TERJERAT PESONA WANITA MALAM

TERJERAT PESONA WANITA MALAM
BAB 18. MENJATUHKAN TALAK


__ADS_3

"Aw...Mas Agam jahat! Mas lebih membela dia ketimbang aku!" ucap Resti sembari menangis.


Agam meminta Melati untuk menggendong Bayu, karena Bayu menangis. Bayu ketakutan saat melihat Melati dijambak oleh Resti. Bayu seakan trauma karena dulu sering melihat Melati di aniaya oleh sang nenek.


Melati mendiamkan Bayu dengan memberinya susu, sementara Agam mendekati Resti dan mengulurkan tangan untuk menolongnya bangkit.


Resti menepis tangan Agam, lalu dia bangkit sendiri dan berkata, "Ternyata ini yang Mas lakukan di luaran, berpura-pura baik sebagai suami penurut ternyata selingkuh sampai memiliki anak."


"Dengarkan aku dulu, ayo kita bicara di luar, tidak pantas marah dan bedebat di rumah orang," ajak Agam sembari berjalan keluar.


"Duduklah, kita bicarakan baik-baik."


Resti pun duduk, lalu Agam bertanya, "Sekarang aku mau tanya, apa yang kamu lakukan di luar sana hingga tidak pulang dan tanpa izin suami!"


"Aku bekerja, toh aku berangkat tidak sendiri."


"Kamu kan punya ponsel, kenapa tidak menghubungiku, minimal pamit. Suami mana yang nggak marah, istrinya satu malaman tidak pulang tanpa kabar. Coba kamu lihat video ini, apa aku tidak pantas untuk marah, tidak pantas untuk cemburu Res!"


"Mas saja yang berlebihan, cuma begitu doang, pakai marah."


"Sekarang gantian aku, siapa yang di dalam itu, sejak kapan Mas Agam selingkuhin aku!"


Agam terdiam, hingga membuat Resti mengulang pertanyaannya lagi.


"Sejak kapan Mas! dan anak itu, apa saat aku hamil selingkuhan mu juga sedang mengandung?"


"Maaf Res, sepertinya kita sudah tidak sejalan. Bukan akunsok suci, jujur aku mencintai wanita itu, walau Bayu bukan putraku tapi aku sudah menganggapnya anak."


"Sekarang semua terserah kamu, aku sudah tidak bisa meneruskan perkawinan kita. Diantara kita sudah tidak ada kecocokan lagi."


"Jadi Mas Agam mau menceraikan aku!"


"Itu yang kamu mau bukan? Selama ini aku sudah cukup sabar Res, kalian memperlakukan aku seperti pembantu, aku terima. Karena apa? karena aku pikir dengan begitu kalian bisa berubah dan menyayangiku. Tapi nyatanya apa? semua yang kulakukan sia-sia."


"Aku kan tidak memaksa Mas, kamu yang mau melakukan itu, kenapa sekarang malah kamu ungkit semua. Suami macam apa kamu, yang tidak ikhlas membantu istri!"

__ADS_1


Agam mendesah, dia mencoba menekan emosi, bukannya dia tidak ikhlas membantu istri, tapi dia hanya ingin menjelaskan jika istri juga harus paham dengan pengorbanan serta kasih sayang seorang suami. Bukan malah semena-mena.


"Sudahlah Res, percuma juga kita bicara, kamu tidak akan pernah paham mana mengungkit dan mana ingin menjelaskan."


"Kita memang sudah tidak bisa saling memahami dan kamu juga tidak mau mendengarkan keinginan ku. Aku menginginkan seorang anak, sementara kamu tidak mau mengorbankan pekerjaan mu."


"Mau sampai kapan Res? harusnya kamu paham, usiaku sudah mau masuk kepala 4, kapan lagi aku punya kesempatan untuk menjadi seorang ayah."


"Mas sabar dong, aku sudah buka KB tapi belum di kasi mau ngomong apa!"


"Yang ku mau kamu berhenti bekerja, bukan cuma melepaskan KB. Karena kita sama tahu, rahim mu sangat lemah."


"Pokoknya aku nggak mau cerai! Aku nggak akan membiarkan pelacur itu menghancurkan rumah tanggaku!"


"Maaf Res, aku sudah punya komitmen dengan Melati, kami akan menikah."


