TERJERAT PESONA WANITA MALAM

TERJERAT PESONA WANITA MALAM
BAB 20. DICULIK


__ADS_3

Binsar dan Resti pun menghabiskan malam di hotel dan seperti tujuannya semula Resti meminta fasilitas keuangan dari Binsar.


Black card saat ini sudah di tangan Resti, dan Binsar berjanji besok mereka akan melihat rumah, membeli mobil dan juga seperangkat perhiasan.


Saat Resti menyampaikan jika Agam sudah menjatuhkan talak, wajah Binsar berbinar. Dia langsung memeluk Resti dan sepakat akan segera menikah.


Laila bolak balik terbangun, dia gelisah karena Binsar belum juga pulang. Laila menelepon, tapi tidak ada jawaban.


Akhirnya Laila pun menelepon Resti, dan Resti malah merijek panggilan, kemudian mematikan ponselnya.


Rasa kantuk membuat Laila tertidur lagi, hingga seruan adzan membangunkannya untuk segera melaksanakan ibadah.


Selesai beribadah, Laila pun menelepon lagi dan kali ini panggilannya di terima oleh Binsar. Binsar pun pura-pura menyesal serta meminta maaf kepada Laila.


"Hallo, maafkan Papa ya Ma, tadi malam Papa ketiduran, jadi tidak mendengar panggilan dari mama."


"Oh, Resti juga nggak bisa dihubungi Pa, Mama hanya khawatir kenapa Papa tidak pulang."


"Iya Ma, maaf. Para tamu mengajak kami minum, jadi daripada bahaya, pulang saat kepala pusing, maka kami putuskan untuk menginap."


"Iya nggak apa-apa Pa. Oh ya, nanti pulang jam berapa Pa? Mama kepingin jalan ke mall, sudah lama kita tidak jalan bareng. Papa bisa temani Mama kan?"


"Bisa Ma. Nanti siang Papa pulang. Sore kita jalan ya. Sekarang Papa tutup dulu ya Ma, kami masih harus bertemu klien."


Setelah mendapatkan persetujuan dari Laila, Binsar pun menutup panggilan.


Resti yang berada di sebelah Binsar sejak tadi sudah memberi kode agar cepat mengakhiri panggilan. Dia sudah tidak sabar untuk mengajak Binsar jalan melihat rumah yang akan mereka beli.


Binsar pun menuruti semua kemauan Resti. Mereka menemui pihak developer, lalu ke showroom mobil dan terakhir ke toko perhiasan yang ada di Mall.


Setelah mendapatkan semua kemauannya, Binsar pun mengantar Resti pulang, lalu dia buru-buru pulang kerumahnya untuk mengajak Laila jalan.


Pihak showroom berjanji akan mengantar mobil tersebut besok sore ke alamat Resti.


Hari ini, Resti sangat senang. Dia menunjukkan beberapa bon pembelian kepada Helen. Helen pun puas dan dia terus memberikan semangat agar Resti menyenangkan hati Binsar yang sangat loyal.


Kehidupan Resti berubah total, kini dia merasa seperti seorang ratu yang dimanja, dipenuhi semua kemauan serta kebutuhannya.


*


*


*


Di Bali

__ADS_1


Sudah seminggu Agam, Melati dan Bayu menikmati liburan. Mereka sangat bahagia, menikmati kebahagiaan bak satu keluarga.


Kelucuan Bayu selalu bisa membuat Agam dan Melati tertawa. Kemanjaannya menyatukan Agam dan Melati bak pasangan suami-isteri yang bahagia.


Rasanya belum puas menikmati kebersamaan, tapi kewajiban kerja membuat Agam terpaksa harus pulang. Dia berjanji akan membawa Melati dan Bayu liburan lagi setelah mereka menikah.


Melati bersyukur, Tuhan telah mengirim Adam di hidupnya. Dengan wajah berseri-seri ketiganya pun menuju bandara dan pulang ke rumah.


Begitu tiba di rumah, belum lagi masuk, tiba-tiba tiga bodyguard menarik lengan Melati. Agam yang menggendong Bayu berusaha menolong tapi dua bodyguard menghalanginya.


Melati di bawa pergi, Agam masih melawan para bodyguard, sedangkan Bayu menangis, mengejar sang mama.


Agam dihajar, dipukul hingga tersungkur ke tanah. Wajahnya lebam dan di sudut bibirnya mengeluarkan darah.


Dengan susah payah Agam bangkit, lalu mengejar Bayu. Sementara para bodyguard sudah pergi meninggalkan mereka.


