
Di sekolah
"Hah, hah, hah" Maggie menarik napas panjang setelah berlari
"Untung saja masih sempat" ucap Maggie sambil mulai berjalan memasuki sekolah
Saat Maggie tengah berjalan tiba-tiba dari arah belakang seseorang menggandeng tangannya. Betapa terkejutnya Maggie bahkan dia hampir terjatuh, tapi untung saja pria itu dengan sigap menangkapnya...
Tangan gagah pria itu memeluk erat pinggang mungil Maggie. Mata mereka bertemu, jantung Maggie tiba-tiba berdegup sangat kencang di ikuti dengan wajahnya yang memerah...
Pria itu lantas menaruh tangannya di kening Maggie khawatir karena wajah Maggie yang memerah...
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Ray yang khawatir
Maggie yang tadinya terdiam kini tersadar karena pertanyaan Ray dan langsung mendorong Ray menjauh...
"A.. apa yang kau lakukan? Kau mau mengambil keuntungan dari ku ya?" tanya Maggie dengan gugup
"Haish, aku baru saja menolongmu, tapi kau malah menuduh ku yang tidak-tidak" sahut Ray
"Ka.. kalau begitu apa yang kau lakukan barusan? bukankah itu tindakan yang mesum?" tanya Maggie bahkan kembali
"Aish, aku hanya berusaha membantumu, jika aku tidak menangkapmu tadi, kau saat ini mungkin tidak akan bisa berjalan karena kakimu yang keseleo" jawab Ray
"Bohong, bilang saja kau mau mengambil keuntungan" ucap Maggie
Maggie terus menyudutkan Ray, dia tidak berhenti mengolok-olok Ray dengan kata mesum. Ray yang mulai bosan dengan omongan Maggie akhirnya melakukan hal yang sedikit ekstrim...
Saat Maggie terus bicara Ray langsung mengangkat Maggie dan menggendongnya. Maggie yang terkejut langsung minta Ray untuk menurunkannya sambil memukul-mukul pundak Ray dengan kedua tangannya...
Ray yang tidak memperdulikannya hanya terus berjalan. Semua mata tertuju pada mereka berdua, semua siswa-siswi yang melihat hanya bisa tersenyum atau sekedar tertawa melihat mereka...
__ADS_1
Maggie yang malu karena menjadi pusat perhatian menggunakan kedua tangannya untuk menutupi wajahnya yang memerah, sementara Ray yang melihat ekspresi malu Maggie hanya tersenyum puas...
"Hehehe" tawa Ray sambil terus berjalan
"Apa yang kau tertawakan? Cepat turunkan aku" ucap Maggie sambil terus menutupi wajahnya
"Kita adalah pasangan kekasih jadi biar saja, aku ingin semua orang tau bahwa Maggie hanyalah milikku, jadi tidak akan ada lagi satu pria pun yang akan mengganggumu" sahut Ray
"Tapi bukan seperti ini juga caranya" ucap Maggie
"Eh, jadi kau mengakui hubungan kita berdua?" tanya Ray
"Eh, kan memang kita sudah sepakat sebelumnya" jawab Maggie
"Tidak, aku ingin hubungan ini menjadi serius" ucap Ray
"Apa? Maksudmu kau ingin kita... " sahut Maggie yang terkejut mendengar perkataan Ray
Maggie terdiam sejenak, dia tak pernah menyangka akan di tembak oleh seorang pria dengan cara yang seperti ini, tapi dia tidak bisa juga menolak Ray, karena ntah mulai kapan Maggie sudah merasa nyaman saat berada di dekat Ray...
"Aku... aku.. " sahut Maggie dengan gugup
"Tidak perlu di jawab saat ini juga, cukup berikan aku kesempatan untuk menunjukkan rasa cintaku padamu" ucap Ray sambil menurunkan Maggie di depan kelas mereka
"Semua siswa-siswi yang berada di dalam kelas langsung bersorak-sorai melihat betapa romantisnya pasangan baru ini...
"Cie, udah kayak pengantin baru aja, masuk kamar sambil di gendong" canda Riko
"Wah Ray, ternyata es batu bisa mencair juga ya" ucap Willie
"Berisik kalian" sahut Ray dengan ketus
__ADS_1
"Hiks, jiwa jombloku meronta melihat kalian berdua" ucap Siswi 1
"Iya, kita jadi berasa jadi nyamuk ya untuk mereka berdua" ucap Siswa 2
"Hus hus, pergi jauh-jauh, kalian jangan mengganggu sahabatku dan pacarnya" ucap Efelin sambil mengusir semua siswa-siswi yang merubungi Ray dan Maggie
Mereka semua berkumpul sambil tertawa bersama, kecuali dua orang yang sejak tadi hanya bisa melihat dari sudut..
"Tertawalah terus Ray, karena besok akan ku pastikan kau tidak akan bisa tertawa lagi" batin Julio sambil menggenggam erat pulpen di tangannya
Aldrich hanya terdiam saat melihat Maggie dan yang lainnya tertawa lepas, dia bahkan tidak mengedipkan matanya saat Maggie tertawa. Seakan dia tidak ingin kehilangan satu momen pun yang berkaitan dengan Maggie...
"Hehehe, pertunjukan serunya akan di mulai besok" batin Willie sambil tersenyum puas
»»————><————««
"Halo guys, bagaimana cerita kali ini? kalau kalian suka jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian berupa rate, like, komen and vote ya, Xie Xie readers" [AUTHOR]
"Penasaran sama pertunjukannya, thor jangan kelamaan up nya" [KUDOO]
"Maafin author ya, author bukan enggak mau up cepat, tapi author di ancam terus sama si Willie" [AUTHOR]
"Kesal sama si Willie, pengen ku jambak rambutnya" [JIHAN]
"Sabar" [AUTHOR]
"Akh, author enggak jelas" [EKHA]
"Hadeh, kabur ajalah (lari secepat kilat)" [AUTHOR]
__ADS_1