"Mas Agam jahat! Mas Agam tidak pernah mengerti Aku!" teriak Resti sembari bangkit dan masuk ke dalam untuk mencari Melati.


Melati yang masih menghibur Bayu sangat terkejut saat Resti tiba-tiba masuk dan kembali menjambak rambutnya.


Resti kalap, dia menghempaskan Bayu hingga Bayu terjatuh dan mengenai kursi.


Bayu berteriak histeris sembari memanggil sang mama. Melati terkejut dia tidak menghiraukan rasa sakit pada kepalanya. Melati mendorong Resti lalu memeluk Bayu.


Agam sudah tidak bisa membiarkan Resti lagi, dia menyeret Resti dan mengusirnya keluar dari rumah itu.


Resti tidak terima dan dia mengancam akan menyakiti Melati serta Bayu jika Agam tidak meninggalkan mereka.


Agam tidak mempedulikan hal itu, lalu dia membawa melati masuk ke dalam mobil dan memintanya untuk pergi dari sana.


"Pergilah! mulai hari ini aku menceraikan kamu Resti!"


Suara Bayu lantang, dia sudah tidak mungkin lagi untuk mempertahankan rumah tangganya. Resti terlalu egois dan tidak bisa diberi pengertian.


Talak pun sudah dijatuhkan oleh Agam dan hal itu di dengar oleh Melati yang masih menangis sambil mendekap Bayu.

__ADS_1


Resti menangis dan dia menghidupkan mesin mobilnya, tapi sebelum pergi, dia bersumpah akan membalas semua perlakuan Agam serta Melati.


Agam hanya menggelengkan kepala, awalnya tidak akan keluar kata cerai dari mulutnya tapi tindakan Resti telah memaksanya.


Setelah kepergian Resti, Agam menghubungi pengacara dan dia meminta agar pengacara mengurus perceraiannya. Masalah harta gono-gini, Agam tidak akan mengambil apapun kecuali mobilnya.


Pengacara berjanji akan sesegera mungkin memproses permintaan Agam.


Setelah menutup panggilannya, Agam masuk ke dalam rumah untuk mengajak Melati pulang. Tapi Melati menolak, dia minta agar Agam mengejar Resti dan mengabaikannya saja.


Agam menjelaskan kepada Melati jika hubungannya dengan Resti sudah selesai dan dia ingin memulai hubungan baru dengan Melati.


"Mel, ayo kita pulang. Besok kita berangkat. Anggap saja jalan-jalan besok untuk menenangkan diri. Please Mel, ayo kita pulang, nanti aku jelaskan semuanya di rumah. Kasihan kan, Mbak Ririn mau istirahat."


Melati pun akhirnya menurut dan mereka pamit dengan pengasuh Bayu. Agam menggendong Bayu ke mobil, sementara Melati membawa tas perlengkapan Bayu.


Selama dalam perjalanan, Melati lebih banyak diam. Dia sudah pikirkan baik-baik, jika dirinya tidak mau menjadi penyebab hancurnya rumah tangga Agam.


Apalagi setelah melihat Resti begitu garang, berusaha mempertahankan rumah tangganya.


Melati juga tidak ingin hidupnya semakin ruwet dan musuhnya semakin bertambah banyak.


Melihat Melati diam, Agam menggenggam sebelah tangannya dan berkata, "Aku punya alasan untuk menceraikan Resti, nanti kamu bisa menilai bagaimana keadaan rumah tanggaku yang sebenarnya.


Aku mohon Mel, tetaplah bersamaku karena aku nggak akan sanggup untuk berpisah dengan kalian.


Mungkin aku terlihat konyol tapi jujur, aku seperti memiliki ikatan batin dengan Bayu.


Melati tertunduk, dia juga sebenarnya merasakan hal yang sama. Melati merasa nyaman dan aman berada di sisi Agam.


Mereka pun akhirnya sampai, Agam menggendong Bayu yang sudah tertidur, membawanya ke kamar. Setelah memastikan Bayu tidak akan bangun, Agampun mengajak melati untuk ngobrol di balkon sembari menikmati suasana malam.


Agam menatap Melati lalu diapun mulai menceritakan bagaimana kondisi rumah tangganya selama ini.


Dan Agam juga mengakui, sebagai pria normal tentu saja dia butuh layanan istri. Tapi, hal itu tidak dia dapat dari Resti.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2