
Di Kantin Sekolah
Maggie mencoba melepaskan genggaman tangannya dari lengan Ray, tapi Ray tidak membiarkannya malah balik menggenggam erat tangan Maggie...
"Apa kau melupakan kesepakatan kita?" tanya Ray sambil memegang tangan Maggie
"Aku... " Maggie kebingungan, dia sangat tidak nyaman dengan hubungan pura-pura ini, tapi di sisi lain dia membutuhkan Ray sebagai alibinya
Melihat reaksi Maggie yang kebingungan membuat Ray tertawa "Hehehe"
"Eh, apa yang kau tertawakan?" tanya Maggie
"Lihatlah ke kaca, saat kau kebingungan begitu, wajahmu terlihat sangat lucu, hahaha" jawab Ray sambil tertawa
"Lucu? Akh yang benar? Efelin, apa wajahku lucu?" tanya Maggie
"Wajahmu tidak lucu, hanya sedikit aneh" jawab Efelin dengan datar
"Aish, kalian berdua. Terserah deh" ucap Maggie dengan nada kesal
Maggie yang kesal berjalan meninggalkan Ray dan Efelin menuju halaman belakang sekolah...
Melihat Maggie yang kesal dan pergi lebih dulu membuat Ray mencoba mengejarnya, tapi dia di hentikan oleh Efelin...
"Sayang, tunggu aku" ucap Ray mencoba mengoda Maggie
"Dia memang sangat mirip dengan wanita itu, tapi Maggie bukanlah dia. Jangan mendekatinya hanya karena wajah mereka mirip" ucap Efelin
Ray menghentikan langkahnya dan terdiam mendengar perkataan Efelin...
"Dan juga jangan lupakan ibumu, dia wanita yang ambisius" tambah Efelin
"Apa kau sudah selesai bicara?" tanya Ray dengan nada kesal
"Hahaha, baiklah melihat reaksimu sepertinya cukup bagus" ucap Efelin sambil menepuk pundak Ray dan pergi menyusul Maggie
"Maggie, tunggu" teriak Efelin sambil berlari kecil
__ADS_1
"Dasar wanita aneh" batin Ray
Di halaman belakang sekolah
Maggie yang kesal bergumam sepanjang jalan. Sampai di ujung pekarangan sekolah seseorang tiba-tiba menarik tangannya dan membuatnya terkejut...
"Akh!" teriak Maggie
"Maggie, ini aku Aldrich" ucap Aldrich sambil menenangkan Maggie yang terkejut
"Aish, kau gila ya? Aku hampir terkena serangan jantung" ucap Maggie sambil mengelus dadanya
"Maaf" ucap Aldrich
Maggie yang tidak ingin berbicara dengan Aldrich lantas berupaya pergi menjauhinya, tapi Aldrich menghentikannya dengan menghadang jalan Maggie...
"Tunggu Maggie, kita harus bicara" ucap Aldrich sambil melentangkan kedua tangannya di hadapan Maggie
"Walaupun aku hanya diam bukan berarti aku tidak mengetahui apapun Al. Aku tau kaulah dalang dari putusnya hubunganku dengan Julio" ucap Maggie
Aldrich terkejut mendengar perkataan Maggie, dia tidak menyangka bahwa Maggie mengetahui rahasia yang dia sembunyikan itu...
"Hehehe, karena kau sudah mengetahuinya, itu artinya aku tidak perlu lagi berpura-pura" ucap Aldrich
"Cih, sejak awal kita bertemu aku juga sudah tau kau bukan pria yang baik, tapi walaupun demikian hari-hari yang sudah kita lalui bersama membuatku terkadang berpikir kau adalah teman yang baik, tapi hari ini melihat reaksimu yang seperti ini membuatku sadar kembali bahwa apa yang aku pikirkan itu hanyalah khayalanku semata" sahut Maggie
Aldrich hanya terdiam mendengar perkataan Maggie, sementara itu Efelin sudah sampai di sana dan menghampiri mereka berdua...
"Hufh! Akhirnya aku menemukanmu" ucap Efelin sambil menarik napas panjang setelah berlari cukup jauh dari kantin hingga halaman belakang sekolah
"Kenapa kau berlari?" tanya Maggie
"Tentu saja karena mengejarmu, bodoh" jawab Efelin
"Hehehe, seseorang yang ku pikir temanku malah mengkhianatiku dan ingin membuatku menderita, tapi di sisi lain seseorang yang aku pikir jahat dengan semua ucapan pedasnya itu malah selalu membantuku" ucap Maggie
Efelin kebingungan dengan perkataan Maggie "Maksudmu apa?" tanya Efelin
__ADS_1
"Tidak ada, ayo kita kembali ke kelas, bel masuk akan segera berbunyi" jawab Maggie sambil menarik tangan Efelin pergi meninggalkan tempat itu
"Kau tak pernah berubah" batin Aldrich
Di rumah Willie
Terlihat Selena berhasil membuka ikatan yang ada di tangannya dan berusaha kabur lewat jendela kamar...
BRUK
Selena berhasil kabur dengan melompat dari lantai dua, walaupun kakinya sedikit keseleo, tapi Selena tidak berhenti di terus berjalan dan pergi sejauh mungkin dari rumah yang seperti neraka itu...
"Akh! Sakit sekali, tidak aku harus terus bergerak sebelum psikopat itu kembali dan menyiksaku" ucap Selena sambil berjalan
Kepala pelayan Willie yang bertugas mengawasi Selena memasuki kamar tempat Selena di sekap dan betapa terkejut nya dia melihat bahwa Selena sudah tidak ada lagi di sana...
"Nona, makanmu sudah siap" ucap Bibi Asih sambil membawa makanan di tangannya
PRANK
Suara piring pecah itu pertanda betapa terkejutnya Bi Asih melihat Selena tidak ada di kamarnya. Bi Asih yang kebingungan langsung menelepon Willie yang berada di sekolah...
KRING KRING KRING
"Bi Asih" batin Willie sambil mengangkat teleponnya
📱Iya Bi, ada apa?
📞Tuan muda, Non Selena kabur
📱Bagaimana bisa?
📞Tadi dia bilang ingin makan mie instan jadi Bibi tinggal ke dapur sebentar dan saat Bibi kembali, dia sudah tidak ada di kamar Tuan
📱Baiklah, aku akan mengurus semuanya
Willie dengan santai menutup telepon dari Bi Asih dan kembali tidur lagi di meja belajarnya...
__ADS_1
"Berani kabur dariku, hehehe, wanita itu mencari kematiannya sendiri" batin Willie sambil memejamkan matanya
Bersambung...