Terlalu Cantik

Terlalu Cantik
EPS. 11


__ADS_3

...Kalau jodoh gak akan kemana, tapi kalau gak jodoh ya mau gimana... 😊...


Ray menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah rumah yang sangat mewah menurutku. Rumah mewah bergaya klasik dengan ornamen-ornamen kristal dan ukiran khas di setiap sudutnya, di tambah pagar tinggi yang menambah kesan kemegahan rumah ini membuatku tidak bisa berkata apapun...


"Hei, apa kau perlu undangan untuk masuk" ucap Ray sambil berjalan masuk ke dalam rumah itu


Saat Ray membuka pintu besar rumah itu, gemerlap ornamen kristal yang terpantul oleh sinar lampu gantung itu membuatnya sangat indah, bahkan menurutku itu jauh lebih indah dari pada istana tua yang aku tinggali dulu...


"Wow! rumahmu indah sekali" ucap Maggie sambil memperhatikan sekeliling


"Biasa aja, rumah ini tidak sebanding dengan rumah besar milik nyonya" ucap Ray sambil duduk di sofa


"Nyonya?" tanya Maggie sambil duduk di samping Ray


"Iya, rumah ini di berikan oleh nyonya besar untukku sebagai hadiah ulang tahunku dulu" jawab Ray sambil memencet bel di bawah mejanya


TETT


"Hei, apa yang kau lakukan?" tanya Maggie kembali


"Kau tunggu saja" jawab Ray


Tiba-tiba seorang wanita paruh baya berlari keluar dari arah dapur dan menghampiri Maggie dan Ray...


"Tuan muda, anda sudah kembali, apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya bibi Susi


"Bibi, kenapa berlari kemari, jika bibi jatuh bagaimana? Dan kemana semua pelayan itu?" jawab Ray dengan nada sedikit marah


"Mereka sedang membersihkan halaman belakang, lagi pula bibi berada di dapur jadi bibi pikir itu tidak masalah tuan muda" ucap Bi Susi


"Hemz, bibi selalu saja membela mereka" ucap Ray


"Eh, siapa wanita cantik ini? Dia pasti pacar tuan muda kan?" tanya Bi Susi


Mendengar ucapan Bi Susi membuat Ray terkejut...


"Uhuk, uhuk! bibi bicara apa sih, sudah aku lapar, tolong bawakan makanan kemari ya" ucap Ray mengalihkan pembicaraan


"Baiklah, bibi tidak akan mengganggu kalian pacaran lagi deh" ucap Bi Susi menggoda Ray


"Bibi" ucap Ray dengan nada sedikit kesal


Bi Susi tertawa kecil melihat tingkah Ray dan pergi kembali ke dapur menyiapkan makanan...


"Ternyata kau orang yang cukup ramah ya" ucap Maggie


"Hei, sejak lahir aku juga sudah baik dan ramah, hanya saja kebanyakan orang tidak menyadari hal itu" ucap Ray

__ADS_1


"Cih, ternyata pribahasa itu benar ya, air laut itu asin sendiri, pujian itu datangnya dari mulutmu sendiri" ucap Maggie


"Apa? Aku tidak memuji diriku sendiri, tapi kenyataannya memang seperti itu" ucap Ray


"Aih, terserah deh. Oh iya, tadi saat para brandal itu menyerang ku kau mengatakan bahwa aku tunanganmu, maksudmu itu apa?" ucap Maggie


"Ibu mengatakan bahwa dia telah menjodohkan ku dengan anak pria kaya dan terpandang, apa maksudnya adalah Ray" batin Maggie


"Oh soal itu, bagaimana y menjelaskannya padamu, intinya aku tau siapa kau dan orang yang akan di jodohkan padamu" ucap Ray


"Apa? Kau tau aku si.. siapa? Ba.. bagaimana bisa?" ucap Maggie yang terkejut mendengar ucap Ray


"Tidak perlu terlalu terkejut begitu, lagi pula saat ini kita memiliki tujuan yang sama" ucap Ray


"Maksudmu?" tanya Maggie


"Kau lari dari rumah karena pertunangan ini kan? Sementara aku juga saat ini tengah melarikan diri karena perjodohan ku" jelas Ray


"Jadi kau ingin kita bekerja sama begitu" ucap Maggie


"Ternyata kau cukup pintar" sahut Ray


"Itu artinya mulai saat ini kita harus seperti sepasang kekasih" ucap Maggie


"Tepat, jadi apakah kau mau bekerja sama denganku?" ucap Ray sambil mengulurkan tangannya


Di waktu yang sama di rumah Willie, tampak seorang wanita tengah mengetuk-ngetuk pintu kamarnya sambil sesekali berteriak minta tolong...


