
Dokter memeriksa kondisi sang pengasuh dan beliau mengatakan jika kondisinya tidak terlalu parah. Hanya benturan di kepala saja yang membuatnya pingsan.
Agam menanyakan apakah benturan tersebut bisa berakibat fatal atau tidak, misal kehilangan ingatan atau yang lain.
Tapi dokter menjelaskan jika syukurnya benturan tersebut tidak terlalu kuat hingga kemungkinan tidak akan berakibat fatal.
Agam dan Melati merasa lega, jadi mereka bisa mendapatkan keterangan jika sang pengasuh nanti sadar dari pingsannya.
Setelah menunggu beberapa saat, pengasuh Bayu pun sadar. Dia menangis karena gagal merebut Bayu dari Neneknya dan juga wanita yang pernah menyakiti Melati.
Agam mengepalkan tangan dan giginya gemeretak menahan amarah. Ternyata semua itu adalah perbuatan mantan mertua Melati dan juga mantan istrinya.
Dia pamit keluar, lalu Agam menelepon Chandra dan meminta tolong agar Chandra melaporkan kedua pelaku kepada pihak kepolisian atas tuduhan penganiayaan serta penculikan.
Chandra pun segera pergi ke polres terdekat dengan tempat tinggal sang pengasuh dan polisi pun segera turun untuk melakukan penyelidikan serta pengejaran.
Pak Indra yang mendengar kabar tersebut tidak tinggal diam, beliau pun memerintahkan para anak buahnya untuk membantu mencari Bayu.
Dan dengan pengaruhnya beliau meminta tolong kepala polisi agar segera menangkap para pelaku.
Resti di tempat persembunyiannya merasa kewalahan menghadapi Bayu yang terus saja menangis. Lalu dia membekap mulut Bayu hingga bocah kecil itu kesulitan bernafas.
Si nenek yang masih memiliki sedikit rasa belas kasih, memukul Resti agar melepaskan Bayu yang hampir tewas karena perlakuan Resti.
"Kenapa kamu memukulku! bocah itu sangat menyebalkan. Suaranya memekakkan telinga, hingga aku tidak bisa tidur!"
"Kamu jaga dia, aku akan keluar membeli makanan. Bisa mati aku di sini jika terus mendengar rengekan serta tangisannya."
Resti pun celingukan dan dia pergi dengan mengenakan masker agar tidak dikenali orang.
Dia pergi ke swalayan membeli aneka cemilan serta minuman dan susu untuk Bayu agar berhenti menangis. Setelah itu Resti membeli nasi Padang untuk makan malam dia dan si nenek.
Tanpa Resti sadari, dua orang polisi mencurigainya dan mengikuti dia hingga sampai ke tempat persembunyian mereka.
__ADS_1
Polisi itupun segera menghubungi rekan-rekannya untuk melakukan penyergapan dan mereka juga menghubungi Agam agar datang ke lokasi yang sedang mereka pantau.
Agam mengajak Chandra untuk menemaninya dan Melati pun yang sejak tadi menangis tidak mau melewatkan kesempatan itu. Dia berharap akan segera menemukan putranya.
Melati sangat menyesal kenapa dia selalu lalai dan membahayakan nyawa Bayu. Sejak kecil Bayu seringkali mendapatkan penyiksaan dan saat ini Melati membayangkan pasti Bayu mengalami hal yang sama.
Agam menenangkan Melati dan dia meyakinkan Melati jika Bayu pasti baik-baik saja.
Sesampainya di lokasi, ternyata polisi telah bergerak dan akhirnya Resti serta si nenek jahat tertangkap.
Agam dan Melati yang melihat keduanya di bawa keluar dari rumah itu dengan tangan di borgol segera menghampiri.
Kini kesalahan Resti telah melampaui batas kesabaran Agam hingga tangan Agampun melayang ke pipi Melati.
Cap lima jari pun menempel di pipi mulus Resti, dia menangis sembari mengumpat serta mencaci Melati.
Resti menimpakan semua kesalahan kepada Melati dan dia selalu menyebut Melati sebagai pelacur yang telah menghancurkan rumah tangganya.
Melati hanya bisa menangis, tapi Agam tidak membiarkan perlakuan keduanya menyakiti hati Melati lagi.
