TERJERAT PESONA WANITA MALAM

TERJERAT PESONA WANITA MALAM
BAB 21. MENYANGGUPI PERMINTAAN MAMI


__ADS_3

"Tenang Gam, kita pasti bisa menemukan Melati."


"Jujur, aku sangat takut Chand, lagipula kasihan Bayu, dia sudah sering melihat ibunya disakiti."


"Iya sih, kasihan anak Melati. Mudah-mudahan saja kita bisa segera menemukannya."


Chandra menambah kecepatan kenderaannya dan untung saja jalanan saat itu rada sepi hingga tidak butuh waktu yang lama mereka pun sampai.


Tapi rumah itu sangat sepi, hanya ada seorang penjaga pintu yang langsung menghadang mereka.


"Maaf Pak, bisa kami bertemu dengan mami?" tanya Chandra.


"Anda siapa dan ada keperluan apa?"


"Bilang saja, saya kolega mami dan nama saya Chandra. Soalnya hape mami sedang tidak aktif jadi saya tidak bisa menghubungi beliau langsung."


Penjaga pun menghubungi mami ke nomornya yang lain dan mami minta untuk membiarkan Chandra masuk.


Kemudian penjaga itu membukakan pintu pagar, lalu meminta Chandra masuk.


Saat penjaga menghalangi Agam, Chandra pun berkata, tolong biarkan dia ikut karena dia juga mempunyai kepentingan dengan mami.


Akhirnya penjaga pun membiarkan keduanya untuk masuk tapi saat rombongan Pak Indra dengan para pengawalnya datang, penjaga menahan mereka, tidak membiarkan mereka untuk ikut.


Mami sudah menunggu kedatangan Chandra dan saat bunyi bel berdenting, sang mami pun meminta salah satu pengawal untuk membukakan pintu.


Pengawal membawa Chandra serta Agam ke dalam dan mereka melihat sang mami duduk dikursi kebesarannya.


Selamat datang Pak Chandra, ada keperluan apa ya mencari Saya hingga ke sini? Jika ingin membooking anak-anak Mami lagi, Anda bisa langsung temui Selly.


"Begini Mam, kami ingin mami melepaskan Melati," pinta Chandra.


"Hahaha...Pak Chandra ada-ada saja. Mana mungkin saya akan melepaskan aset berharga saya."


"Pak Chandra sendiri tahu kan, untuk bisa mendapatkan kesempatan bersama Melati harus rela antri dan mendapatkan seleksi ketat dari saya."


"Iya Mi, saya tahu. Tapi saya mohon Mi, berikan Melati kepada kami. Kami akan bayar berapa pun yang Mami minta."


"Maaf, saya tidak bisa. Lihat daftar ini, berapa banyak para sultan yang telah rela menunggu antrian untuk sekedar ditemaninya. Jadi kalian jangan coba-coba untuk membawanya dari saya."

__ADS_1


"Harap kalian tahu, mereka semua sudah melunasi, hanya tinggal menunggu giliran."


"Karena Pak Chandra pelanggan tetap Saya, makanya kemaren saya tidak permasalahkan, Anda telah menyembunyikan Melati dalam beberapa minggu."


"Tapi jika Anda melakukannya lagi, maka saya tidak akan segan menindak Anda."


Chandra yang melihat daftar nama-nama tersebut, mundur.


Dia tidak berani menantang Mami untuk membeli Melati. Karena Chandra memang mengenal sebagian besar siapa pelanggan-pelanggan tersebut.


Mereka adalah para pengusaha tajir serta sebagian lagi pejabat kalangan atas.


Setidaknya Chandra tahu, berapa mereka berani membayar hanya untuk membooking Melati.


"Bagaimana Pak Chandra, Anda paham bukan? Jadi tolong silakan pergi karena saya masih banyak urusan. Jika Pak Chandra menginginkan anak saya yang lain, kita bisa buat negosiasi," ucap Mami sembari berbalik dan hendak meninggalkan ruangan tersebut.


"Tunggu Mami!" ucap Agam.


"Jika saya tetap menginginkan Melati, berapa yang harus saya bayar agar Mami bersedia melepaskan dan memberikan dia kepada saya!"


Mendengar hal itu, Chandra menyenggol lengan Agam, lalu berbisik, "Berat Gam, kita tidak mungkin sanggup. Sebaiknya kita pulang dan pikirkan cara lain untuk menolong Melati."


Agam merasa kecewa, Chandra saja yang uangnya lumayan banyak, mengatakan tidak sanggup, apalagi dirinya yang hanya seorang karyawan biasa.


