Terjerat Cinta Pria Beristri

Terjerat Cinta Pria Beristri
Cerita Mbak Nina


__ADS_3

PoV Ayu


Aku tengah menyapu di dalam rumah saat aku mendengar suara pintu di rumah terdengar diketuk. Awalnya ku pikir itu adalah Mas Adi, tapi saat aku membuka pintu, ternyata itu adalah tetangga rumah.


"Maaf ya Mbak Ayu kalau aku ganggu." Ucap seorang wanita yang sejujurnya saja aku tidak tahu siapa namanya.


"Mmmm iya. Ada apa ya Mbak?" Tanyaku.


"Maaf sebelumnya, aku bukannya mau ikut campur urusan rumah tanggamu Mbak. Tapi tadi, aku bertemu seorang wanita yang mengaku sebagai istri dari Pak Adi." Ucap wanita itu.


"Apa maksudnya?" Balasku.


Wanita yang bernama Mbak Nina itu lalu menceritakan semuanya padaku. Dia bertemu dengan seorang wanita yang mencari Mas Adi. Setelah menceritakan semuanya, dia pun pamit pergi.


Aku mulai terus memikirkan ucapan Mbak Nina sampai pekerjaan rumahku menjadi terbengkalai. Aku bahkan tidak memasak makan malam untuk Mas Adi karena terus memikirkan ucapan Mbak Nina. Terlebih adikku juga pernah menceritakan padaku tentang dia yang bertemu dengan Mas Adi saat dia melakukan study tur. Belum lagi tentang wanita yang bernama Sarah itu.


...----------------...

__ADS_1


Hari ini, Mas Adi pulang terlambat. Aku sama sekali tidak memasak makan malam dan aku juga tidak berselera untuk makan. Aku sudah mengirimkan pesan padanya, memintanya untuk makan diluar saja karena aku sedang tidak mood untuk memasak.


Mas Adi masuk ke dalam rumah dengan membawa kantung berisi makanan. Dia tersenyum ceria seperti biasanya.


"Sayang, aku sudah membeli makanan favoritmu." Ucapnya.


Aku hanya terdiam menatapnya yang terus mengoceh tentang makanan itu. Aku tidak bisa mengalihkan pikiranku dari hal yang dikatakan Mbak Nina tadi siang.


Mas Adi akhirnya berhenti bicara setelah menatapku. Sepertinya dia mengerti bahwa ada sesuatu yang mengganjal di hatiku.


"Ada apa sayang? Kelihatannya kau tengah memikirkan sesuatu." Ucap Mas Adi.


"Jika aku bertanya, apa Mas mau menjawab aku dengan jujur?" Ucapku.


"Tentu saja sayang." Balas Mas Adi.


Aku lalu menceritakan kepada Mas Adi tentang apa yang dikatakan Mbak Nina kepadaku tadi siang. Raut wajah Mas Adi berubah. Tapi aku tidak tahu, apakah dia tengah kesal atau dia hanya gugup.

__ADS_1


"Katakan Mas. Apa semua itu benar?" Ucapku dengan suara yang bergetar.


Mas Adi menatapku lalu memegang wajahku dengan kedua tangannya.


"Sayang, itu pasti hanya orang iseng saja. Kenapa kau harus memikirkan semua itu. Hanya kau saja istriku. Bagaimana mungkin aku memiliki istri yang lain jika setiap hari, siang dan malamnya aku ada di rumah ini." Ucap Mas Adi.


Aku kembali terdiam. Ucapan Mas Adi memang ada benarnya. Jika Mas Adi memang memiliki istri lain, kenapa dia selalu bersamaku setiap malamnya? Aku rasa Mbak Nina salah atau orang yang mengaku sebagai istrinya Mas Adi itulah yang berbohong.


"Sepertinya kau kurang belaian kasih sayang dariku sehingga kau mulai memikirkan yang tidak-tidak." Ucap Mas Adi yang mulai menggodaku.


Mas Adi langsung menciumku dengan begitu mesra. Dia malah menggendongku dan membawaku masuk ke kamar.


"Turunkan aku Mas. Apa kau tidak akan makan?" Tanyaku.


"Aku akan memakan mu lebih dulu." Balas Mas Adi seraya merebahkan tubuhku diatas tempat tidur.


Setelah itu, kami pun memenuhi setiap sudut kamar kami dengan nada-nada cinta.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2