
Ayu dan Adi akhirnya tiba di rumah. Keduanya tidak berhenti berangkulan dan saling bercumbu meski sebenarnya mereka baru saja kembali dari bulan madu romantis mereka. Namun hasrat cinta itu tak kunjung reda. Keduanya sama-sama penuh hasrat, sama-sama saling mencintai.
Tidak ada kelelahan sedikitpun yang mereka rasakan meski perjalanan yang begitu memakan waktu.
"Sayangku, sejujurnya aku merasa menjadi pria paling beruntung di dunia karena telah menjadi suami mu. Kau adalah istri yang sempurna bagiku. Kau selalu berusaha memenuhi keinginanku. Kau selalu membicarakan segala sifat baikku dan menyembunyikan kekuranganku. Kau begitu spesial di mataku." Ucap Adi lalu memberikan ciuman bertubi-tubi di pipi Ayu.
"Apa Mas tahu? Aku juga sangat bahagia. Aku sangat bahagia menjadi istri Mas. Satu hal yang aku inginkan. Aku hanya ingin kita bersama sampai tua nanti. Aku benar-benar ingin menghabiskan waktuku hanya dengan Mas. Hanya itu saja permohonan ku. Tidak terbayangkan jika aku melalui hidup tanpa Mas. I love you, Mas,” kata Ayu lalu membalas dengan mencium pipi Adi.
“I love you more. Mas janji nggak akan pernah meninggalkan kamu apalagi sampai membuatmu menangis. Mas mencintai kamu sayang." Balas Adi.
Mereka melanjutkan berciuman. Adi terus memberikan ciuman bertubi-tubi di pipi, leher, hingga telinga Ayu. Hal itu membuat Ayu tertawa karena geli. Lambat laun, suara tawa itu berganti dengan desah napas mereka berdua yang semakin berat, kain di tubuh mereka dilepaskan satu persatu hingga pakaian mereka pun tanggal semua. Adi merebahkan tubuh Ayu diatas tempat tidur.
Sekarang Ayu bertukar posisi berada di atas tubuh Adi. Tubuh mereka bersatu, mereka bermandikan peluh dalam kondisi dingin seperti ini.
__ADS_1
Kata-kata seperti “I love you” keluar dari kedua mulut mereka disertai ******* erotis dan lenguhan-lenguhan yang memenuhi ruangan kamar.
Aktivitas mereka diakhiri lengkingan tinggi dari keduanya. Mereka pun berpelukan mesra. Setelahnya pun mereka masih saling berciuman dan berpegangan tangan lebih erat.
"Mas, kapan aku bisa bertemu Ibu kandung Mas?" Tanya Ayu.
Adi terdiam sesaat. Ia memang jujur pada Ayu bahwa yang datang saat pernikahan mereka adalah Om dan Tantenya. Alasan Adi mengapa Mama nya tak datang karena tengah sakit. Ayu sendiri tahu bahwa pernikahan mereka belum direstui Ibu kandung Adi.
"Tunggu ya sayang. Nanti, kalau kondisi Mama sudah membaik, Mas akan bawa kamu ketemu Mama." Ucap Adi.
"Kamu harus menjelaskan semuanya Mas. Harus." Ucap Ayu lantas mencoba menghubungi Adi.
Ponsel Adi berdering, membuat dia dan Ayu yang masih saja sibuk bermesraan diatas tempat tidur menghentikan aktifitas mereka.
__ADS_1
Melihat nama Sarah yang memanggil, sebenarnya Adi sangat malas untuk menjawabnya. Tapi, dia teringat jika belakangan ini dirinya memang tak pernah memberi kabar pada Sarah.
"Halo.!" Ucap Adi.
"Mas dimana? Pulang sekarang juga." Ucap Sarah.
"Besok, aku akan pulang besok." Balas Adi sembari mencium telinga Ayu.
Ayu hendak tertawa geli, namun Adi langsung menutup mulutnya.
"Aku gak mau tahu, pulang sekarang juga. Mama Indah sakit parah." Ucap Sarah.
Raut wajah Adi sontak berubah, ia lantas langsung menutup sambungan telepon dan bergegas mengenakan pakaiannya.
__ADS_1
Adi pun langsung berpamitan kepada Ayu. Ayu sebenarnya ingin ikut, mengingat dia sama sekali belum pernah menemui mertuanya itu. Tapi Adi menolak dengan alasan, bahwa Mama nya sama sekali belum bisa menerima pernikahan mereka. Ayu pun hanya bisa menghela napas panjang.
Bersambung...