TERJERAT PESONA WANITA MALAM

TERJERAT PESONA WANITA MALAM
BAB 6. MEMBALIKKAN PERLAKUAN ISTRI


__ADS_3

Resti mondar mandir di depan pintu, dia kesal kenapa Agam tidak membalas pesannya dan sejak siang hanya tanda centang satu.


Mama Helen yang melihat Resti bolak-balik bak gosok-an merasa kesal, lalu beliau menarik Resti.


"Duduk dan dengarkan Mama! Mama sudah sering bilang kan, jika suamimu itu tidak bisa diandalkan. Tinggalkan dan cari yang lain!"


"Bukankah kamu bilang saat di villa kemaren, bos mu mengungkapkan perasaannya? Apalagi yang kamu tunggu! Dia lebih segalanya dari Agam. Jadi jangan bodoh untuk tetap bertahan dengannya!"


"Tapi Ma, bos ku sudah punya istri dan dia tidak mau menceraikannya. Semua aset yang dia punya, milik sang istri. Aku hanya akan dijadikan istri siri."


"Nggak jadi masalah, asal semua kebutuhanmu dipenuhi. Kamu tidak perlu capek bekerja seperti sekarang."


"Nggak ah Ma, jadi istri simpanan, ntar malah makan hati. Aku aja nggak mau di duakan."


"Terserah kamulah! Mama cuma mengingatkan dan Mama ingin kamu hidup bahagia."


"Ingat Res, usia mu sudah berapa sekarang? apa kamu tidak ingin memiliki anak? Kalau kamu menikah dengan Bos, kamu off bekerja dan bisa langsung ikut program hamil."


"Nantilah Ma, Resti pikir-pikir dulu."


Begitu Resti mengakhiri kalimatnya, terdengar ucapan salam dari luar.


"Ssst, Mas Agam pulang Ma. Kita jangan bahas itu lagi. Aku belum siap bercerai dari Mas Agam!" ucap Resti dengan pelan dan lalu berjalan ke depan untuk membukakan pintu.


Ceklek.


"Mas, dari mana saja sih? kenapa baru pulang dan kenapa panggilan serta chatt ku tidak dibalas? Mas menginap di mana dan sama siapa? Awas kalau Mas berbuat yang macam-macam!"


Agam tidak menjawab satupun pertanyaan dari Resti, dia membuka sepatu, lalu bergegas masuk tanpa menyapa Bu Helen yang duduk di depan televisi.


Resti pun mengikuti Agam ke kamar, karena tidak juga mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, diapun menarik lengan Agam, "Tunggu Mas! jawab dulu pertanyaan ku! jangan diam saja!"


"Hemm, lepaskan tanganku! Aku capek dan sekarang aku mau mandi. Tolong kamu siapkan air panas, aku ingin merilekskan tubuhku! Dan siapkan kaos serta celana jeans ku, aku ada janji dengan teman-teman malam ini!"


Resti berdiri mematung, dia heran kenapa dalam satu malam sikap Agam berubah 180°. Agam seperti orang asing, main perintah sesuka hatinya. Padahal biasanya dia yang memerintah Agam.


"Cepat Res! Kenapa malah bengong! Aku nggak mau sampai mereka menunggu!"

__ADS_1


"I-iya Mas. Sebentar aku panaskan air dulu."


Agam menghela nafas, sebenarnya dia tidak tega memperlakukan Resti semena-mena, tapi dia harus bisa memegang kendali rumah tangganya lagi.


Dia masih berharap rumah tangganya bisa diperbaiki dan kembali seperti dulu.


Resti yang sudah lama tidak berkecimpung di dapur, bingung mencari di mana letak barang-barangnya, lalu diapun berteriak memanggil sang Mama.


Bu Helen pun terkejut mendengar teriakan Resti, lalu beliau buru-buru ke dapur menghampiri putrinya.


"Kenapa sih kamu teriak-teriak Res?"


"Mas Agam mau mandi air hangat Ma, jadi aku diminta menyiapkannya. Dimana alat untuk merebus airnya Ma?"


"Lho kok malah tanya Mama? tanya dong suamimu, kan dia yang setiap hari berkutat di dapur."


"Sudah ada air panasnya Res!" teriak Agam dari dalam kamar.


"Suruh dia menyiapkannya sendiri. Berani-beraninya dia bentak-bentak kamu!" ucap Mama Helen yang merasa tidak senang.


