
Sesampainya di kantor, Agam langsung menuju ke ruangan Pak Indra, tapi sebelumnya dia telah bertanya kepada sang sekretaris apakah Pak Indra ada di tempat atau tidak.
Agam mengetuk pintu dan Pak Indra pun memintanya untuk masuk.
"Bagaimana Gam, apa sudah ada kabar dari mami, berapa yang harus kamu bayar?"
"Sudah Pak, jumlahnya lumayan besar. Saya pasti terutang banyak dengan Bapak. Mami minta 5T sekaligus membayar biaya perawatan tubuh Melati selama ini," ucap Agam sembari menunjukkan chatt dari mami ke Pak Indra.
"Oh, sebentar saya siapkan ceknya. Nanti kamu tanya dulu dia mau cash atau Cek. Jika maunya cash, kamu cairkan dulu ke bank."
"Iya Pak. Saya akan cicil kekurangannya. Terimakasih atas bantuan Bapak. Saya tidak tahu akan berbuat apa untuk menolong Melati jika tidak ada Bapak."
"Pergilah hubungi mami, ajak Chandra untuk menemanimu. Beberapa orang pengawal ku juga akan mengikuti kalian dari kejauhan, buat jaga-jaga aja. Takutnya mami mangkir dengan keputusannya setelah dia menerima uang ini."
"Iya Pak, saya pamit dulu. Oh ya Pak, hampir saja saya lupa. Ini sertifikat rumah ibu, jika suatu saat saya punya uang, saya akan menebusnya."
__ADS_1
"Jangan kamu pikirkan masalah itu, kapanpun kamu mau ambil saja surat ini. Pergilah dan hati-hati ya!"
Agam pun mengangguk, lalu bergegas meninggalkan perusahaan menuju rumah Chandra dengan mengendarai taksi.
Sesampainya di rumah Chandra, Agam langsung menghubungi mami untuk memberitahukan bahwa dia telah membawa uangnya dan mami harus segera membebaskan Melati.
Senyum mami merekah, dia senang akan mendapatkan banyak keuntungan dari pertukaran tersebut.
Lalu mami pun meminta penjaga untuk memanggilkan pelayan yang biasa melayani kebutuhan Melati.
Pelayan pun bergegas ke kamar penyekapan Melati, lalu dia memaksa melati untuk mandi dan berdandan.
Melati awalnya meronta serta menolak ajakan pelayan untuk mandi. Tapi akhirnya dia menurut, saat pelayan mengatakan jika akan ada seseorang yang datang untuk menjemputnya.
Harapan Melati, orang yang akan menjemputnya itu adalah Agam.
__ADS_1
Melati bergegas mandi, lalu mengenakan pakaian yang sudah di siapkan oleh pelayan. Pelayan pun membantu merias dirinya, hingga Melati tampak lebih segar dan terlihat lebih cantik.
Agam dan Chandra pun sudah tiba dan penjaga mempersilakan mereka untuk masuk menemui mami yang sudah menunggu di ruangannya.
Mami pun mempersilakan keduanya untuk duduk lalu meminta pelayan untuk membawa Melati.
Agam langsung bangkit saat melihat Melati tiba dan dia ingin memeluknya tapi pengawal menghalangi atas perintah mami.
"Selesaikan dulu, baru kamu boleh menyentuhnya!" ucap mami.
Agampun menyerahkan selembar cek, lalu mami memeriksanya. Setelah dia yakin cek itu bukan cek kosong, mami pun memberi perintah kepada pengawal untuk menyerahkan Melati kepada Agam.
"Ini yang aku suka! Transaksi tanpa banyak tawar menawar. Oke, silakan kamu bawa dia. Selamat bahagia untuk kalian. Dan kamu Melat, terimakasih karena kamu sudah memberiku keuntungan yang banyak. Sebagai imbalannya, ini aku berikan untuk putramu."
Mami pun memberikan satu ikat uang kepada Melati tapi Melati tidak bergeming dari tempatnya. Dia tidak mau menerima uang tersebut.
__ADS_1
Akhirnya mami pun tidak memaksa dan membiarkan Melati pergi dengan Agam.