TOK TOK TOK


"Siapapun, tolong keluarkan aku dari sini" teriak Selena


KREK


Seseorang membuka pintu kamar itu, ruang yang sangat gelap membuat sangat sulit untuk melihat wajah dari seseorang yang masuk ke sana...


"Siapa kau?" tanya Selena


Pria itu tidak menjawab, dia langsung membantu Selena berdiri dan duduk di atas kasur itu...


"Terima kasih, tapi aku ingin keluar dari sini, tolong kau bantu aku ya untuk keluar, jika kau menginginkan uang, aku pasti akan memberikanmu berapapun, tapi tolong bawa aku keluar dari tempat laknat ini" ucap Selena sambil menggenggam erat tangan pria itu


"Hehehe, bukankah dulu kau suka tinggal di tempat laknat ini Selena" ucap pria itu


"Ke... kau, Willie" Selena terkejut, dia langsung melepaskan genggamannya dari tangan Willie


"Kenapa sayangku, apa kau tidak bisa merasakan kehadiranku lagi?" ucap Willie sambil menarik dagu Selena keatas

__ADS_1


Selena langsung menagkis tangan Willie dan mendorongnya menjauh...


"Pergi! Pergi kau psikopat" teriak Selena


Kuatnya dorongan Selena membuat Willie terjatuh ke lantai, wajahnya kini mulai memerah dan tangannya menggempal dengan erat...


"Cih, sepertinya aku harus mendisiplinkanmu lagi" ucap Willie


Willie langsung bangkit dan mendorong tubuh Selena ke kasur...


"Akh" rintih Selena


Willie langsung memblokir tubuh Selena yang terbaring di atas kasur sambil memegang erat kedua tangannya...


Jarak mereka sangat dekat, bahkan mereka bisa merasakan hawa panas dari tubuh masing-masing...


"Kau, apa yang mau kau lakukan?" tanya Selena


"Tentu saja bercinta denganmu" jawab Willie


Mendengar jawaban Willie membuat Selena terkejut, dia langsung berteriak dan memberontak...


"Lepaskan aku, Kau pria gila, aku takkan sudi bercinta denganmu" teriak Selena sambil mencoba melepaskan dirinya dari Willie


"Hei, gadis bodoh, kau pikir Ray akan tetap menyukaimu saat dia tau bahwa kau telah membunuh sahabatnya" bisik Willie


Selena berhenti memberontak, tatapan matanya tiba-tiba terlihat kosong, seperti seseorang yang tengah memikirkan banyak hal...


"Tidak, itu tidak benar, aku tidak membunuh siapa pun, tidak, tidak" ucap Selena


Willie melepaskan genggaman tangannya dan bangkit dari atas tubuh Selena, sementara Selena dia terus saja mengucapkan perkataan yang sama sambil menjambak rambutnya sendiri...


"Baiklah, sudah cukup bermainnya" ucap Willie sambil mulai berjalan meninggalkan Selena


Di depan pintu kamar


"Kau curang Will, kau bersenang-senang sendirian saja" ucap Riko


"Eh, kau sudah sampai" ucap Willie terkejut melihat kehadiran Riko


"Woi jangan mengubah topik pembicaraan dong" ucap Riko


"Baiklah, sekali lagi jika ada yang seru aku pasti akan mengajakmu serta" ucap Willie


"Jika kau berani mempermainkanku, ku bunuh kau" ucap Riko sambil menodongkan pisau ke leher Willie


"Heheh, tenang, kau sahabat terbaikku, pasti tidak akan aku kecewakan" ucap Willie sambil mendorong pelan pisau Riko

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2