Terjerat Cinta Pria Beristri

Terjerat Cinta Pria Beristri
Akhir


__ADS_3

Mas Adi lalu menceritakan kepadaku bagaimana tingkah dari istrinya itu sebelum mereka menikah. Mas Adi bahkan mengatakan bahwa awalnya ia memang mau menerima hubungan pernikahan mereka, dan mencoba untuk mencintai Sarah. Tapi kelakuan Sarah tak pernah berubah dan puncak kekesalan Mas Adi adalah saat Sarah hamil.


Awalnya Mas Adi bahagia karena dia akan menjadi seorang ayah. Tapi saat dia mengetahui usia kandungan Sarah, dia menjadi ragu akan anak yang dikandung Sarah. Hingga saat anak itu lahir, Mas Adi diam-diam melakukan tes DNA dan hasilnya mengatakan bahwa Mas Adi bukanlah ayah biologis dari anak itu.


Meski begitu, Mas Adi tetap menyayangi anak itu seperti anaknya sendiri karena Ibu dari Mas Adi juga sangat mendambakan cucu dan Mas Adi tidak mau melukai perasaan ibunya.


Mas Adi terus menceritakan semuanya kepadaku. Aku tidak tahu sebenarnya apakah aku bisa mempercayai semua ceritanya atau tidak.


"Aku tahu bahwa kau mungkin meragukan semua ceritaku. Aku yakin bahwa kau pasti tidak akan semudah itu percaya denganku." Ucap Mas Adi lalu beranjak ke arah lemari.


Mas Adi tampak mengambil sesuatu berupa map coklat. Dia lalu membuka map itu dan memperlihatkan sebuah kertas padaku.


Aku membaca dokumen itu yang ternyata adalah salinan dari surat pengajuan perceraian. Ternyata Mas Adi sudah lama menggugat Sarah. Tapi semuanya berjalan alot karena Sarah yang terus tidak mau bercerai dan terus meminta pengadilan untuk melakukan mediasi.


"Aku sudah lama ingin menceraikannya bahkan sebelum bertemu denganmu sayang. Dan kali ini sepertinya semuanya akan berjalan lancar karena aku dengar dari pengacaraku bahwa dia akan setuju bercerai jika aku memberikannya setengah dari hartaku." Ucap Mas Adi serius.


Aku terkejut mendengar ucapannya itu.

__ADS_1


"Kau tahu Ayu, aku bahkan tidak perduli dengan harta itu asal aku bisa lepas darinya dan hidup bahagia bersamamu. Dan satu hal lagi, Sarah bahkan tidak keberatan jika aku membawa Farel bersamaku. Dia mau memberikan hak asuh Farel seutuhnya padaku asal aku mau memberikan sebagian harta yang aku punya untuknya." Ujar Mas Adi.


"Ibu macam apa dia itu." Ucapku kesal.


Mas Adi hanya terdengar menghela nafas.


"Yang jelas kami akan bercerai secepatnya. Untuk urusan Farel, aku mau Farel sendiri yang memutuskan apakah dia mau ikut aku, atau dia akan ikut dengan Mama nya. Dan untuk itu aku ingin bertanya padamu. Jika Farel memilih ikut denganku, apa kau mau menerima dan merawatnya seperti anakmu sendiri sayang?" Tanya Mas Adi padaku.


"Jujur saja Mas. Aku masih belum bisa mencerna semua ini. Aku tidak tahu apakah aku bisa percaya padamu atau tidak. Tapi yang pasti, jika hubungan pernikahan kita masih bisa berlanjut, aku pasti akan menerima anak itu." Balasku.


Mas Adi kemudian memelukku, lalu mengangkat tubuhku ke tempat tidur.


Perlahan aku memejamkan mata, hingga akhirnya aku mampu tertidur dengan lelap.


...****************...


Waktu terus berlalu. Pernikahan kami akhirnya diketahui keluarga Mas Adi karena Mas Adi sendirilah yang menceritakan semuanya kepada semua keluarganya. Meski begitu, kali ini aku yang enggan bertemu dengan keluarga Mas Adi, meski dia terus memaksaku untuk bertemu dengan mereka semua.

__ADS_1


Aku takut jika mereka tidak menyukai aku dan malah membenci aku karena sudah merusak rumah tangga Mas Adi dengan Sarah.


Sarah sendiri semakin sering meneror ku melalui pesan singkat atau men DM aku di akun sosial mediaku. Tapi aku tidak mau ambil pusing dengan semuanya.


Satu bulan kemudian, Mas Adi akhirnya secara resmi sudah bercerai dengan Sarah.


Sarah mendapatkan apa yang dia inginkan. Aku pikir dia akan terus meneror ku, ternyata tidak. Menurut kabar yang aku dapat, setelah mendapatkan dana dari hasil pembagian harta gono gini itu, dia langsung terbang ke luar negeri bersama teman-temannya. Sementara Farel, anaknya dia tinggalkan bersama orang tua Mas Adi.


Butuh keberanian bagiku untuk bisa menemui orang tua Mas Adi dan anggota keluarga lainnya. Namun ternyata mereka semua menerimaku dengan begitu baik. Mereka semua bahkan meminta agar aku dan Mas Adi segera meresmikan pernikahan kami.


"Ibu ingin pestanya meriah." Ucap Ibu mertuaku.


"Iya benar." Sahut saudara dari ibu mertuaku itu.


Aku hanya tersenyum bahagia melihat suka cita yang mereka semua tunjukkan.


Selang satu minggu kemudian, kami pun mengadakan pesta pernikahan sederhana yang hanya mengundang keluarga dekat kami termasuk keluargaku dari kampung. Mereka semua datang untuk menghadiri pesta pernikahan kami.

__ADS_1


Aku begitu bahagia. Meski pada awalnya aku harus terpaksa mencintai suami orang.


...TAMAT...


__ADS_2