Terjerat Cinta Pria Beristri

Terjerat Cinta Pria Beristri
13. Pesan Bu Ida


__ADS_3

Setelah pernikahan, Adi meminta izin kepada Bu Ida untuk memboyong Ayu pergi ke kota, mengingat pekerjaannya sudah selesai di kota Ayu dan harus kembali ke kota asalnya.


Mereka semua duduk bersama di ruang tamu. Adi pun mulai mengutarakan niatnya.


"Bu, saya mau bawa Ayu ke kota untuk tinggal bersama saya. Pekerjaan saya sudah selesai disini. Jika ibu berkenan mengizinkan saya membawa Ayu, maka saya akan berangkat malam ini juga." Ucap Adi


Bu Ida menghela napas. Ia tahu bahwa hari ini akan datang juga. Hari dimana Ayu akan meninggalkan dirinya dan mengikuti semuanya. Sebelumnya saat Ayu pertama kali menikah dengan mendiang suami pertamanya, Ayu tetap tinggal bersama kedua orang tuanya karena suaminya itu anak yatim piatu.


Kali ini Bu Ida tidak bisa berbuat apa-apa selain menyetujui permintaan Adi, mengingat Adi sekarang sudah sepenuhnya berhak atas hidup Ayu.


"Kamu itu suaminya Ayu, jadi kamu berhak sepenuhnya atas Ayu. Tapi, Ibu mau mengatakan sesuatu sama kamu." Ucap Bu Ida serius.

__ADS_1


"Ibu ini hanyalah seorang ibu yang berbicara atas nama diri Ibu sendiri, dengan melihat putri Ibu sebagai istrimu & kamu sebagai menantu Ibu.


Kamu sekarang sudah jadi imam dunia akhirat untuk Ayu, yang artinya kamu juga yang akan membawa Ayu hingga ke alam baka & memberinya satu tiket ke surga.


Adi, bila ada kelemahan dari Ayu dan seribu lagi keburukan yang dilakukannya akibat kelemahan dan juga karena kekurangan darinya, itu menjadi tugasmu untuk mendidiknya sekarang, dan bukan lagi tugas Ibu.


Ibu harap kamu tidak membiarkan mata Ayu basah walau hanya serupa tetesan embun dini hari. Karena sebagai suaminya, kamu lah yang harus melindunginya dengan rasa tentram dan aman. Maka berikanlah keteduhan bagi jiwanya.


Kamu suami yang dipilih Allah untuk Ayu. Ibu harap kamu bisa bersabar terhadap dia dan tetaplah bersikap lemah lembut padanya. Nak, sebagian besar penghuni neraka adalah perempuan dan itu disebabkan mereka durhaka terhadap suaminya, maka selamatkan lah istrimu dari dosa yang lebih besar. Bukankah nanti pun kau akan ditanya tentang tanggung jawab bagaimana kau mengurusnya dan menjaga jalan surga untuk bisa dilalui oleh yang harus kau bawa serta? Dan pertanyaan itu akan ditujukan padamu, bukan pada Ibu.


Raut wajahnya mulai menunjukkan ekspresi sedih, dan air matanya sudah menggenang. Ia lalu menatap Ayu dan merangkulnya.

__ADS_1


"Adi, Ibu titipkan putri kesayangan Ibu ini padamu. Buatlah dia tersenyum menuju surga atas tiket darimu."


Mendengar semua ucapan ibunya, Ayu lantas terisak dan memeluk Bu Ida dengan begitu erat. Ia seolah meluapkan semua rasa sayangnya pada sang Ibu.


"Terima kasih Bu, saya akan selalu mengingat pesan Ibu. Dan saya berjanji akan menjalankan semua nasihat Ibu. Saya akan membahagiakan Ayu." Ucap Adi.


"Dan buat kamu Yu...." Bu Ida memegang kedua pipi Ayu yang tengah terisak itu. "Dengarkan apa kata suamimu. Jadilah istri yang baik, yang bisa menjaga marwah mu. Jangan lupa hubungi Ibu. Dan jaga selalu kesehatanmu saat berada di rumah baru mu nanti." Bu Ida lalu mencium kening Ayu.


Ayu pun akhirnya pergi mengikuti suaminya setelah berpamitan dengan Ibu dan adiknya.


Sebelumnya Ayu sudah berpesan pada Arya adiknya, untuk menjaga Ibu mereka.

__ADS_1


"Jaga kesehatan Ibu ya." Ucap Ayu dan melambaikan tangannya saat mobil Adi melaju meninggalkan rumahnya.


Bersambung....


__ADS_2