TERJERAT PESONA WANITA MALAM

TERJERAT PESONA WANITA MALAM
BAB 7. MALAS PULANG


__ADS_3

"Tuan tolong saya, bawalah saya pergi dari sini. Aku mohon Tuan, aku tidak mau tertangkap oleh mereka. Hiks...hiks...hiks."


Agam melongok keluar melalui kaca spionnya dan benar saja ada beberapa orang sedang celingukan mencari keberadaan wanita tersebut.


Rasa iba membuat Agam melajukan mobil dan keluar dari parkiran. Dia akan menolong wanita ini dulu, baru kembali untuk menunggu kedatangan Chandra.


Merasa aman, wanita itupun mendongak dan dengan terkejut, diapun berkata, "Tuan...Anda kan?"


Mendengar ucapan wanita itu, Agam pun menoleh dan dia juga kaget, "Lho...bukannya Mbak yang hampir ketabrak kemaren? Memangnya siapa mereka Mbak? Kenapa mereka mengejar-ngejar Mbak?"


Setelah agak jauh dari club itu, Agam pun menghentikan mobilnya, lalu menepi. Dia ingin tahu kenapa wanita itu ada di sana dengan penampilan yang sangat berbeda dari kemaren.


"Maaf Mbak, kalau boleh tahu siapa orang-orang tadi dan kenapa Mbak sampai berurusan dengan mereka?"


Wanita itu terdiam, dia sedih, takut dan juga malu untuk menceritakan kisah hidupnya yang menyedihkan dan tentu saja sangat memalukan.


"Mbak, kenapa diam? siapa mereka? ceritalah Mbak, mungkin saya bisa membantu."


"Maaf Mas, terimakasih. Tapi saya nggak mau merepotkan dan juga mempersulit hidup Mas. Saya harus segera pulang karena anak saya sedang sakit."


"Maaf ya Mas, saya selalu merepotkan. Sekali lagi terimakasih sudah mau menolong saya," ucap wanita itu sembari membuka pintu mobil dan bergegas pergi.


"Tunggu! siapa nama Mbak?"


Agam tidak mendapatkan jawaban, karena sebentar saja wanita itu sudah menghilang dari pandangan. Agam mendesah, lalu dia memutar balik mobilnya menuju cafe.


Begitu sampai di parkiran, Chandra menelepon, "Gam, kamu dimana? Aku sudah di dalam."


"Iya Chan, sebentar ya, aku sudah di parkiran. Aku segera ke sana."


Agam pun bergegas masuk dan dia melihat Chandra sedang duduk minum sambil di temani seorang wanita cantik.


"Hai Gam, kenali ini Shelly. Oh ya Shell kenalkan ini Agam temanku, tolong kamu siapkan ruangan biasa, aku dan Agam ingin nyantai di sana.


"Hai Gam, selamat datang," ucap Shally sembari tersenyum dan mengulurkan tangan.


Shally tidak langsung melepaskan tangan Agam hingga membuat Chandra menyenggol lengannya.


"Oke-oke aku tahu, cuma usaha saja barangkali Agam mau dengan ku. Aku akan siapkan ruangan dulu."

__ADS_1


"Dan sekalian bilang ke mami, aku tetap mau wanita itu, berapapun bookingannya aku akan bayar."


"Oke Sayang. Aku akan siapkan semuanya. Aku pastikan mami akan menemukan wanita itu dan malam ini dia pasti akan datang menemui mu di apartemen."


"Bagus, aku senang dengan cara kerja kalian!"


Shally pun memberi kode dengan jari, setelah itu diapun pergi meninggalkan keduanya untuk menyiapkan permintaan Chandra.


"Kamu ya Chand nggak berubah-ubah, gonta-ganti wanita. Kapan lagi kamu mau serius!"


"Untuk apa serius Gam, makhluk yang namanya wanita buat aku stres. Lebih baik aku bebas, tidak terikat dan masih bisa bersenang-senang kapanpun aku mau."


"Ingat penyakit Chand!"


"Aman kok, aku selalu memakai pengaman dan juga rutin melakukan pemeriksaan."


"Tapi..."


"Ssst...aku tahu apa yang mau kamu omongkan. Nantilah jika sudah bosan aku baru tobat."


Agam menggelengkan kepala, walaupun Chandra seperti itu, tapi dia salah satu teman yang paling mengerti dan juga peduli dengan kesulitan yang di alami teman-temannya.