"Mana airnya Res? Aku sudah menunggu sejak tadi dan kamu malah datang dengan tangan kosong."


"Maaf Mas, alat untuk masak airnya tidak ketemu. Kamu simpan di mana sih Mas?"


"Heh, terbuang sia-sia waktuku untuk menunggu! sekarang aku mau mandi, siapkan pakaian yang aku minta tadi!"


Agam pun menyambar handuk, tapi sebelum masuk ke kamar mandi dia berkata, "Mulai besok, kamu yang siapkan semuanya. Aku lembur sampai beberapa minggu ke depan dan mungkin aku juga akan keluar kota."


Setelah selesai mengatakan hal itu, Agam menutup pintu dengan kuat hingga membuat Resti terlonjak. Diapun buru-buru menyiapkan pakaian yang Agam minta.


Dengan telanjang dada Agam keluar, dia tersenyum saat melihat apa yang dia mau sudah ada di atas tempat tidur.


Kemudian dia mengenakan pakaian, berputar sejenak di kaca sembari menyugar rambutnya.


Agam terlihat sangat tampan dengan rambut setengah basah dan dengan aroma wangi tubuh yang menguar memenuhi ruangan, hingga membuat Resti merasa heran.


Sudah lama Agam tidak peduli dengan penampilannya, tapi malam ini dia berpenampilan sangat beda, ganteng bak aktor Hollywood, pokoknya keren abis deh.

__ADS_1


Resti menghalangi saat melihat Agam menyambar kunci mobil serta dompet.


"Mau kemana Mas kok rapi sekali? Jangan pergi Mas, aku ingin bicara soal kemaren kenapa aku tidak datang ke kantor Mas!"


"Maaf Res, nggak bisa sekarang, nanti saja saat aku pulang. Tapi nggak usah kamu tunggu, karena aku belum tahu jam berapa sampai rumah. Aku akan bawa kunci, jadi nggak perlu merepotkan kalian!" ucap Agam yang langsung bergegas ke luar kamar.


Akhirnya Resti pun tidak bisa menghalangi kepergian Agam. Sekarang giliran dia yang bete karena perubahan sikap suaminya itu.


Sebenarnya Agam belum tahu akan pergi kemana, karena sejak menikah dia jarang keluar rumah, kecuali untuk bekerja, mengajak makan serta nonton Resti dan juga memenuhi undangan bertemu koleganya.


Tapi sekarang Agam tidak mau dianggap lemah dan bodoh lagi, dia akan mencari hiburan untuk mengobati rasa kecewanya.


Agam teringat Chandra, salah satu teman terdekatnya dulu. Kemudian Agam pun meneleponnya dan mengajak nongkrong di club tempat mereka dulu sering menghabiskan waktu bersama teman-teman yang lain.


Meski Chandra sedang ada pekerjaan tapi dia menyempatkan diri untuk menemani Agam. Chandra tahu, pasti Agam sedang ada masalah.


Agam tidak langsung masuk, karena tempat itu sudah asing baginya, dia memilih menunggu Chandra di parkiran club sembari mengecek ponselnya.


Begitu membuka WhatsApp, Agam melihat ada pesan dari nomor asing dan matanya membulat saat dia melihat ada sebuah kiriman video.


Dalam video itu, Resti dan rekan-rekannya sedang pesta api unggun di sebuah villa mewah.


Yang membuat Agam naik darah, dia melihat Resti di peluk dan di cium oleh sang Bos.


Suami mana yang tidak marah saat istri membatalkan janji tanpa alasan, pergi menginap, bersenang-senang serta bermesraan dengan pria lain. Meski tidak ada bukti jika keduanya melakukan hal yang lebih jauh lagi.


Agam memukul stir, hatinya begitu sakit, pikirannya pun menjadi kotor, mungkin inilah salah satu penyebab kenapa istrinya bersikap dingin di ranjang.


Dia ingin buru-buru pulang dan meminta penjelasan dari Resti, tapi Agam tidak mungkin meninggalkan Chandra yang sudah hampir sampai.


Amarah Agam seketika sirna saat seorang wanita berpakaian seksi dengan nafas ngos-ngosan masuk ke dalam mobilnya, merunduk ketakutan.


Dalam posisi merunduk dan dengan suara gemetar menahan tangis, wanita itupun memohon agar Agam segera membawanya pergi dari sana.


Siapakah wanita itu?


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2