
Di Taman Edelwis
Maggie hanya duduk terdiam di kursi taman sambil terus mengusap-usap pergelangan tangannya yang memerah...
Taman itu terletak di tengah jalan, jadi banyak siswa-siswi yang tidak ingin bersekolah melarikan diri ke taman tersebut sedari menghabiskan waktu mereka sampai sekolah selesai...
Saat Maggie sedang sibuk mengotak-ngatik ponselnya tiba-tiba seseorang datang dan merebut ponsel miliknya...
Maggie terkejut dan langsung menatap ke arah pria yang berseragam lengkap itu, entah dari sekolah mana pria ini, tapi di lihat dari penampilannya yang acak-acakan dia seperti seorang preman di sekolahnya...
"Hei! Kembalikan ponselku" teriak Maggie sambil bangkit dari tempat duduknya
"Hehehe, lihatlah wanita cantik ini tengah marah kepadaku, ukh manis sekali" ucap pria itu sambil mencoba untuk menyentuh tubuh Maggie
Maggie dengan sigap menangkis tangan pria itu yang ingin menyentuhnya dan langsung menamparnya tepat di pipi kanannya...
PLAK
Kerasnya tamparan Maggie membuat pipi pria itu memerah. Pria itu terlihat marah tapi Maggie tidak takut sedikitpun dengannya, karena dia tau bahwa pria itu pantas mendapatkannya...
"Kau, berani sekali" ucap Pria itu sambil memegangi pipinya yang memerah
"Kau pantas mendapatkannya" sahut Maggie dengan nada tegas
"Cih, jika aku menginginkan sesuatu, maka aku pasti akan mendapatkannya" ucap pria itu sambil melambaikan tangannya
Maggie menatap ke arah tangan pria itu dan melihat beberapa pria berseram sama dengannya keluar dari semak-semak menghampiri mereka berdua...
Ternyata pria ini tidak sendirian, teman-temannya tengah menunggu waktu yang tepat untuk keluar. Maggie terkejut melihat jumlah mereka yang cukup banyak, dia tau bahwa dia telah kalah jumlah, tapi Maggie tidak menunjukkan rasa takutnya sedikitpun di hadapan mereka...
Maggie tetap memasang ekspresi marah walaupun sebenarnya dia sangat ketakutan. Maggie terus memandang sekeliling, tapi tidak ada satupun orang di sini, mungkin karena masih terlalu pagi dan orang pada sibuk bekerja...
"Hei jalang, berani sekali kau memukul wajah bos kami yang tampan" ucap pria 1 sambil mencoba untuk memukul Maggie tapi di hentikan oleh pria itu
__ADS_1
"Akh!" teriak Maggie sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya
"Hei, lihatlah kau menakuti wanita cantikku" ucap pria itu
"Bos sudahlah tidak usah di tunggu lagi, langsung sikat aja" ucap pria 2
"Iya benar bos, kita bakalan jaga-jaga di sini" sahut pria 3
Mendengar perkataan mereka membuat Maggie semakin ketakutan, dia tau bahwa pria-pria ini mau melecehkannya di sini. Pria itu lantas langsung megang kedua tangan Maggie dengan erat, dia mencoba untuk mencium Maggie. Maggie berusaha melawannya, tapi dia tidak cukup kuat untuk melawan pria itu. Saat pria itu ingin mencium Maggie seorang pria yang tampak familiar itu datang dan menendang pria itu ke tanah...
BRUK
Pria itu tersungkur ke tanah, semua teman-temannya menghapirinya sedari membantunya berdiri...
"Bos kau baik-baik saja?" tanya salah satu temannya
Pria itu langsung marah dan mendorong semua teman-temannya yang mencoba membantunya. "Minggir! Brengsek, berani sekali kau memukulku" teriak pria itu sambil berdiri
Maggie yang terkejut hanya terdiam dan terus menatap wajah Ray. Ray lalu menarik Maggie kebelakang punggungnya sedari melindunginnya dari orang-orang jahat itu...
"Calon istri? Tidak mungkin dia adalah... " batin Maggie
"Hahahha, calon istri? Dasar gila, kau pikir aku akan percaya dengan perkataanmu" ucap pria itu
"Tidak ada gunanya bicara dengan orang bodoh seperti kalian" ucap Ray sambil memanggil para pengawalnya mendekati mereka
Melihat para pengawal Ray membuat para siswa laki-laki itu ketakutan dan melarikan diri dari sana...
"Tunggu saja, aku pasti akan membalasnya" teriak pria itu sambil berlari
Ray lalu membalikkan tubuhnya menghadap Maggie, dia terus menatap wajah Maggie yang memerah karena ketakutan dengan tatapan bersalah...
"Jika ingin menangis, menangislah sekarang" ucap Ray
PLAK
__ADS_1
Tamparan itu menjadi tanda kemarahan Maggie, dia lalu memarahi Ray yang telah membawanya kedalam masalah ini...
"Brengsek! Kau pria brengsek, karena kau aku hampir saja di lecehkan oleh mereka" teriak Maggie
Ray mengaku bahwa kejadian ini memang salahnya, karena meninggalkan Maggie sendirian di taman ini, tapi di dalam hatinya dia tidak pernah ingin hal ini terjadi...
"Aku yang salah, maafkan aku dan jangan marah lagi ya" ucap Ray dengan nada lembut
Maggie terdiam mendengar ucapan Ray. Pria yang terkenal dingin dan menyebalkan ini ternyata bisa mengaku salah dan bersikap selembut ini, sungguh sangat tidak terpikirkan sebelumnya...
"Kemarilah" ucap Ray sambil menarik tangan Maggie untuk duduk
"Akh!" rintih Maggie kesakitan
Ray lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celana panjangnya itu...
"Salep?" ucap Maggie
"Iya, aku telah menyakiti pergelangan tanganmu, jadi aku pergi ke apotik sebentar dan sesampainya di sini, aku tidak menyangka kau sudah di ganggu saja oleh para brengsek itu" jelas Ray sambil mulai mengoleskan salep itu ke tangan Maggie
"Ternyata tadi dia pergi untuk membeli ini, aku kira dia meninggalkanku" batin Maggie sambil menatap Ray
"Akh!" rintih Maggie
"Apa sesakit itu?" tanya Ray
"Iya, sakit sekali, hiks.. hiks.. hiks" jawab Maggie dan mulai meneteskan air matanya
Maggie yang sudah tidak mampu menahan air matanya, akhirnya meneteskannya juga. Ray yang melihatnya lalu membelai lembut rambut Maggie untuk menenangkannya...
"Huhuhu..." tangis Maggie
"Keluarkan saja, aku di sini" ucap Ray sambil terus membelai rambut panjang Maggie
Suasana hening di tambah silirnya angin membuat Maggie menangis semakin keras, dia mengeluarkan semua keluhan yang selama ini dia pendam saat itu. Ray hanya bisa terdiam dan duduk di sampingnya...
__ADS_1
Bersambung...