
Pagi hari di rumah Maggie
Maggie terbangun dari tidurnya, dia sesekali mengusap matanya sambil membenahi rambutnya yang berantakan...
TOK TOK TOK
Mark memukul keras pintu kamar Maggie untuk membangunkannya...
"Kakak, bangun nanti terlambat lagi" teriak Mark
"Aish, anak itu berisik sekali" batin Maggie
"Iya, iya ini juga sudah bangun" balas Maggie
"Cepat keluarlah, sarapan sudah siap dan satu lagi, jangan lupa untuk merapikan tempat tidurmu" ucap Mark
"Aish, iya, iya, kau seperti ibu saja, cerewet banget" sahut Maggie
Maggie mulai merapikan tempat tidurnya dan bergegas mandi. Setelah selesai mandi Maggie memakai seragam sekolahnya, tapi saat dia mulai merapikan rambutnya, suara dering telepon menghentikannya...
KRING KRING KRING
"Aish, siapa sih yang menelpon sepagi ini" ucap Maggie sambil berjalan mengambil Handphonenya
"Ibu! " batin Maggie
📱Hallo, Ibu
📞Maggie, apa benar kau memiliki seorang pacar?
"Benar dugaanku, Ibu telah mengirimkan mata-mata di dekatku" batin Maggie
📞Maggie, Ibu bertanya padamu
📱Heheh, iya Ibu itu benar
📞Siapa dia? Siapa orang tuanya? Apakah dia berasal dari keluarga baik-baik? Apakah dia....
📱Ibu stop, dengar ini adalah hidupku jadi akulah yang akan menentukan pasangan hidupku juga, jadi aku harap Ibu bisa menerima keputusanku, bye
📞Tapi Maggie dengar, Ibu....
TUT TUT TUT
"Anak itu berani sekali menutup telepon dariku" ucap Ratu Sisilia
"Sayang tenanglah, Maggie kita sudah dewasa saat ini, jadi biarkanlah dia menentukan masa depannya sendiri" sahut Raja Devan
"Tidak bisa, dia putriku satu-satunya dan dia juga seorang putri kerajaan, jadi dia harus memiliki pasangan yang sepadan dengan kita juga" ucap Ratu Sisilia
"Ibu tidak perlu khawatir, aku sudah mengirim Aldrich ke sana, dia pasti akan membujuk Maggie" sahut Kevin sambil duduk di samping Raja Devan
"Kevin, kau memang putra Ibu yang bisa diandalkan, tidak seperti pria tua yang hanya bisa duduk diam sambil meminum teh herbalnya" ucap Ratu Sisilia menyingdir Raja Devan
"Uhuk uhuk uhuk"
__ADS_1
"Sekarang ibu pergilah persiapkan saja pesta pertunangannya" ucap Kevin
"Iya kau benar sayang, banyak yang harus di persiapkan" ucap Ratu Sisilia
Ratu Sisilia langsung pergi keluar mencari kepala pelayan Rioni untuk mengurus pesta pertunangan Maggie dan Peter...
"Kau itu kakaknya atau bukan?" tanya Raja Devan
"Ayah, apa maksud pernyataanmu itu?" jawab Kevin dengan bertanya balik
"Kau kakaknya bukan? seharusnya kau membiarkan dia menentukan pilihannya sendri" jawab Raja Devan
"Ayah ini demi kebaikannya juga" ucap Kevin
"Demi kebaikan Maggie atau demi reputasimu?" tanya Raja Devan sambil berjalan keluar
Kevin hanya bisa terdiam mendengar perkataan Raja Devan sambil melihat Raja Devan pergi meninggalkannya di sana sendirian....
Waktu yang sama di rumah Maggie. Mark telah duduk di meja makan sambil meletakkan susu hangat di meja Maggie...
"Kau sudah selesai kak? cepatlah makan, jangan sampai kau terlambat lagi" ucap Mark sambil duduk
Maggie tidak menggubris ucapan Mark, dia hanya duduk diam sambil mengotak-ngatik makanannya...
"Apa pacarmu itu menyakitimu?" tanya Mark
Maggie yang tadinya terdiam tak bersemangat kini memasang wajah terkejut...
