
"Siapa dia Mas?" Tanya Sarah pada Adi.
"Emmm dia adik teman aku." Balas Adi pada Sarah dengan tersenyum penuh paksaan.
"Kamu ngapain disini Arya?" Tanya Adi beralih menatap Arya yang tampak terus memandang Adi penuh selidik.
"Aku lagi ikut acara study tour yang dilakukan sekolah Kak." Balas Arya.
"Oh..." Balas Adi singkat.
"Oh ya Kak, makasih ya buat sepatu dan bajunya." Ucap Arya tulus.
"Iya... Iya..." Adi semakin gelagapan saat Sarah mulai menaruh pandangan penuh tanda tanya.
"Mereka siapa Kak?" Tanya Arya lagi.
"Ke... Keluarga." Balas Adi gugup.
Arya menatap anak kecil yang memegang tangan Adi itu dengan teliti. Wajahnya benar-benar mirip dengan Adi.
"Papa... Ayo kita pergi." Ucap seorang anak kecil yang sedari tadi menggenggam tangan Adi.
'Papa?' pikir Arya.
Suasana menjadi hening...
Adi menatap bocah kecil itu lalu menatap Arya dengan senyum simpul.
"Hmmm Arya, aku pergi dulu ya. Sampai ketemu lain waktu." Ucap Adi tanpa menunggu jawaban Arya dan langsung berjalan menjauh.
Arya sebenarnya merasa janggal saat Adi mengatakan bahwa wanita dan anak kecil yang bersamanya itu adalah keluarganya. Meski begitu, Arya juga tidak bisa berbicara dengan lama dengan Adi. Meski dia ingin mencari tahu semuanya, tapi dia harus dengan segera menyusul temannya karena mereka semua sudah berjalan jauh dari tempat Arya menemui Adi.
Anak kecil yang bersama Adi, menarik pakaian yang di kemanan Adi dan kemudian bertanya, "Papa, siapa yang tadi itu?"
__ADS_1
Adi mengusap kepala bocah laki-laki bernama Farel itu. Ia lalu menjelaskan kepada Farel siapa itu Arya.
"Dia itu adik dari teman Papa." Balas Adi tersenyum.
"Teman Mas yang mana? Kok aku gak tahu? Lagian selama ini juga aku gak pernah lihat Mas memberikan orang lain termasuk adiknya Dani atau teman main Mas yang lainnya hadiah?" Ucap Sarah yang juga curiga.
"Kamu tahu apa tentang aku? Selama ini kamu sendiri sibuk kan dengan teman-teman kamu. Hari ini saja kalau bukan Farel yang memaksamu untuk datang kemari, mana punya waktu kau untuk kami." Ucap Adi dengan suara yang terdengar kesal.
Tanpa menunggu balasan dari Sarah, Adi lantas menggendong Farel dan membawanya keluar dari dalam museum. Adi hendak menghindar agar tidak bertemu dengan Arya lagi.
****************
Perlahan, pagi menjadi siang yang bolong dimana semua siswi mulai tidak bersemangat lagi. Jam menunjukkan pukul 11.00, dimana mereka semua bersiap untuk menuju ke sebuah monumen yang menjadi ikon bersejarah di kota itu.
Sesampainya disana, terik matahari yang sangat panas menyambut Arya dan teman-temannya. Mereka lalu makan siang terlebih dahulu sebelum melaksanakan keliling-keliling monumen itu. Setelah makan siang Arya bersama teman-temannya berjalan ke menyusuri monumen itu untuk mencari para tourist untuk melaksanakan wawancara kepada tourist tersebut. Setelah menemukan tourist akhirnya mereka berfoto-foto bersama mereka sebagai dokumentasi.
Pada pukul 14.30, dimana Arya dan temannya akhirnya turun dan berkeliling lagi. Teman Arya tiba-tiba mengajak Arya untuk mencari kamar mandi karena dia ingin buang air kecil.
'Kenapa aku merasa ada yang janggal ya?' pikir Arya.
"Lagi mikirin apa sih?" Tanya Ferry teman Arya.
"Gak mikirin apa-apa kok. Udah yuk, panas nih." Balas Adi.
Jam menunjukkan pukul 16.30 sore. Semua siswa bersiap melaksanakan sholat, mandi dan berganti pakaian untuk menuju ke sebuah lokasi dimana menjadi tempat penjualan oleh-oleh.