Agam mendekati si nenek, lalu memelintir tangannya sembari berkata, "Maaf Nyonya, bukankah aku sudah memperingatkan mu agar jangan mengganggu Melati lagi, tapi kamu malah menculik Bayu. Sekarang aku tidak akan tinggal diam, kamu akan mendekam di penjara hingga sisa usiamu!"
"Dan kamu Resti, jangan salahkan aku jika semua aset akan aku ambil alih dan ibumu akan tinggal di jalanan."
"Selama ini aku sudah cukup sabar dengan perlakuan mu Resti, tapi tidak untuk sekarang. Kamu telah menyakiti istri dan anakku, jadi tunggu saja pembalasan ku!" ucap Agam sembari memeluk Melati dan pergi ke dalam untuk menjemput Bayu.
Begitu mereka sampai di pintu, Bayu berlari, lalu memeluk Melati.
Bayu menangis ketakutan hingga membuat Agam semakin geram dengan Resti dan si nenek.
Dia meminta polisi untuk membawa keduanya dan akan melanjutkan tuntutan.
Agam pastikan Resti dan si nenek akan mendapatkan hukuman yang setimpal karena telah berani mengganggu keluarganya.
__ADS_1
Sesampainya di kantor polisi, Resti meminta polisi untuk menghubungi nomor Binsar serta seorang pengacara.
Namun Pak Indra tidak mau kalah, dia telah menunjuk kuasa hukumnya untuk melakukan tuntutan kepada Resti dan mantan mertua Melati.
Binsar yang mendengar ada orang ternama dibalik Agam, akhirnya mundur karena dia tidak mau terkena imbas. Binsar takut kedoknya bakal terbongkar jika kasus tersebut sampai ke persidangan.
Dia tidak mau kehilangan kedudukan dan semua fasilitas jika sampai sang istri mengetahui dirinya memiliki hubungan khusus dengan Resti.
Resti marah, dia melempar ponselnya saat mendengar Binsar mundur. Harapannya untuk mendapatkan pembelaan menjadi sirna.
Dan ibunya juga tidak bisa melakukan apapun karena tidak memiliki uang lagi.
Resti sudah menghabiskan semua uang tabungannya untuk membayar sang pengacara tapi dia tidak mendapatkan pembelaan yang bisa menguntungkan dan membebaskan dirinya dari sel tahanan.
Agam tidak berbelas kasih lagi, kali ini dia tutup mata dan telinga, berusaha tega karena perbuatan Resti sudah mengancam keselamatan anak istrinya.
Pak Indra pun yang sudah keluar dari rumah sakit ingin menghadiri persidangan terakhir.
Beliau merasa penasaran, ingin tahu dan melihat wajah si nenek yang begitu tega, menyakiti cucunya sendiri.
Sesampainya di tempat persidangan, Pak Indra sangat terkejut saat beliau melihat, ternyata si nenek adalah orang yang dulu telah menghasut orangtuanya hingga membenci istri pertama dia yaitu ibu dari Agam.
Pak Indra mendekati si Nenek lalu dia berkata, "Kamu ternyata biang masalahnya. Masih ingat aku! Nggak puas juga kamu menghancurkan keluarga ku, dulu kau hasut orangtuaku hingga istri dan anakku pergi meninggalkanku dan sekarang kamu ganggu kehidupan putraku."
"Jangan harap aku akan membiarkanmu bebas. Apapun akan aku lakukan hingga kamu mendekam di sel tahanan sampai akhir hayat mu!" ancam Pak Indra.
Si Nenek terkejut, dia tidak menyangka jika akan bertemu Pak Indra. Dan sama sekali tidak menyangka jika Agam adalah putra Indra yang sudah lama menghilang.
Resti yang sekilas mendengar percakapan tersebut sangat terkejut. Dia membulatkan mata, merasa tidak percaya jika Pak Indra, pengusaha ternama yang merupakan bos suaminya adalah ayah dari Agam.
Jika Resti tahu sejak awal, dia tidak akan menyia-nyiakan Agam dan tidak mungkin selingkuh karena ternyata Agam anak pengusaha ternama.
Bersambung....
__ADS_1