
Surat kematian Izal, suami Melati sudah Chandra dapat lalu diapun mengirimkannya kepada Agam beserta bukti pengurusan perceraian Agam dengan Resti.
Bapak dan ibu Melati sekarang percaya dan merekapun memberikan restunya. Mereka berjanji akan datang saat pernikahan Melati dan Agam dilaksanakan.
Agam dan Melati sedang asyik menikmati pemandangan sawah bersama beberapa orang warga, saat tiba-tiba Resti datang dan menjambak rambut Melati.
Melati terkejut dan kali ini dia tidak tinggal diam. Melati membalas perbuatan Resti dengan melakukan hal yang sama hingga Resti menjerit kesakitan dan meminta tolong.
Agam dan warga lain memisahkan mereka, lalu Agampun menjelaskan jika Resti adalah mantan istrinya dan mereka akan menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.
Warga saling berbisik dan hal itu membuat Bapak serta ibu merasa malu. Agam tidak membiarkan hal itu, lalu diapun menunjukkan bukti serta menjelaskan jika dirinya memang tidak cocok lagi dengan Resti.
Kemudian untuk meredam tindakan Resti yang brutal akhirnya Agam membawa Resti pergi dari sana, lalu Agam mengancam akan menuntut pembagian harta dalam persidangan nanti jika Resti terus mempermalukannya seperti tadi.
Resti akhirnya terdiam dan dia memohon Agar Agam membatalkan perceraian mereka. Resti berjanji akan merubah sikap serta perilakunya dan akan berhenti bekerja.
Namun Agam tetap dengan pendiriannya. Dia sudah tidak bisa melanjutkan pernikahan mereka lagi.
Agam meminta Resti untuk pergi tapi Resti menolak dan dia berteriak-teriak ingin mempermalukan Agam di kampung tersebut.
Kesabaran Agam sudah habis, lalu dia mendekati Resti dan berkata, "Jika kamu tidak pergi dari sini, aku akan menunjukkan video mesum dirimu dengan Binsar kepada warga, agar mereka yang mengusirmu dengan cara paksa.
Resti terdiam, dia tidak menyangka jika Agam memiliki video lain saat dirinya sedang tidur bersama Binsar.
Akhirnya Restipun meninggalkan kampung tersebut, tapi dia tidak akan menyerah.
Agam kembali menemui Melati dan mereka meminta maaf kepada Bapak serta para warga atas kerusuhan tersebut.
Akhirnya Bapak pun memutuskan akan menikahkan mereka secepatnya sebelum Agam dan Melati kembali ke kota.
Masalah perceraian Agam yang sedang dalam pengurusan, tidak menjadi persoalan lagi bagi Bapak.
Apalagi setelah beliau melihat langsung, bagaimana perangai Resti. Bapak semakin yakin jika Agam memutuskan bercerai karena alasan yang tepat.
Ibupun setuju dengan rencana Bapak, lalu dengan dibantu oleh para tetangga merekapun mempersiapkan acara pernikahan sederhana.
__ADS_1
Masalah resepsi akan Agam selenggarakan di kota nantinya setelah surat perceraiannya selesai.
Hari ini Akad nikah sederhana pun dilangsungkan secara khidmat. Melati kini telah sah menjadi nyonya Agam.
Bapak dan ibupun bersyukur, saat melihat Melati serta Bayu begitu bahagia dalam pelukan sang menantu.
Saat kebahagiaan sedang berlangsung, tiba-tiba ponsel Agam berbunyi, ternyata dari Chandra. Chandra mengabarkan jika Pak Indra kecelakaan dan saat ini sedang dirawat di ruang ICU.
Dokter juga mengatakan jika kondisi Pak Indra cukup parah dan beliau selalu menyebut-nyebut nama Agam.
Agam pun pamit kepada Bapak dan Ibu untuk segera kembali ke Jakarta. Dan dia berjanji akan berkunjung lagi saat mendekati lebaran.
Bapak sebenarnya keberatan karena mereka baru saja berkumpul dengan anak serta cucu setelah sekian tahun tidak bertemu.
Tapi beliau juga tidak bisa menahan karena Melati sekarang sudah menjadi hak Agam.
