TERJERAT PESONA WANITA MALAM

TERJERAT PESONA WANITA MALAM
BAB 24. MELUKAI MELATI


__ADS_3

"Terimakasih Mas," ucap Melati dengan mata berkaca-kaca.


Agam memeluk Melati, keduanya saling rindu, padahal baru beberapa hari mereka tidak bertemu.


"Ehem...ehem, ingat dong ada aku di sini!"


"Maaf Mas Chandra. Terimakasih ya Mas, berkat Mas juga aku bisa bebas."


"Aku hanya penunjuk jalan Mel, semuanya usaha Agam dan berkat bantuan Pak Indra."


"Lagi-lagi Pak Indra yang menolong kami. Aku ingin berterimakasih kepada beliau. Besok kita temui Pak Indra ya Mas."


"Iya Mel. Sekarang, kita jemput Bayu, kasihan dia. Pasti Bayu sangat merindukan kamu."


"Apa Bayu baik-baik saja Mas?"


"Alhamdulillah baik, awalnya dia menangis, tapi lama kelamaan dia mengerti saat pengasuh bilang, kamu sedang pergi bekerja keluar kota untuk membeli mainan untuknya."


"Sekarang kita ke toko mainan dulu ya, biar Bayu senang dan tidak mengatakan jika kami berbohong."


"Iya Mas."


"Ayo Chand, kamu ikut kan?"


"Aku langsung pulang ya Gam, mobilmu kan sudah dikembalikan oleh mami dan aku tidak ingin mengganggu moment kebersamaan kalian."


"Jadi kapan nih akadnya?"

__ADS_1


"Nanti Gam setelah sidang perceraian ku dengan Resti selesai."


"Bagus deh, semakin cepat makin baik. Aku doain mudah-mudahan inilah awal kebahagiaan kalian."


"Terimakasih Chand, sudah yuk! kasihan Bayu."


"Oke, aku langsung pulang ya."


Merekapun melanjutkan perjalanan ke tujuan masing-masing.


Di dalam perjalanan, Resti menelepon, dia marah-marah karena kunci rumah di bawa semua oleh Agam. Saat ini Resti dan Helen tidak bisa masuk ke rumah.


Agam meminta Resti untuk datang ke toko mainan, bila Resti ingin mengambil kunci.


Dia ingin Resti bertanggung jawab jika masih menginginkan rumah itu. Jika tidak, Agam akan menjualnya daripada rumahnya hanya menjadi tempat maksiat bagi Helen.


Karena jarak antara rumah dengan toko mainan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit, jadi Agam tidak perlu menunggu lama hingga Resti tiba.


Agam mengajak Melati memilih mainan, dia ingin memberikan mainan-mainan yang mendidik untuk Bayu.


Resti pun tiba, lalu dia bergegas masuk, mata Resti seketika membulat saat dia melihat Melati juga ada di sana. Berarti kecurigaannya benar, Agam sedang membelikan mainan untuk anak Melati.


Dengan gigi gemeretak serta tangan mengepal, Resti pun mendekat, lalu langsung menarik rambut Melati dan berkata, "Dasar pelacur! kamu yang telah menyebabkan rumah tanggaku hancur! rasakan ini!"


Melati kaget dan hampir saja dia terjatuh jika tidak ditahan oleh Agam.


"Res, lepaskan! Apa-apaan kamu! Jangan kau timpakan kesalahan pada Melati. Kamu sendiri yang telah membuat rumah tangga kita hancur, kenapa malah menyalahkan Melati.

__ADS_1


"Cepat lepaskan!" teriak Agam sembari membuka paksa jambakan tangan Resti di rambut Melati.


Sementara Melati hanya menyeringai merasakan sakit sembari memegangi rambut yang terasa copot dari akarnya.


Karena cengkeraman keras tangan Agam, akhirnya Resti melepaskan jambakannya. Namun Agam tidak menduga jika Resti melayangkan tamparan begitu keras ke pipi Melati.


Melati mengaduh, seketika pipinya memerah bercap lima jari dan tidak itu saja, sebuah cakaran berhasil melukai lehernya. Leher Melati pun terluka dan mengeluarkan darah.


Sebenarnya tujuan Resti adalah ingin merusak wajah Melati, tapi sasarannya meleset karena Agam sempat menarik Melati ke dalam pelukannya.


Melihat hal itu, Resti bertambah marah dan dia memukul lengan Agam yang melindungi Melati secara bertubi-tubi.


Agam kesal, lalu dia menghempaskan tangannya dan tidak diduga Resti pun terdorong, jatuh menimpa rak mainan. Mainan yang ada di rak pun jatuh berserakan dan rusak.


Para pengunjung berkerumun melihat kejadian tersebut dan penjaga toko menghampiri mereka.


"Apa-apaan ini! Jika kalian ingin bertengkar jangan di toko saya. Gara-gara kalian, barang dagangan saya jadi rusak!"


"Itu mainan mahal semua, pokoknya saya tidak mau tahu, kalian harus ganti rugi atas kerusakan ini!"


"Iya Mbak, saya akan ganti. Ini Mbak pegang kartu ATM serta kartu identitas saya. Kami akan selesaikan masalah ini di luar dulu," ucap Agam sembari menyerahkan kedua kartu di tangannya.


Kemudian Agam pun menarik paksa Resti keluar dan meminta Melati agar menunggunya di dalam saja setelah dia memberikan saputangannya untuk mengelap darah yang menetes di leher Melati.


Apakah yang akan dilakukan Agam terhadap Resti?


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2