereka.


"Cih...." Adi tampak mengejek Sarah.


Sarah berusaha menahan emosinya.


"Apa kau pikir aku percaya dengan semua ucapan mu itu?" Adi memandang Sarah sinis. "Sekarang katakan, dimana Farel? Apa kau memang benar-benar menungguku bersamanya disini? Atau jangan-jangan, seperti biasa kau menyerahkan urusan Farel pada Nanny nya. Dan kau sendiri duduk di restoran ini mengobrol dengan teman sosialita mu, membahas tentang masalah yang tidak penting." Lanjut Adi.


Wajah Sarah berubah kaget.

__ADS_1


'Bagaimana Mas Adi bisa tahu?' pikir Sarah.


Adi memang datang terlambat, tapi dia sudah mengirim seseorang untuk memantau keberadaan Sarah dan Farel di mall tempat mereka janjian untuk bertemu. Dan benar saja seperti dugaan Adi, Sarah memang datang ke mall dan menunggu di dalam restoran. Tapi, dia sama sekali tidak menghiraukan Farel yang mengajaknya pergi ke arena bermain untuk menunggu kedatangan Adi.


Sarah memilih untuk mengobrol dengan teman-temannya di dalam restoran saat sang anak mengajaknya.


"Diam....!" Teriak Sarah pada Farel, saat bocah itu mengajaknya pergi ke area permainan anak-anak. "Kamu pergi aja sama Nanny. Mama mau nunggu Papa kamu di restoran. Sudah deh, gak usah manja. Sana main saja, mama sibuk." Bentak Sarah seraya mendorong Farel.


Semua adegan itu dilihat dan didengar dengan jelas oleh orang suruhan Adi dan langsung melaporkannya pada Adi. Itulah kenapa Adi memilih datang terlambat karena selain pekerjaannya yang memang masih menumpuk, ia juga malas karena mengetahui kelakuan Sarah yang masih belum berubah.


"Mas, aku bisa jelaskan semuanya." Ucap Sarah.


"Sudahlah Sarah, aku pikir kau memang bisa berubah. Huh, tapi ternyata semuanya tetap sama saja." Ucap Adi lantas berdiri.


"Kamu mau kemana Mas?" Tanya Sarah ikut berdiri.


"Gak ada yang kita omongin lagi kan? Aku mau pulang. Seperti biasa, kau urus saja semuanya. Nominalnya kirimkan saja padaku." Adi lantas berjalan keluar dari dalam restoran.


"Sial...." Ujar Sarah.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2