Bayu terus saja menangis, lalu Agam memeluk serta menggendongnya. Agam sedih dan merasa iba, melihat anak sekecil itu harus berulang kali melihat ibunya disakiti.


Kemudian Agam pun menghibur Bayu, "Sayang tenanglah, jangan menangis lagi. Papa pasti akan membawa mama kamu pulang. Sekarang kita ke rumah Bibi dan Bayu sama bibi ya."


Bayu pun mengangguk lalu menghapus air matanya dan berkata, "Dalah, muyut Papa dalah. Obat...Balu ambil obat!"


Agam merasa terharu atas perhatian Bayu, lalu dia berkata, "Nggak apa-apa sayang, nanti pasti sembuh. Kita ke rumah Bibi sekarang ya."


"Iya Papa."


Setibanya di sana, Agam menceritakan kejadian yang menimpa Melati, lalu dia berpesan agar Bibi menjaga Bayu untuk sementara, sampai Agam bisa membawa Melati kembali.


"Bi, saya pergi dulu ya."


"Iya Den, semoga Non Melati cepat ditemukan."


"Inshaallah Bi.


"Sayang, Papa pergi dulu ya. Bayu jangan nakal, nurut sama Bibi."


"Iya Papa. Ati-ati ya Pa."


Agampun melambaikan tangan, lalu melajukan mobilnya menuju ke rumah Chandra.


Chandra menunggu Agam sembari menelepon Pak Indra dan memberitahukan kejadian yang menimpa Melati.


Pak Indra pun segera memerintahkan para pengawal pribadinya untuk menyelidiki keberadaan Melati.


Lalu Pak Indra pun meminta Pak sopir untuk mengantarkannya ke club malam yang beliau curigai.

__ADS_1


Agam sudah tiba di rumah Chandra, lalu mereka pun bergegas mencari Mami.


Pak Indra menelepon Agam, beliau mengatakan akan membantu. Berapa pun uang tebusan yang diminta, beliau siap untuk memenuhinya.


Ketiganya pun sampai di cafe, lalu Agam berlari masuk, dia tidak sabar ingin segera menemui mami.


*


*


Di sebuah kamar, Melati meringkuk, tangan dan kakinya diikat serta mulutnya disumpal kain. Melati menangis, dia tidak bisa bergerak untuk melepaskan diri.


"Aku nggak boleh cengeng, aku harus bisa lepas. Mas Agam, Bayu, kalian jangan khawatir," monolog Melati.


Sementara Agam mengamuk di dalam, dia mencengkram bodyguard yang mencoba menghalangi. Tapi Agam tidak peduli, dia berteriak memanggil nama Melati dan juga mami.


Para pelayan cafe pun merasa iba, saat melihat Agam dipukul, ditendang, tapi mereka tidak berani berbuat apa-apa untuk menolong Agam.


Chandra yang melihat para bodyguard menyiksa Agam segera membantu dan dengan keahlian beladirinya, Chandra pun membalas perbuatan para bodyguard tersebut.


Agam berlari mencari ke setiap ruangan tapi hasilnya nihil, dia tidak menemukan Melati ada di sana.


Sementara Pak Indra terus menghubungi para pengawalnya, tapi mereka juga belum menemukan Melati.


Agam menghampiri Chandra dan bertanya, "Bagaimana ini Chand, dimana ya mami menyembunyikan Melati? Aku takut mereka menyiksanya."


"Tenanglah Gam, mami tidak mungkin menyakiti tambang emasnya. Aku bisa jamin."


"Melati pasti disembunyikan di suatu tempat tersembunyi yang jauh dari perkiraan kita."


Agam meraup wajahnya, dia merasa menyesal kenapa tidak bisa menghalangi para bodyguard yang membawa Melati.


Pak Indra menepuk bahu Agam, lalu beliau berkata, "Sabar Nak, kita pasti bisa menemukannya."


"Terimakasih Pak. Maaf, kami telah menyusahkan Bapak."


Chandra terus mencoba menelepon mami tapi hape mami tidak aktif.


Kemudian Chandra pun mengajak Agam serta Pak Indra untuk menyatroni rumah mami.


Rumah mami berada di kompleks perumahan mewah yang lumayan jauh dari tempat itu.


Dulu Chandra pernah kesana, saat dia di minta mami untuk menjemput wanita bookingannya.


Agam sudah tidak sabar, dia ingin cepat sampai. Agam meminta Chandra untuk menambah kecepatan mobilnya.

__ADS_1


Chandra tahu Agam sangat khawatir, tanpa membantah diapun melajukan mobilnya dengan kencang.


Bersambung....


__ADS_2