
Di sekolah
Ruang kelas yang sepi dan Ray yang fokus menyusun buku-buku tersebut membuat Julio tidak melewatkan kesempatan ini dan langsung melakukan rencananya...
Julio perlahan mengeluarkan pisau dari dalam tasnya dan dengan cepat berniat menusukkan pisau tersebut ke dada Ray...
"Matilah kau" teriak Julio sambil mengarahkan pisau itu ke dada Ray
Ray yang mendengar teriakan Julio langsung berbalik, tapi dia yang tidak mengetahui apapun kini tak bisa mengelak...
SWOSH
Pisau itu melesat cepat ke arah Ray, tapi nasib baik sepertinya masih berpihak pada Ray, pisau yang tadinya mengarah tepat ke dadanya kini langsung terpental...
Ternyata Aldrich dengan cepat menghadang pisau Julio dan menghempaskannya ke lantai. Julio yang mengetahui bahwa rencananya telah gagal langsung pergi meninggalkan tempat itu...
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Aldrich
Ray yang masih terkejut terdiam sejenak, tidak menyangka pria seperti Julio berani melakukan hal sekejam itu...
"Woy! Sadarlah" teriak Aldrich
"Eh, aku" ucap Ray yang masih terkejut
"Aku tau kau pasti terkejut, tapi ini memang pasti akan terjadi" ucap Aldrich
"Apa maksudmu?" tanya Ray
"Julio, dia akhirnya menunjukkan wajah aslinya, sejak awal melihatmu dia sudah mengincarmu"ucap Aldrich
"Hufh, aku tak menyangka dia pria seperti itu" ucap Ray
"Hehehe, santai aja kali, bukankah kau itu kepala geng, kenapa hari ini kau begitu ketakutan" ucap Aldrich
Ray terkejut mendengar perkataan Aldrich dan terdiam sejenak "Kau? Bagaimana kau tau?" tanya Ray
"Aku sahabat Maggie, karena masalah yang di buat Julio dia menganggapku musuhnnya, tapi tak mengapa, asal bisa selalu melindunginya saja sudah cukup" jawab Aldrich
"Kenapa kau tidak coba menjelaskannya pada Maggie?" tanya Ray kembali
"Hemz, untuk apa menjelaskan hal yang tidak penting, yang terpenting itu adalah keselamatan dan kebahagiaannya dan aku telah berhasil menjaga hal itu" jawab Aldrich
"Iya kau benar" sahut Ray
Aldrich lantas berjalan ke arah sudut ruangan dan dia mengambil sesuatu yang menempel di dinding itu...
"Apa yang kau lakukan?" tanya Ray
"Mengambil bukti. Aku sudah meletakkan sebuah kamera mini di sudut dinding ini sejak pertama sekolah" jawab Aldrich
__ADS_1
"Tunggu, itu sebabnya kau tau Julio ingin membunuhku?" tanya Ray kembali
"Tepat, tadi pagi aku memeriksa kamera mini ku dan melihat Julio memasukkan sebuah pisau tajam ke dalam tasnya" jawab Aldrich
"Pantas saja kau yang tadinya tidak ada kini bisa datang begitu saja" ucap Ray
"Heheh" tawa Aldrich
"Wah, rencanamu ternyata berhasil" ucap Ray
"Yah kau benar rencanaku telah berhasil, terimakasih sudah menjadi umpan yang baik" sahut Aldrich sambil tersenyum sinis
"Cih, jadi sekarang apa rencanamu?" tanya Ray
"Aku akan menunjukkan rekaman ini kepada kepala sekolah dan menyingkirkan Julio dari sisi Maggie" jawab Aldrich
Aldrich pun pergi menuju ruang kepala sekolah sementara itu Ray yang sudah selesai menyusun buku-buku tersebut segera pergi ke ruang guru dan meletakkannya di meja Buk Cinbi...
Di balik ruang kelas
Willie dan Riko yang sudah melihat semuanya hanya diam dan bersembunyi, sementara itu Riko terlihat kesal, bagaimana tidak rencana yang sudah mereka susun dengan rapi sepertinya telah gagal...
"Sialan, dasar bodoh, bagaimana kita bisa kecolongan seperti ini Will" ucap Riko dengan kesal
"Heheh tenanglah, kenapa kau kesal begitu" sahut Willie
"Woy rencanamu telah gagal, Ray masih hidup dan Julio dia telah melarikan diri" ucap Riko dengan nada marah
"Jadi, sebenarnya apa rencanamu?" tanya Riko yang penasaran
"Awalnya memang aku ingin menyingkirkan keduanya, tapi saat melihat kamera mini Aldrich aku pikir akan bagus jika menyingkirkan yang lemah dan mempertahankan yang kuat, itu baru menarik, benarkan? Heheh" jawab Willie
"Widih, ternyata gak sia-sia gue mengikuti lo" sahut Riko
"Setelah ini akan lebih banyak lagi pertunjukan yang menarik" ucap Willie sambil tersenyum puas
Aldrich akhirnya sampai di ruang kepala sekolah dan melihat ke sekeliling...
"Aneh, bukankah seharusnya saat ini Willie dan Riko ada di sini, kemana mereka, apa mereka... Akh sudahlah lupakan saja" batin Aldrich
"Siang Pak" ucap Aldrich memberi hormat
"Ada apa, duduklah" ucap Kepala Sekolah
"Pak saya ingin menunjukkan hal ini pada Bapak" ucap Aldrich sambil memberikan rekaman kejadian tadi
Kepala Sekolah yang melihat rekaman itu langsung mengerutkan dahinya dan menyuruh Aldrich untuk pulang kerumah...
"Rekaman ini Bapak pegang dulu, kau pulanglah besok kami akan memproses semuanya" ucap Kepala Sekolah
__ADS_1
"Baik Pak, saya permisi" sahut Aldrich sambil pergi keluar
Di ruang guru
"Buk ini buku-bukunya" ucap Ray sambil menaruhnya di atas meja Buk Cinbi
"Baiklah, Terima kasih ya Ray ganteng" sahut buk Cinbi sambil tersenyum
"Iya buk saya permisi" ucap Ray sambil berjalan keluar
Ray pun pergi dan bergegas pulang kerumah, di jalan dia teringat akan Maggie dan langsung meneleponnya...
KRING KRING KRING
"Ray!" ucap Maggie yang terkejut
📲Halo
📱Maggie
📲Iya, kenapa kau meneleponku?
📱Salahkah seorang pacar menelepon pacarnya?
📲Eh bukan begitu, tapi...
📱Sudahlah lupakan, besok berdandanlah yang cantik aku akan menjemputmu
📲Apa? kenapa kau ingin menjemputku
📱Besok kan libur, jadi kita akan berkencan
📲Apa? Berkencan?
📱Ya, sudahlah itu saja ingat jam 09.00 aku akan ke rumahmu jadi bersiaplah
📲Tapi aku....
TUT TUT TUT
"Eh, dia mematikannya begitu saja" ucap Maggie
"Akh! Apa yang harus aku lakukan. Tidak tenang Maggie ini bukan kencan pertama mu" ucap Maggie mencoba menenangkan dirinya sendiri
"Kencan? Akh! Aku tidak bisa tenang" teriak Maggie
༶•┈┈⛧┈♛♛┈⛧┈┈•༶
Good sampai di sini dulu ya, jangan lupa rate ⭐⭐⭐⭐⭐, vote, like ❤ dan beri komentar kalian biar Author makin rajin updatenya...
__ADS_1
Xie Xie