Agam mendesah hingga membuat Chandra tahu jika sahabatnya itu pasti sedang ada masalah dengan sang istri.


Chandra merangkul Agam, "Ayo kita ke dalam, nanti kamu bebas cerita di sana, aku akan bantu mencari solusinya."


Ternyata Shelly sudah mempersiapkan makanan serta minuman di ruangan yang Chandra pesan.


"Ayo Tuan - Tuan dipersilakan. Jika butuh bantuan, apalagi untuk menemani Tuan ganteng ini jangan lupa ya japri aku," ucap Shelly sembari meringis pergi.


"Ayo Gam masuklah! di sini kita ngobrol dengan puas dan nyaman, tidak akan ada yang datang mengganggu."


"Sekarang ceritakan bagaimana tentang pekerjaanmu?"


"Kalau masalah pekerjaan aman Chand dan lumayan lah ada peningkatan. Tapi aku stres dengan kondisi rumah tanggaku."


"Mintalah istrimu berhenti bekerja Gam, pasti semuanya bisa berubah dan mungkin kalian akan diberikan kepercayaan untuk mendapatkan momongan lagi."


Agam mendesah, "Susah Chand, Resti keras kepala. Semakin kesini semuanya makin kacau, belum lagi dengan sikap mertuaku."

__ADS_1


"Tenang, pasti ada jalan keluarnya. Kamu laki-laki, harus tegas dan jangan kalah. Mana Agam yang aku kenal dulu, Agam yang pantang menyerah dan tidak takhluk dengan wanita."


"Lihat ini, aku jadi ragu untuk memperbaiki semuanya. Apa mungkin rumah tanggaku bisa seperti dulu, jika kepercayaan ku saja terhadap Resti sudah memudar," ucap Agam sembari menunjukkan rekaman yang ada dalam ponselnya.


"Istrimu selingkuh? Pria itu!"


"Ya, dia Bos Resti."


"Bukan itu maksudku, dia menantu dari keluarga Raharja yang terkenal dengan kekayaannya. Berani sekali dia melakukan hal itu, jika sampai Tuan Raharja tahu, bisa kena depak dia dari perusahaan."


"Lagipula istrinya cantik lho, kok masih bisa-bisanya dia selingkuh dengan istrimu. Dasar buaya darat, mending sepertiku puas-puaskan melajang dulu."


"Kenapa nggak kamu datangi saja dan minta penjelasan dari dia. Kamu jangan menyerah, mumpung belum terlambat."


"Entahlah Chand, aku rasanya sudah lelah dengan rumah tangga yang tidak menghargai ke ikhlasan ku dan malah Resti serta ibunya menganggapku seperti seorang pembantu."


"Malam ini aku mungkin akan menginap di hotel saja, aku malas untuk pulang dan bertemu mereka."


"Begini saja, malam ini kamu menginap di apartemen ku daripada di hotel. Aku mungkin akan ke rumah ibu, soalnya beliau memintaku untuk pulang."


"Semoga besok pikiranmu akan tenang dan bisa mengambil keputusan terbaik untuk kelangsungan rumah tanggamu."


"Terimakasih Chand."


"Ayo kita makan dulu, nanti aku antar kamu kesana, baru aku ke rumah ibu."


Agampun mengangguk, lalu mereka pun menikmati hidangan yang tersedia dengan lahap. Setelah selesai, keduanya melanjutkan perbincangan sejenak, baru pergi meninggalkan tempat tersebut.


Chandra mengantar Agam ke apartemennya. Setelah menunjukkan kamar serta memberitahu ada stok makanan di kulkas untuk sarapan besok, Chandra pun bergegas pergi ke rumah sang ibu.


Kini Agam sendiri di sana, dia memperhatikan sekeliling ruangan. Meskipun Chandra single tapi apartemennya begitu rapi dan bersih. Agam merasa nyaman berada di sana.


Mungkin Agam akan membeli apartemen setelah ini, lebih baik dia menghindar dulu dari istri dan mertuanya. Agam ingin tahu, bagaimana sikap Resti dan sang mertua tanpa dia di rumah.


Belum sempat Agam masuk ke dalam kamar, terdengar suara bel pintu. Agam pun bergegas membukanya, barangkali Chandra yang balik karena ada barang tertinggal.


Siapakah tamu tersebut? benarkah Chandra yang kembali? ikuti terus ceritaku ya sobat dan jangan lupa tinggalkan dukungan. Terimakasih.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2