"Bagaimana kau bisa tau?" tanya Maggie
"Ibu sangat membenci diriku, dia sama sekali tidak memikirkan perasaanku" ucap Maggie
"Ibu sangat menyayangimu, makanya dia berpikiran begitu" sahut Mark
"Kau mana tau, kau kan putra kesayangan Ibu" ucap Maggie
"Kakak apa aku bisa memberikanmu saran?" tanya Mark
"Saran? Tentu, katakanlah" jawab Maggie
"Kenapa kau dan Ray tidak pacaran beneran" ucap Mark
"Apa? Tidak masuk akal, lupakanlah" ucap Maggie
"Kakak aku serius, kau dan Ray harus benar-benar pacaran, kalian harus menunjukkan kemesraan kalian berdua di depan orang lain" ucap Mark
"Ich, membanyangkannya saja sudah membuatku jijik" ucap Maggie
"Hemz, itu hanya saranku, sisanya terserah padamu" ucap Mark
"Hemz, sudahlah lanjutkan saja makannya" ucap Maggie
Di rumah Willie
Willie keluar dari rumahnya dan berjalan menuju mobil...
"Tuan, mobil sudah siap" ucap pengawal Dio
__ADS_1
"Iya" sahut Willie sambil masuk ke dalam mobil
Pengawal Dio langsung bergegas menutup pintu mobil dan berlari kecil menuju tempat duduk supir. Saat pengawal Dio hendak menjalankan mobil, seseorang tiba-tiba datang menghadang mobil mereka...
"Berhenti!" teriak wanita itu
"Tuan, ini" ucap pengawal Dio
"Cih, wanita itu berani sekali" ucap Willie
Willie langsung keluar dari mobilnya di ikutin oleh pengawal Dio di belakangnya...
"Lepaskan kakakku" ucap Nina (Adik Selena) sambil melentangkan kedua tangannya
"Hehehe, itu mudah, tapi apa yang aku dapatkan sebagai gantinya?" ucap Willie sambil berjalan mendekati Nina
"Aku, aku akan melakukan apapun, ku mohon jangan siksa kakakku lagi, tuan Willie" jawab Nina sambil berlutut di hadapan Willie
Melihat tindakan Nina itu membuat Willie tertawa puas, tapi Selena yang sudah sadar melihat adiknya bertulut di hadapan Willie membuatnya berlari dan memeluk adiknya itu...
"Nina, hentikan, kenapa kau bisa ada di sini?" ucap Selena sambil menarik adiknya
"Kakak, kakak apa kau baik-baik saja? Kenapa wajahmu sangat pucat? Apa pria jahat ini menyakitimu?" tanya Nina
"Tidak aku baik-baik saja, hanya kurang tidur saja" jawab Selena
PROK PROK PROK
Willie bertepuk tangan melihat bersatunya kakak adik tersebut...
"Aku hampir meneteskan air mataku" ucap Willie
"Ku mohon, jangan sakiti Nina, dia tidak bersalah" ucap Selena
"Hemz, bagaimana ya? Aku rasa itu tidak mungkin" ucap Willie sambil mengisyaratkan kepada para pengawalnya untuk menahan Selena dan Nina
Para pengawal Willie langsung menahan Selena, sementara Nina di geret keluar menuju hutan di belakang rumah Willie...
"Kakak, tolong aku" teriak Nina sambil meronta-ronta
"Nina, tidak. Nina, jangan bawa adikku, Willie ku mohon jangan siksa adikku" ucap Selena sambil berlutut di hadapan Willie
"Heheh, karena kau sangat menyayangi adikmu, maka aku akan membebaskannya" ucap Willie
"Benarkah? Terima kasih" ucap Selena sambil mencium tangan Willie
"Eths, tapi ada syaratnya" ucap Willie sambil menepis tangan Selena
"Akan aku lakukan apapun yang penting lepaskan adikku" ucap Selena
"Hehehe gadis pintar, baiklah kalau begitu tugasmu sangat mudah, aku ingin kau menghabisi Maggie" ucap Willie
"Apa?" sahut Selena
Bersambung...
__ADS_1