Setelah mempersiapkan semuanya, Agam dan Melati pamit, merekapun kembali ke Jakarta malam itu juga.
Agam dan Melati langsung menuju rumah sakit dan ternyata di sana Chandra sudah menunggu.
Di sana terlihat, Pak Indra terbaring sangat lemah dengan banyak luka dan peralatan yang terpasang di tubuhnya.
Beliau membuka mata saat tangan Agam menggenggam tangannya.
Dengan tersenyum beliau membalas genggaman tangan Agam, lalu berusaha membuka alat bantu pernapasan yang terpasang di hidungnya.
Agampun membantu melepaskannya, dan dengan susah payah Pak Indra mengucapkan permintaan maaf.
Agam bingung, seharusnya dialah yang meminta maaf karena selama ini dialah yang sering menyusahkan Pak Indra tapi Pak Indra menggeleng sembari berkata bahwa dia telah bersalah terhadap Agam dan ibunya.
Pak Indra pun mengaku jika selama ini dia takut untuk mengatakan jika dirinya adalah Papa Agam yang dulu telah meninggalkan Agam beserta istri karena memilih menuruti keinginan orangtuanya.
Agam menangis, dia tidak menyangka jika Papanya masih hidup dan ternyata selama ini begitu dekat dengannya.
Dia ingin marah tapi melihat kondisi Pak Indra saat ini tidak memungkinkan bagi Agam untuk melakukan hal itu.
__ADS_1
Akhirnya diapun memeluk Pak Indra dan memanggilnya dengan sebutan Papa.
Pak Indra tersenyum sembari memejamkan mata hingga membuat Agam histeris memanggil dokter.
Dokter dan perawat pun datang untuk memberikan pertolongan, mereka meminta Agar Agam menunggu di luar.
Pak Indra saat ini sedang kritis, hingga membuat Agam merasa menyesal, kenapa Pak Indra baru mengakui setelah keadaannya seperti sekarang.
Dengan cemas Agam menunggu di luar dan Melati pun memberikan kekuatan agar Agam bersabar serta banyak berdoa.
Sambil menangis, Agam menceritakan kepada Chandra dan Melati jika bos yang sedang terbaring kritis di dalam adalah Papa kandungnya.
Chandra pun baru sadar kenapa selama ini Pak Indra begitu baik, selalu menolong Agam setiap kali mendapatkan kesulitan.
Chandra memeluk sahabatnya dan dia mengajak Agam pergi ke musholla rumah sakit untuk menenangkan diri sembari mendoakan Pak Indra.
Melati duduk menunggu kabar dari dokter dan dia menelepon pengasuh Bayu agar segera datang ke rumah sakit.
Dia ingin Mbak pengasuh membawa pulang Bayu agar bisa beristirahat. Sementara Melati akan tetap menemani Agam menjaga Pak Indra di rumah sakit.
Pengasuh Bayu pun tiba, lalu diapun merayu Bayu agar mau pulang bersamanya. Awalnya Bayu menolak dan menangis, tapi setelah Melati merayu serta mengatakan jika akan membelikannya mainan baru, akhirnya Bayu pun menurut dan bersedia untuk pulang bersama sang pengasuh.
Agam yang sudah tenang kembali ke ruangan ICU dan saat dia tidak melihat Bayu Agampun menanyakannya kepada Melati.
Melati menjelaskan jika Bayu untuk sementara lebih baik tinggal bersama Mbak pengasuh sampai kondisi Pak Indra Membaik.
Agam sebenarnya merasa iba melihat Melati yang terlihat lelah, tapi saat ini dia membutuhkan dukungan istrinya itu untuk tetap bersamanya di rumah sakit.
Chandra pamit, dia ingin membeli makanan untuk mereka. Meskipun saat ini mereka sedang sedih, setidaknya harus tetap menjaga kesehatan.
Agam bolak-balik menemui dokter atau suster yang keluar dari ICU, dia ingin terus memantau perkembangan kesehatan sang papa.
Tapi belum ada perubahan juga dengan kondisi Pak Indra dan dokter menyarankan agar di setiap jam besuk, Agam mengajak beliau berbicara untuk memancing kesadarannya.
Bersambung...
__ADS_1