
Ayu mulai mengemas pakaian yang akan dia bawa untuk pergi berbulan madu. Ayu benar-benar tak sabar untuk berangkat. Dia begitu antusias, karena untuk pertama kalinya dia akan naik pesawat.
Mendiang suami Ayu pernah mengatakan sesuatu kepada Ayu saat mereka baru menikah.
'Segala sesuatu yang dimulai pertama kali akan selalu diingat termasuk mantan pertama.'
'Dan semua itu benar Mas. Entah kenapa, sampai saat ini aku masih memikirkan Mas.' pikir Ayu dalam hati.
Ayu tidak. pernah membayangkan bisa naik pesawat terbang. Dalam mimpi pun tidak.
Zaman sekarang, sebagian orang mungkin sudah pernah naik pesawat. Namun ada juga orang yang belum berkesempatan naik pesawat, dan Ayu salah satunya.
Hari ini untuk kali pertama sejak dua puluh lima tahun usia Ayu, dia datang ke Bandara bersama suaminya dan naik pesawat tujuan ke Eropa untuk honeymoon.
Sesaat sebelum masuk ke dalam pesawat usai melakukan pengecekan tiket, data diri, dan menuju gerbang keberangkatan perasaan Ayu begitu takut. Ayu menggenggam tangan Adi dengan kuat.
"Tenanglah sayang, semuanya akan baik-baik saja." Ucap Adi.
__ADS_1
Sampai waktu keberangkatan tiba, dan semua penumpang dipanggil untuk naik ke pesawat. Ayu dan Adi lantas mencari tempat duduk sesuai yang tertera di tiket.
Ayu sangat fokus memperhatikan setiap instruksi keselamatan dari pramugari. Pramugari mempraktekkan demo tentang keselamatan pada saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mulai dari cara memasang sabuk pengaman, mematikan telepon genggam, sampai mengenakan pelampung keselamatan dan masker oksigen.
Adi mengelus kepala Ayu lalu menciumnya.
"Sayang, kenapa serius sekali? Sampai Mas yang duduk disebelahnya tak dihiraukan." Goda Adi.
"Iihh Mas, aku hanya takut Mas. Takut kalau terjadi apa-apa." Ucap Ayu.
"Tenang sayang, semuanya akan baik-baik saja." Balas Adi.
Ketegangan terjadi ketika pesawat mulai terbang. Rasanya ada yang bergejolak dalam perut Ayu dan dia hanya bisa memejamkan mata sembari mencengkram erat-erat pinggiran kursi.
'Ah, jadi begini rasanya naik pesawat.' pikir Ayu.
Drama pun terjadi saat ada pesawat mulai berguncang dan sebuah pemberitahuan dari ruang kokpit bahwa pesawat mengalami turbulensi. Suasana menjadi hening ketika lampu dalam pesawat mulai dipadamkan satu per satu. Ayu menggenggam erat tangan Adi sambil berharap ini akan berakhir.
__ADS_1
Goncangan semakin keras, lirih terdengar beberapa orang membaca kalimat takbir. Kelelahan setelah menyiapkan semuanya tadi di rumah dan turbulensi menurunkan kepercayaan diri. Ayu menangis sepanjang perjalanan.
Dan untungnya turbulensi nya berakhir. Lampu kembali dinyalakan dan pesawat siap untuk mendarat. Ayu pikir semua ketegangan itu telah berakhir. Ayu malah merasakan sakit di telinga dan sempat panik karena tidak bisa mendengar apa-apa kecuali getaran mesin pesawat.
Ayu menoleh ke arah Adi sambil menangis. Lewat tatapan mata Ayu menanyakan kondisi yang dialami. Adi menggenggam erat tangan Ayu sambil mengatakan sesuatu.
"Nggak apa-apa." Ucap Adi berusaha menenangkan Ayu.
Sampai pesawat akhirnya mendarat dengan sempurna.
Pengalaman pertama itu sempat membuat Ayu takut untuk naik pesawat lagi.
Muncullah pemberitahuan bahwa pesawat akan siap landing di Bandara tujuan. Saat itu, penumpang diminta untuk tetap tenang dan kembali menggunakan sabuk pengaman, menegakkan sandaran kursi, melipat meja, dan menaikan penutup jendela karena pesawat akan mendarat.
Pendaratan pesawat berjalan dengan baik. Mereka tiba di bandara tujuan pukul sepuluh pagi.
Setelah itu, Ayu dan Adi turun dari pesawat dan masuk ke dalam bandara.
__ADS_1
Bulan madu mereka akan segera di mulai.
Bersambung....