
Di dalam mobil
Ray terus menyetir dan tak berbicara apapun, sementara Maggie dia terus menatap ke arah jalan...
Keadaan canggung ini membuat mereka hanya bisa terdiam satu sama lain, tak tau apa yang harus di katakan, sampai Ray memberanikan diri memulai pembicaraan...
"Kita, kita pergi, pergi akan kemana?" tanya Ray dengan canggung
"Maksudnya? Jika bicara yang jelas kau berbicara berbelit begini kenapa? Apakah ini kencan pertamamu?" tanya Maggie balik
"Tentu saja tidak, kencan pertama ku adalah Selena dan kau wanita kedua" jawab Ray
"Hemz, yasudah kalau begitu jangan canggung padaku, biasa saja" ucap Maggie
Ray terus menyetir mobilnya dan sampailah mereka di sebuah taman hiburan...
Ray turun dari mobil dan segera berlari kecil menuju pintu Maggie sembari membukakan pintunya. Maggie perlahan turun dari mobil dan menatap ke sekeliling...
"Sudah lama sekali aku tidak datang ke taman hiburan" ucap Maggie sambil tersenyum
"Kalau begitu kita habiskan hari ini dengan bersenang-senang" sahut Ray
Maggie menganggukkan kepalanya dengan senang
Ray dan Maggie mulai masuk ke dalam taman hiburan dan mulai memilih permainan apa yg ingin di mainkan...
"Naik ini saja ya" ucap Ray sambil menunjuk ke arah komedi putar
"Tidak, itu permainan anak TK, kita naik itu saja" sahut Maggie sambil menunjuk ke arah sky swinger
__ADS_1
"Tidak bisa, maksudku kita baru saja sampai dan kau bahkan belum sarapan benarkan? Jadi kita cari makan saja dulu" ucap Ray sambil berjalan ke arah restoran di sana
"Eh, tunggu aku" ucap Maggie sambil berlari menyusul Ray
Di restoran
Ray dan Maggie duduk dan mulai memesan makanan di sana, Maggie yang perutnya mulai terasa lapar kini memesan berbagai makanan untuk mengganjal perutnya...
"Tuan and Nona silahkan" ucap Pelayan sambil memberikan menu restoran
"Wah banyak sekali makanan lezat. Aku mau pesan ini, ini dan ini" ucap Maggie sambil menunjuk ke arah Spageti, steak dan kue cokelat
"Tidak, itu tidak baik untuk sarapan, kita akan makan ini, ini dan ini, cepatlah" ucap Ray sambil menunjuk ke arah oatmeal, susu dan pancake lalu mengembalikan buku menu kepada pelayan
"Baik Tuan" ucap pelayan sambil pergi
Maggie yang tidak suka dengan sikap pengatur Ray kini mengerutkan alisnya dan tak mau berbicara dengan Ray. Sementara itu Ray hanya diam-diam tertawa melihat tingkah lucu Maggie sambil menunggu pesanan mereka datang...
15 menit kemudian
Ray mulai memasukkan oatmeal ke dalam mulutnya "Hem ini sangat lezat, kau yakin tidak mau makan?" ucap Ray sambil menggoda Maggie
"Tidak, aku sudah kenyang" sahut Maggie dengan ketus
"Baguslah kalau begitu" ucap Ray sambil terus makan
KRUYUK
Perut Maggie berbunyi "Yakin gak mau makan" ucap Ray menggoda lagi
"Terserahlah aku makan" ucap Maggie sambil menarik oatmeal itu ke hadapannya. Maggie mulai memakan oatmealnya dan betapa terkejutnya dia, itu terasa sangat lezat, merekapun makan dengan sangat senang...
Setelah selesai makan mereka mulai menaiki beberapa wahana, mulai dari sky swinger, bumper car, roller coaster, komedi putar sampai yang terakhir bianglala. Senyuman lebar yang terpancar di wajah Maggie menandakan betapa senangnya dia hari ini dan itu membuat Ray ikut bahagia, tapi sayangnya kebahagiaan itu tidak abadi saat ternyata sejak tadi Julio telah diam-diam mengikuti mereka...
__ADS_1
"Seharusnya aku yang berada di sana dan menemani Maggie bukan kau" ucap Julio sambil menatap Maggie dan Ray dari kejauhan
"Akh senangnya, hari ini aku bisa menaiki semua wahana yang dari dulu ingin ku naiki" ucap Maggie
"Jika kau ingin melakukan sesuatu lagi katakan saja aku pasti akan melakukan apapun yang kau inginkan" sahut Ray
"Terima kasih Ray untuk semua kebahagiaan ini" ucap Maggie sambil menggandeng tangan Ray
"Membuatmu merasa bahagia adalah sebuah keharusan bagiku dan bisa melihatmu tersenyum adalah hadiah terbaik dalam hidupku" ucap Ray sambil tersenyum
Julio yang terus melihat betapa mesranya mereka semakin marah dan kesal "Tidak Maggie kau milikku dan selamanya akan seperti itu, aku akan menghabisi pria brengsek itu sekarang juga" ucap Julio sambil mulai berjalan ke arah mereka
Tiba-tiba sebuah tangan menarik dan menghentikannya "Sabarlah sebentar, jika kau melakukannya saat ini juga, menurutmu apa Maggie akan tetap mencintaimu?" tanya Willie
"Lepaskan, aku akan menghabisi pria brengsek itu sekarang" jawab Julio sambil mencoba melepaskan cengkraman tangan Willie
Willie melepaskan tangannya "Pergilah dan kita lihat apakah Maggie akan memilihmu atau melindungi Ray" ucap Willie
"Aku, apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku sangat mencintainya" ucap Julio
"Tenanglah kawan, jika kau ingin benar-benar memisahkan mereka, buatlah mereka saling membenci sampai mendengar nama satu sama lain saja sudah membuat mereka ingin muntah" ucap Willie
"Maksudmu?" tanya Julio
"Heheh, drama ini masih panjang kawan kau hanya perlu memainkan peranmu dengan baik saja, sisanya serahkan padaku untuk mengatur alur cerita ini" ucap Willie sambil tersenyum
Julio pun sepakat dengan rencana yang di ceritakan Willie dan pergi meninggalkan Ray dan Maggie yang sedang bersenang-senang...
"Aku pasti akan mendapatkanmu kembali Maggie" batin Julio
"Kawan, ayo masuk" ucap Willie sambil membuka pintu mobil
Willie dan Julio pun pergi menuju rumah Willie, tapi yang tidak di ketahui oleh Julio adalah saat ini Willie sedang membuatnya menjadi boneka tempurnya
__ADS_1
"Sekali tepuk dua lalat mati, dengan begitu Renai ku tersayang akan menjadi milikku selamanya" batin Willie sambil tersenyum 😏
JANGAN LUPA UNTUK MENEKAN TOMBOL LOVE DAN JEMPOL DI BAWAH 👇, KEMUDIAN RATE ⭐⭐⭐⭐⭐, VOTE DAN BERIKAN KOMENTAR KALIAN, XIE XIE