Terlalu Cantik

Terlalu Cantik
EPS. 14


__ADS_3

Di rumah Maggie


Sang surya sudah terbit cukup tinggi, tapi Maggie masih saja terbaring di tempat tidurnya, bahkan Mark saja sudah selesai memasak sarapan dan sudah bersiap untuk pergi ke sekolah barunya...


TOK TOK TOK


Mark terus mengetuk-ngetuk pintu kamar Maggie dan sesekali memanggilnya, tapi Maggie tidak mengubris panggilan Mark dan terus tidur di tempat tidurnya...


"Kakak! Bangun!" teriak Mark


Karena Maggie tidak merespon, Mark memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Maggie dan membangunkannya...


"Kakak, kau masih tidur, ayo bangun sudah siang" ucap Mark sambil memukul wajah Maggie dengan bantal


"Akh, masih gelap begini kenapa kau berisik sekali sih" sahut Maggie sambil memeluk bantal gulingnya kembali


"Apanya yang masih gelap kak? Sudah hampir jam 8" sahut Mark


"Apa!" Maggie langsung bangkit dari tidurnya mendengar bahwa ini sudah jam 8. Bagaimana tidak, tadi malam dia tidak bisa tidur karena terus memikirkan Ray dan sekarang dia kesiangan, sungguh sial...


Maggie melompat dari tempat tidurnya dan berlari ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan berganti pakainya...


Mark hanya berdiri di depan pintu sambil memandangi kakaknya yang lari ke sana ke mari mencari barang-barangnya...


"Mark, ayo kita berangkat" ucap Maggie sambil berjalan keluar


"Tunggu kak" Mark menahan tangan Maggie


"Ada apa lagi?" tanya Maggie


"Julio dan Aldrich ada di sini, mereka bahkan bersekolah di tempat yang sama dengan kita" ucap Mark

__ADS_1


Maggie terkejut mendengar perkataan Mark, dia terdiam sebentar, tapi wajahnya tidak menunjukkan kekhawatiran sedikitpun, bahkan ekpresi wajahnya sedikit senang...


"Kau baik-baik saja kan kak?" tanya Mark yang sedikit khawatir


"Apa maksudmu? Tentu saja aku baik-baik saja, lagi pula itu terserah mereka ingin sekolah di manapun kan" jawab Maggie sambil tersenyum


"Aneh, ada apa dengan kakak ku" batin Mark


"Ayo, kita sudah terlambat" ucap Maggie sambil menarik tangan Mark


Mark pergi dengan menaiki mobil mewahnya itu, sementara Maggie, dia memilih untuk naik bus...


"Tuan, apakah aku harus menghentikan nona?" tanya Erklin


"Aku yang adiknya sendiri saja tidak bisa menahan kakakku itu, bagaimana bisa kau menghentikannya?" jawab Mark dengan bertanya balik


"Itu... Tuan... " Erklin bingung menjawab pertanyaan Mark, karena dia tau bahwa Maggie adalah wanita yang keras kepala


"Sudahlah, ayo berangkat" ucap Mark sambil masuk ke dalam mobil


Mobil Mark sampai di sekolah tepat waktu, mobil hitam mewah bergaya retro-modern itu menjadi pusat perhatian, bagaimana tidak, mobil yang di produksi terbatas itu sangatlah terkenal, bukan hanya karena kemewahannya tapi juga karena harganya yang fantastik...



Semua mata tertuju pada mobil mewah Mark, semua orang penasaran, anak konglomerat mana lagi yang bersekolah di sini...


"Wow! mobil yang sangat bagus" ucap siswa 1


"Benar, dia pasti sangat kaya" ucap siswi 1


"Jika dia wanita, aku akan menjadi pengikutnya, tapi jika pria aku harus mendapatkannya" sahut siswi 2

__ADS_1


"Eh, jangan sok kecantikan deh lo, dia pasti hanya mau denganku nantinya" ucap siswi 3


"Woy, kalian lupa ya, di sekolah kita ini masih ada primadona yang cantiknya itu di atas kalian, jadi lebih baik kalian itu sadar diri deh" ucap siswa 2


"Will, sepertinya bakalan ada mainan baru ni" ucap Riko


"Hemz, aku lebih tertarik dengan dua badut di kelas kita itu" ucap Willie sambil berjalan masuk


"Hey, tunggu gua bocah kolot" teriak Riko


Erklin membukakan pintu untuk Mark. Mark keluar dari mobil itu sambil melihat ke sekeliling, sementara para siswa yang melihat Mark langsung terkejut dan berteriak-teriak, mereka tidak menyangka idola mereka bersekolah di tempat yang sama dengan mereka...



"Kakak belum sampai" batin Mark


"Akh! Mark! Itu my honey Mark" teriak siswi 1


"Akh! Mark!" teriak siswi 2


Mark tidak menghiraukan mereka dan hanya berjalan terus masuk ke dalam, semua siswi-siswi itu terus mengikutinya dari belakang...


Sementara itu petugas OSIS sudah bersiap untuk menutup pintu gerbang sekolah, dan terlihat dari jauh bahwa Maggie sedang berlari secepat mungkin, tapi dia tau itu tidak akan sempat, sampai Willie tiba dan menghentikan ketua OSIS itu menutup gerbang...


"Kau!" ucap Jigar (Ketua OSIS)


"Hah, hah, hah, untung saja masih sempat" ucap Maggie sambil menarik napas panjang


"Terima kasih Willie" ucap Maggie


"Heheh, kita teman sekelas jadi itu tidak perlu di khawatirkan, by the way ada yang ingin aku sampaikan padamu" ucap Willie

__ADS_1


Maggie langsung mengikuti Willie dan mendengarkan apa yang ingin dia katakan...


Bersambung...


__ADS_2