Terlalu Cantik

Terlalu Cantik
EPS. 19


__ADS_3

Di pinggir jalan kota X


Maggie dan Efelin tampak sedang berjalan sambil mengobrol menuju sebuah supermarket. Tiba-tiba sebuah mobil lewat di samping mereka, Maggie yang tidak sengaja melihat ke arah jalan langsung terkejut...


"Dia!" ucap Maggie sambil menunjuk ke arah mobil tersebut


"Hey, ada apa?" tanya Efelin


"Apa kau tidak melihatnya? Itu Selena" jawab Maggie


"Apa? Tidak mungkin" ucap Efelin


"Beneran, itu tadi Selena, aku tidak mungkin salah lihat" sahut Maggie


"Hemz, kata orangtua ku, kasus yang menimpa Selena denganmu waktu itu, membuat orangtuanya datang dan membawanya pergi keluar Negeri" jelas Efelin


"Tapi aku tidak mungkin salah lihat" ucap Maggie


"Udahlah gak usah mikirin dia. Kita kan di sini rencananya mau buat pesta makan di rumahmu, jadi ayo kita segera berbelanja, karena perutku sudah keroncongan" ucap Efelin sambil menarik tangan Maggie


"Aku tidak mungkin salah lihat, tapi siapa pria yang bersamanya itu?" batin Maggie


Di rumah Willie


Willie turun dari mobilnya sambil menggeret serta Selena bersamanya...


Selena yang sudah tidak berdaya lagi hanya bisa pasrah mengikuti Willie...


Pengawal Dio membukakan pintu rumah dan mempersilahkan Willie masuk ke dalam. Sesampainnya di dalam Willie langsung mendorong Selena hingga terjatuh ke lantai...


"Aagrrh" teriak Selena kesakitan


"Berhenti bersandiwara" teriak Willie

__ADS_1


Selena yang merasakan sakit di sekujur tubuhnya, di tambah rasa ketakutannya yang amat sangat pada Willie membuatnya tak sanggup lagi untuk bicara...


"Jadi kau tidak sanggup lagi untuk bicara" ucap Willie sambil menarik dagu Selena ke atas


Selena yang sejak pagi belum makan kini wajahnya terlihat sangat pucat, di tambah kakinya yang membiru membuat keadaanya semakin memburuk...


Willie tidak memperdulikan semua hal itu, dia tetap menyuruh para pengawalnya untuk menggerek Selena masuk ke dalam gudang dan membiarkannya mendekam di sana...


"Kurung dia di dalam gudang dan jangan berikan makanan atau minuman sedikitpun" ucap Willie


"Tapi tuan, kondisi nona Selena sangat... " ucap Pengawal Dio tapi di potong langsung oleh Willie


"Jadi kau mau membantah perintah ku Dio?" tanya Willie sambil berjalan mendekati Dio


"Ti.. tidak tuan, maafkan saya" jawab pengawal Dio sambil menundukkan setengah tubuhnya


"Kalau begitu tunggu apa lagi, cepat kurung dia" ucap Willie dengan nada tinggi


Para pengawal itu pun membawa Selena pergi menuju gudang. Selena yang sangat lemah hanya bisa menjulurkan tangannya ke arah Willie, agar dia memaafkannya dan mau membebaskannya dari rasa sakit ini...


"Tunggu" ucap Willie sambil berjalan mendekati mereka


Selena yang melihat kedatangan Willie langsung menarik tangan Willie dan meletakkannya di wajahnya...


Willie yang mengerti maksud dari Selena langsung tersenyum puas...


"Sayang, jika kau menurut seperti ini dari kemarin, aku pasti akan memperlakukanmu dengan lembut" ucap Willie sambil mengelus lembut wajah Selena


Selena yang sudah di puncak batasnya langsung pingsan seketika. Willie langsung menyuruh pengawal Dio untuk memanggil dokter Lerdo ke rumahnya untuk mengobati Selena...


"Cepat, hubungi Lerdo sekarang" ucap Willie


"Baik tuan" sahut pengawal Dio sambil mulai menelpon dokter Lerdo

__ADS_1


10 menit kemudian dokter Lerdo pun sampai di rumah Willie, dia langsung memeriksa kesehatan Selena dan membalut luka di kakinya...


"Apa kau sudah gila?" tanya dokter Lerdo


"Diamlah, kau hanya cukup membuatnya tetap hidup" jawab Willie


"Hufh, dengar, kau itu bukan seorang psikopat, jadi berhentilah bersikap seolah-olah kau seorang psikopat" ucap dokter Lerdo


"Apa kau sudah selesai bicara?" tanya Willie


"Aish, apa kau tidak bisa melupakan masa lalu? Dia sudah menyesali perbuatannya dan lagi pula lihatlah dia, kau bahkan telah menyiksanya habis-habisan" jawab dokter Lerdo


"Cih, dia tetap masih hidup, tapi Renaiku dia sudah mati" sahut Willie


"Menurutmu, apakah Renai akan bahagia melihatmu jadi seperti ini Will?" tanya dokter Lerdo


"Bagaimanapun diriku saat ini, aku hanya melakukannya demi Renaiku tersayang" jawab Willie


"Tidak, ini bukan untuk Renai, tapi ini untuk obsesimu sendiri" sahut dokter Lerdo


"Pintu keluarnya ada di sana, aku tidak bisa mengantarmu, tapi aku akan mentransfer biaya pengobatannya nanti" ucap Willie sambil menunjuk ke arah pintu luar


"Kau!" ucap dokter Lerdo


"Kau masih tidak mau pergi?" ucap Willie


"Sebagai temanmu dari kecil aku hanya bisa memberikan nasehat ini kepadamu, jangan pernah menyesal di kemudian hari, karena saat kau menyesali semuanya, orang-orang yang kau sayangi sudah tak akan bisa bersamamu" ucap dokter Lerdo sambil pergi meninggalkan Willie


"Cih, dasar tukang ikut campur" ucap Willie sambil duduk di samping Selena


"Tuan, apa saya harus menghabisinya?" tanya pengawal Dio


"Hehehe, itu tidak di perlukan, Lerdo memang seperti itu sejak kami kecil, tapi dia adalah penjaga rahasia terbaik" jawab Willie

__ADS_1


"Ini belum seberapa dengan rasa sakit yang kau berikan kepadaku Selena" batin Willie sambil mengelus lembut kepala Selena


Bersambung...


__ADS_2