TERJERAT PESONA WANITA MALAM

TERJERAT PESONA WANITA MALAM
BAB 15. PAMER


__ADS_3

Helen penasaran, kenapa hingga malam Resti belum juga menelepon dan ponselnya tidak aktif, lalu dia memberanikan diri untuk menghubungi sang Bos.


Binsar dan Resti yang sedang bercumbu merasa terganggu dengan bunyi telepon masuk. Tapi saat melihat itu panggilan dari calon mertua, Binsar pun mengklik terima panggilan.


Namun, saat mendengar suara ******* cumbuan, Herlina pun buru-buru menutup panggilannya.


Helen tertawa, dia senang rencananya berhasil. Kini dia telah mempunyai pohon uang yang sebentar lagi akan memanjakan hidupnya dan juga hidup Resti.


Tidak lama masuk sebuah notifikasi pemberitahuan dari Bank, jika ada transferan senilai 20 juta.


Helen makin girang, dia tidak menyangka akan secepat itu rekeningnya menjadi gemuk. Dan lalu ada notif pesan dari Resti, yang memberitahukan jika dia baru akan pulang minggu depan.


Saat melihat pesan satu lagi, Helen berjingkrak, dia senang Binsar memintanya untuk bersenang-senang dengan uang tersebut.


Minggu depan, Binsar berjanji akan mentransfer lagi untuk belanja kebutuhan rumah. Binsar meminta Helen untuk memesankan makanan karena Resti akan pulang ke rumah itu sementara, sampai Binsar membelikan rumah Baru.


"Wow...ternyata enak punya menantu kaya, nggak seperti Agam, menantu kere," monolog Helen.


Helen langsung bersiap, dia akan pergi shopping bersama teman-temannya.


Sekarang Helen bisa pamer, jika hidupnya akan sederajat dengan para temannya.


Dengan wajah Sumringah, Helen menghampiri kerumunan teman-temannya sembari memamerkan uang yang baru dia ambil dari mesin ATM.


Helen mengipas-ngipaskan uang tersebut hingga ruangan menjadi heboh.


"Jeng Helen sekarang banyak uang ya, pantesan mengajak kita ketemuan. Sekarang giliran Bu Helen dong traktir kita-kita. Jangan kita-kita terus yang traktir."


"Aman, setiap minggu aku bakal traktir kalian. Jadi mulai sekarang, jangan sepele lagi dengan ku. Menantuku lebih kaya daripada suami ibu semua."


Teman-teman Bu Helen terbengong, selama ini yang mereka tahu menantu Bu Helen adalah Agam yang kehidupannya hanya pas-pasan. Tapi kenapa Bu Helen baru saja mengatakan jika menantunya kaya.


Merekapun mendekati Bu Helen, lalu bertanya, "Jeng, memangnya kamu punya berapa menantu? Bukankah kamu pernah bilang jika menantumu kere?"


"Iya memang kere."


"Jadi ini menantu yang mana Jeng, memangnya kamu punya menantu lain?"

__ADS_1


"Iya dong, sebentar lagi anakku akan menendang suaminya yang kere itu dan dia akan segera menjadi ratu di rumah suaminya yang baru."


"Wah, selamat ya Jeng. Kalau boleh tahu, apa pekerjaan calon menantu baru Jeng Helen?"


Sesuai janji, Helen tidak boleh membuka identitas Binsar kepada siapapun, jadi dia mengatakan jika usaha calon menantunya adalah tambang emas.


"Wah, beruntungnya putri Jeng. Membuang menantu kere mendapatkan pengusaha sukses."


"Iya dong, sudah sepantasnya jika putriku mendapatkan pengusaha kaya. Dia cantik dan pintar pasti klop, bisa membantu suaminya."


"Padahal sudah sejak lama aku bilang ke Resti untuk meninggalkan Agam, karena pria itu tidak pantas untuknya, tapi putriku bandel. Sekarang baru melek matanya. Coba kalau dari dulu, kita mungkin bisa jalan-jalan dan shopping ke luar negeri."


"Belum terlambat kok Jeng, bulan besok kami jalan-jalan ke Eropa, berarti Jeng bisa ikut ya."


