Terlalu Cantik

Terlalu Cantik
EPS. 10


__ADS_3

Maggie akhirnya berhenti menangis, dia mulai menghapus sisa-sisa air mata yang membasahi pipi merah mudanya itu dengan sebuah sapu tangan yang di berikan Ray...


"Jika sudah lebih tenang, ayo sekarang kita pergi cari makan, aku sangat lapar" ucap Ray sambil berdiri


"Terimakasih, kau tetap tinggal di sisiku" ucap Maggie sambil mengembalikan sapu tangan Ray


Ray terdiam sejenak, dia memandangi sapu tangan yang penuh dengan air mata dan ingus itu...


"Kau simpan saja, kau lebih membutuhkannya dari pada aku" sahut Ray sambil mulai berjalan


"Yang benar saja, siapa yang mau menerima sapu tangan penuh dengan ingus itu" batin Ray


"Iya, Terima kasih" senyum Maggie merasa senang


Ray dan Maggie pun pergi meninggalkan taman itu dan mulai berjalan ke ujung kota...


"Kita mau kemana?" tanya Maggie


"Makan" jawab Ray


"Restoran mana yang berada di ujung kota begini" batin Maggie


"Apa kau lelah?" tanya Ray


"Akh tidak, rumahku bahkan lebih jauh dari sini" jawab Maggie


Angin bertiup sangat kencang waktu itu, dan rambut panjang Maggie yang terurai itu mulai terbang dan memenuhi wajahnya...


Ray yang melihat kesulitan Maggie mencoba membantunya mengikat rambut, tapi Maggie menghalanginya...


"Akh, susah sekali" gumam Maggie sambil mencoba mengikat rambutnya


"Biar ku bantu" ucap Ray


"Tidak perlu, aku bisa sendiri" sahut Maggie

__ADS_1


"Terserah" ucap Ray yang kesal


"Akh" rintih Maggie sambil memegangi pergelangan tangannya


Ray yang tidak tega lantas merebut jepitan itu dari tangan Maggie, dia mulai mendekati Maggie. Jarak mereka sangat dekat dan itu membuat Maggie merasa tidak nyaman. Ray mulai menggulung rambut panjang Maggie dan mengikatnya dengan jepitan biru muda itu...


"Selesai" ucap Ray sambil menepuk lembut rambut Maggie


Jantung Maggie yang berdebar kencang membuatnya malu, dia berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah dengan mulai berjalan di depan Ray...


"Hey, kau tunggu aku dong" ucap Ray sambil berjalan cepat mengejar Maggie


"Ka.. kau cepatlah, ak... aku sudah lapar" ucap Maggie terbata-bata


"Imutnya" batin Ray


Di sekolah


"Maggie punya pacar? Itu tidak mungkin" ucap Julio


"Kau pikir dia akan terus menunggumu, begitu" sahut Efelin


Efelin yang kesal mencoba untuk memukul Julio, tapi dengan cepat Willie menghentikannya...


"Kau!" ucap Efelin sambil mulai mengayunkan tangannya


"Tenanglah sedikit" ucap Willie sambil menahan tangan Efelin


Willie mencengkram erat lengan Efelin. Efelin yang menyadari tindakan Willie langsung menurunkan tangannya dan pergi begitu saja...


"Tolong kau maafkan dia, anak itu sebenarnya gadis yang baik, hanya saja kalau menyangkut tentang Maggie dia memang sedikit terbawa emosi" ucap Willie sambil tersenyum


"Apakah mereka berteman?" tanya Julio


"Ya, tentu saja, mereka adalah teman baik" jawab Willie

__ADS_1


"Aku rasa kau orang paling baik di sini" ucap Julio memuji Willie


"Hehehe, aku hanya menjalankan tanggung jawab ku sebagai ketua kelas saja" sahut Willie


"Hey bro, gue Riko" ucap Riko sambil menjulurkan tangannya


"Julio" sahut Julio sambil menjabat tangan Riko


Julio, Riko dan Willie mulai mengobrol bersama, sementara Aldrich yang memperhatikan mereka sejak tadi pergi tanpa berkata apapun...


Julio memperhatikan kepergian Aldrich dari sana dan Willie melihat hal itu...


"Apakah dia temanmu?" tanya Willie


"Siapa? Dia? Cih yang benar saja" jawab Julio sambil tertawa kecil


"Kenapa kau tertawa? Apa pertanyaanku salah?" tanya Willie kembali


"Tidak, hanya saja bagaimana bisa seekor harimau dan rubah menjadi teman" jawab Julio


Mendengar jawab dari Julio membuat Riko dan Willie saling menatap satu sama lain, mereka seperti berbicara dalam hati dan saling bersahutan satu sama lain...


"Kalian musuhan? " tanya Riko


"Sudahlah tidak usah di bahas, intinya jangan mendekatinya, dia adalah rubah licik" jawab Julio


"Riko berhentilah menanyakan hal yang tidak di sukai teman kita ini, lebih baik kita bersenang-senang hari ini" sahut Willie


"Ya kau benar Will, ayo setelah pulang sekolah kita ke club, ya anggap saja sebagai awal pertemanan kita" ucap Riko


"Tentu dengan senang hati" sahut Julio


"Senangnya bisa memiliki teman kembali" batin Julio


"Senangnya bisa membodohimu" batin Riko

__ADS_1


"Ku pastikan kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan" batin Willie


Bersambung...


__ADS_2