
Adi akhirnya membawa Ayu ke kota dan menunjukkannya sebuah rumah mewah yang akan menjadi tempat tinggal mereka. Ayu semakin begitu bahagia kala mengetahui bahwa mereka hanya akan tinggal berdua di dalam rumah tanpa ada keluarga Adi yang lainnya.
"Beneran kita cuma tinggal berdua Mas?" Tanya Ayu tak percaya.
"Bener lah sayang. Masa Mas bohong. Atau kamu mau Mas siapkan asisten rumah tangga untuk mengurus rumah?" Ucap Adi balik bertanya.
"Ah, gak usah Mas. Buang-buang uang. Aku bisa urus semuanya Mas." Balas Ayu.
"Ya sudah kalau itu mau mu sayang. Tapi Mas akan tetap mempekerjakan seorang satpam untuk berjaga-jaga di rumah ini." Ucap Adi.
Ayu pun mengangguk.
Malam harinya, mereka menghabiskan waktu mereka dengan bercumbu mesra. Untuk pertama kalinya dalam hidup Adi, dia merasakan begitu bergairah saat beradegan ranjang dengan seorang wanita yang sudah berstatus sebagai istrinya. Semuanya terasa begitu memuaskan bagi Adi saat melakukannya bersama Ayu, mungkin karena dia memang sejak awal langsung jatuh cinta pada Ayu.
Ayu sendiri begitu bergairah, dikarenakan dia sudah begitu lama tak mendapat sentuhan seorang lelaki setelah lima tahun lamanya menjanda. Ayu yang bergairah, membuat Adi semakin bersemangat.
Berbeda dengan saat Adi melakukan nya bersama Sarah istri pertamanya.
Pernikahan Adi dengan Sarah memang dilakukan karena terpaksa. Jadi saat malam pertama pernikahan mereka, keduanya tidur terpisah. Hingga satu minggu usia pernikahan mereka, Adi pun mencoba untuk membuka hatinya untuk mencintai Sarah. Namun pada kenyataannya sikap Sarah tak pernah berubah, hingga membuat Adi lelah dan mulai bersikap dingin padanya.
Hingga saat ini, keduanya sama-sama disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Mereka berdua hanya tampil bersama saat menyangkut putra semata wayang mereka, Farel.
__ADS_1
************
Hujan menyelimuti sampai pagi hari.
Semalam, Adi tiba-tiba harus pergi setelah mendapat telepon dari ibunya yang tengah sakit.
Ayu pun menunggu kedatangan Adi yang memberitahukan padanya bahwa ia akan kembali saat pagi-pagi buta. Namun terlambat, Adi tak datang tepat waktu. Harusnya pagi ini mereka bertemu, namun Adi tak kunjung datang. Ayu menunggunya sepanjang hari, namun Adi baru sampai rumah tengah malam.
Sesampai di rumah Adi langsung tidur, tak kuat lagi menahan kantuknya. Dia lupa bahwa ada seseorang yang sudah menantinya dari tadi, dia lupa dengan wanita yang baru menjadi istrinya.
'Semoga saja dia memaafkan ku di esok hari,' gumam Adi dalam hati.
'Berarti dia tak marah karena tadi malam tak ada yang spesial.' pikir Adi.
Kopi pun dihidangkan Ayu dengan kasih sayang. Pagi ini memang masih dominan awan hitam, hujan pun tak berhenti sejak malam membuat suasana dingin merasuk sampai ke tulang. Tapi bagi mereka yang kasmaran, pagi dingin ini tak terlalu kerasa. Dingin langsung meleleh terkena kehangatan suasana mereka.
'Sepertinya semua akan berjalan baik-baik saja.' pikir Adi.
Namun pikiran itu meleset, semua berubah setelah percakapan terjadi.
"Mas jadi ketemu sama temanmu? Itu masih hujan." Tanya Ayu penuh antusias.
__ADS_1
"Kayaknya gak jadi," jawab Adi singkat.
"Oya Mas... dingin-dingin gini enaknya ngapain ya?" Tanya Ayu agak genit.
"Eeemmmm..." Adi mencoba berpikir sejenak. "Oya, Mas dapat ide. Gimana kalau... kalau... kita... makan mie goreng anget sama telur setengah mateng. Pasti enak ..." Jawab Adi jujur.
Mendengar itu emosi Ayu membuncah, tanpa banyak komen dia langsung berdiri masuk ke kamar nya. Dan dia tak membukakan pintu sampai malam. Saat Adi kembali ke kantornya untuk bekerja, di pun berpikir.
"Apa salahku?" Gumam Adi seharian.
Malam harinya, saat Adi pulang ke rumah, Ayu sudah menyiapkan makan malam diatas meja makan. Namun Ayu sendiri sudah tertidur karena jam menunjukkan sudah pukul 10 malam.
Adi lantas masuk ke dalam kamar dan langsung menindih dan mencium Ayu. Hal itu membuat Ayu langsung bangun.
Adi lantas meminta maaf atas ketidakpekaan nya. Seharian di kantor Adi memikirkan apa salahnya hingga membuat Ayu marah. Dan saat ia menyadarinya, Adi hanya bisa tertawa.
Dan saat ini, tanpa bicara apapun, ia langsung menerkam Ayu hingga keduanya terkulai lemas diatas tempat tidur seraya berangkulan dengan peluh di sekujur tubuh mereka.
Hari-hari berikutnya, kehidupan Ayu pun berjalan dengan begitu manis sebagai pasangan pengantin baru.
Bersambung....
__ADS_1