"Tentu dong, aku akan minta menantu untuk memberiku uang. Kalian bookingkan dulu ya tiketnya."


"Beres Jeng."


"Ayo silakan pesan makanan kalian biar aku yang bayar," ucap Helen.


Teman-temannya pun memesan makanan paling mahal yang ada di sana. Helen hanya bisa memandang sembari menelan ludah.


Akhirnya Helen hanya memilih makanan termurah, hingga membuat teman-temannya merasa heran.


Helen beralasan jika dirinya sedang menjalankan program diet, sebagai awal untuk perawatan tubuhnya.


Teman-teman Helen pun percaya, lalu mereka makan dengan lahap semua hidangan tersebut.


Helen kembali menelan ludah, dia menyesal kenapa tadi tidak membatasi pesanan teman-temannya.


Dan mata Helen membulat, saat pelayan membawa bill yang harus Helen bayar. Tagihan pesanan mereka senilai 15jt.


Habislah uang Helen dalam hitungan jam saja. Besok, Helen akan mencari alasan agar bisa memperoleh transferan uang lagi.


Satu persatu temannya pamit dan mereka mengatakan jika besok akan berkumpul lagi di sana.


Helen yang tidak mau kalah, langsung mengiyakan jika dia pasti akan datang.

__ADS_1


Setelah teman-temannya pergi, Helen langsung menelepon Resti. Resti pun menerima panggilan sang Mama dan menanyakan, apakah Helen sudah mengambil uangnya.


Ini kesempatan bagi Helen untuk berpura-pura, diapun menangis dan mengatakan jika baru saja kena jambret.


Resti terkejut lalu meminta sang mama untuk tenang. Binsar yang mendengar hal itupum langsung mengambil ponsel dari tangan Resti, dia ingin tahu bagaimana kronologis kejadiannya.


Dengan mahir Helen berakting dan aktingnya berhasil mengelabuhi Binsar.


Akhirnya Binsar pun mentransfer lagi dengan jumlah yang sama dan dia berpesan agar Helen berhati-hati saat nanti mengambilnya.


Helen tersenyum, ternyata begitu mudah mendapatkan uang dari Binsar. Kali ini Helenpun masuk ke dalam restoran, dia akan makan sepuasnya mengganti seleranya yang tadi.


Setelah kenyang, Helen menemui pacarnya dan mereka pun nonton di bioskop ternama.


Helen membayar semua tagihan, lalu dia membelikan sang kekasih sebuah jam tangan mahal yang sejak lama mereka incar.


Malam ini, Helen merasa puas, dia bersenang-senang seperti yang selama ini Helen impikan.


Helen pun pulang dan dia meminta Dul, sang kekasih untuk menginap di rumah. Biasanya Dul nggak pernah mau, tapi saat dia tahu jika Helen memiliki uang yang banyak, Dul pun dengan senang hati menerima tawaran Helen.


Pagi ini Agam sudah mulai masuk kantor dan wajahnya terlihat berseri-seri, hingga membuat Pak Indra merasa senang.


Kemudian Pak Indra pun mengajak Agam keluar untuk menemui klien baru yang menawarkan kerjasama.


Sekarang, setiap ada klien baru, menjadi tugas Agam untuk mempresentasikan ide-ide yang akan mereka sepakati bersama.


Pertemuan itupun sukses dan Pak Indra mengucapkan selamat serta berterimakasih kepada Agam.


Dan Setiap menggolkan satu proyek, Agam akan memperoleh tambahan insentif yang lumayan besar.


Dengan wajah sumringah, Agam pulang ke rumah di mana selama ini dia tinggal bersama Melati.


Tinggal beberapa hari bersama Melati, telah membuat semangat Agam kembali bangkit. Dia merasa dihargai, diperhatikan dan dilayani layaknya suami meski belum untuk urusan ranjang.


Agam menunjukkan keberhasilannya kepada Melati dan Melatipun semakin memberikan dorongan semangat.


Bahkan Melati telah mempersiapkan makan malam spesial untuk merayakan keberhasilan Agam.

__ADS_1


Sembari menunggu momen makan malam nanti, Agam pun pamit, dia ingin pulang sebentar ke rumahnya untuk mengambil berkas-berkas penting yang masih tersimpan di sana.


__ADS_2