Tepat pukul 18.00, mereka semua sudah tiba di lokasi itu. Ada yang sekedar jalan-jalan untuk membeli baju, membeli oleh-oleh, dan yang lainnya. Arya dan temannya yang bernama Feri tadi berpisah dengan rombongan mereka yang berjumlah 4 orang lainnya, karena Arya menemani Ferry untuk membeli kebutuhan lainnya.
"Kamu mau cari apa?" Tanya Arya pada Ferry.
"Mau nyari aksesoris pesanan Ibu." Balas Ferry.
"Uuuhh yang anak Ibu." Ledek Arya.
__ADS_1
"Kamu sendiri gak beliin oleh-oleh buat Ibu atau kakak kamu yang cantik itu?" Tanya Ferry.
"Mau sih, tapi gak tahu mau beliin apa." Jawab Arya.
Keduanya lantas berkeliling mencari oleh-oleh yang cocok diberikan kepada orang di rumah mereka. Pilihan Arya akhirnya jatuh pada sebuah pakaian dan topi khas dari daerah itu untuk diberikan pada Ayu. Sementara untuk Ibu nya, Arya memilih untuk membelikan jilbab.
Arya dan Ferry pun selesai membeli oleh-oleh. Keduanya akhirnya mencari teman mereka yang terpisah. Mereka berdua berjalan sampai ke ujung lokasi itu dan mereka bertemu dengan pertunjukan musik jalanan yang mengundang banyak pasang mata berkumpul untuk melihatnya. Mereka berdua memutuskan untuk menyebrang dan melihat pertunjukan musik tradisional tersebut, karena keduanya tidak menemukan teman mereka yang berpisah tadi.
Tiba di kerumunan itu, Arya ingin sekali mengabadikan momen itu dengan merekam video menggunakan kamera ponselnya. Tapi karena terlalu banyak kerumunan orang, akhirnya Arya memutuskan untuk naik ke atas pot yang ada di pinggir jalan itu karena dia tidak bisa melihat dengan kelas untuk memvideokan pertunjukan musik tradisional itu.
Saat Arya mulai memvideokan pertunjukan musik itu, tiba-tiba kakinya terjeblos ke lubang pot tersebut dan Arya pun berteriak.
"Aduuhh... Sial..."
Ferry pun menoleh ke belakang dan diapun terkejut melihat Arya yang terjatuh dan kesakitan. Ferry malah menertawakan nasib sial yang menimpa Arya. Dan yang lebih sial nya lagi, kaki Arya tidak bisa keluar karena lubangnya sangat kecil. Ferry pun terbahak.
"Hahahahahaha....."
"Sialan, bukannya bantuin malah ngetawain. Kualat lo, aku sumpahin jomblo seumur hidup." Ucap Arya.
"Hahaha, jangan gitu dong bro. Masa pemuda setampan aku ini harus menjomblo seumur hidup." Ucap Ferry lantas membantu Arya untuk bangun.
Kaki Arya pun akhirnya bisa keluar dari lubang itu. Mereka berdua lalu berjalan lagi mencari keberadaan teman mereka yang pisah dengan. Tak lama kemudian, akhirnya mereka semua bertemu dalam keramaian orang-orang lainnya. Arya beristirahat sejenak untuk melihat kondisi kakinya.
Jam menunjukkan pukul 20.30 malam, dimana guru-guru pembimbing mencari semua siswa untuk segera berkumpul karena mereka akan segera kembali pulang. Akhirnya semuanya sudah naik ke atas bus. Arya pun beristirahat untuk perjalanan panjang kembali ke rumahnya.
Rombongan study tour Arya akhirnya tiba di kota mereka tepat pukul 05.00 pagi. Arya tak lantas pulang ke rumah, ia menunggu temannya yang tinggal di sebuah kos yang dekat dengan sekolah mereka. Arya tidak mau merepotkan Ayu dengan meminta Ayu untuk menjemputnya di pagi-pagi buta.
Arya pun berjalan menuju kos temannya itu. Sesampainya di kos, Arya merasakan kakinya yang semakin sakit saat berjalan. Arya memutuskan untuk langsung beristirahat di kamar kos temannya itu, dia langsung tertidur sampai terlihatlah matahari terbit.
'Tunggulah sampai aku tiba di rumah nanti. Aku akan menceritakan semuanya pada Kakak.' ucap Arya dalam hati.
Bersambung.....
__ADS_1