"Mam, please berikan Melati kepada Saya. Saya akan melunasi semuanya tapi saya minta waktu. Dan saya mohon, stop pelanggan Melati. Karena saya akan menikahinya," pinta Agam sembari mengatupkan tangannya.


"Hahaha, Pak Chandra tolong jelaskan kepada teman Bapak, berapa Triliun yang harus dia bayar."


"Untuk sekelas Pak Chandra saja, saya nggak yakin, apalagi untuk Anda, yang dari penampilan saja saya sudah bisa lihat, berapa kemampuan Anda," ucap Mami dengan mencibir.


"Anda sebutkan berapa T, beri saya waktu satu minggu untuk mengusahakannya!" tantang Agam. Dia tidak rela jika Melati kembali melayani pelanggan.


Agam sudah benar-benar jatuh hati kepada Melati dan dia akan melakukan apapun asal bisa membebaskan Melati serta menikahinya.


"Gila kamu Gam! sebaiknya kita pergi dari sini, masih banyak wanita lain yang lebih cantik dan baik, yang bisa kamu jadikan istri. Mungkin memang Melati bukan jodohmu."


"Tidak Chand, aku harus bisa mendapatkan Melati. Aku mencintai dia dan tidak akan membiarkan dia kembali ke dunianya lagi."


"Wow...hebat! saya salut dengan tekad Anda. Tapi tekad saja tidak cukup Pak!"

__ADS_1


"Anda harus mengganti semua uang yang sudah masuk berikut denda, karena para pelanggan saya pasti tidak akan terima dibatalin begitu saja."


"Belum lagi hutang almarhum suami Melati dan juga hutang tambahan uang diambil oleh mertuanya atas nama Melati."


"Apa Mi! Mertuanya hutang atas nama Melati?"


"Ya, memangnya kenapa? toh itu untuk kebutuhan anak Melati!"


"Kapan si tua itu berhutang dan berapa jumlahnya!"


"Dua hari lalu, senilai 300jt."


"Bangsat! Dasar tua bangka mata duitan. Padahal dia baru memeras Melati sebesar 1Milyar!" ucap Agam dengan marah.


"Saya tidak tahu itu dan bukan urusan saya. Yang saya tahu, memang ibu itu yang mengurus putra Melati."


"Baiklah, Mami total saja. Nanti infokan jumlahnya ke nomor hape saya. Ini nomor saya Mi!"


"Saya akan datang kesini minggu depan, menjemput Melati dan menyerahkan uang yang Mami minta. Tapi dengan syarat, Mami tidak memberikan Melati kepada pelanggan manapun!"


"Apa jaminan kamu pasti datang! Jika kamu tidak tepati janji, pastinya saya yang rugi. Berapa kerugian saya selama seminggu, menolak pelanggan."


"Saya akan tinggalkan mobil serta kartu ATM saya di sini, jika saya tidak datang, Mami boleh ambil semua itu."


"Ini, di dalamnya masih ada uang senilai 500 juta dan tolong Chand berikan kunci mobilku kepada Mami."


Dengan menggelengkan kepala, Chandra pun memberikan kunci mobil Agam kepada mami, dia tidak bisa menghalangi keinginan Agam.


Mami tersenyum, jika memang benar Agam sanggup membeli Melati dengan nilai yang akan dia tentukan, keuntungannya akan berlipat. Dia tidak perlu bersusah payah lagi dalam setahun kedepan.


"Baiklah, saya tunggu kedatangan mu dan ingat jangan telat seharipun. Jika telat, perjanjian kita batal. Mobil dan uang ini akan menjadi milik saya!" ucap mami sambil mengipas-ngipaskan kartu ATM ke wajahnya.


Agam pun setuju, lalu dia mengajak Chandra untuk meninggalkan rumah mami.


Di luar, Chandra meninju lengan Agam sembari berkata, "Gila kamu Gam! Kamu pasti kaget jika nanti mami mengirimkan berapa nilainya."


"Kamu tahu daftar pelanggan tadi, isinya siapa-siapa?"


Agam cuma diam, dia masih tidak pedulikan hal itu. Yang terpenting sekarang dia harus berusaha mendapatkan uang sebanyak mungkin, bagaimana pun caranya.

__ADS_1


Atau bila perlu Agam akan menyusup ke rumah mami untuk menculik Melati dan membawanya pergi jauh ke kota lain, yang tidak mungkin ditemukan oleh mami dan para bodyguardnya.


Bersambung....


__ADS_2