Terlalu Cantik

Terlalu Cantik
EPS. 30


__ADS_3

Di taman sekolah


"Kita akan segera gagal jika terus begini Will" ucap Riko


"Tenanglah teman, ini masih awal, kita belum tahu siapa yg akan menang nantinya, yang jelas sejauh ini rencanaku membuat mereka berdua bertengkar telah terlaksana" ucap Willie sambil tersenyum


"Jadi sekarang apa rencanamu Will?" tanya Riko


"Aku dengar ikan mas telah sampai di Bandara" jawab Willie


"Ikan Mas? Maksudnya?" ucap Riko bertanya-tanya


"Heheh, kali ini Maggieku tersayang yang harus bertarung" ucap Willie sambil tersenyum sinis


Di rumah Ray


Ray dan Maggie di perbolehkan pulang lebih awal akibat insiden itu dan Ray membawa Maggie mampir ke rumahnya untuk menenangkannya...


"Minumlah ini" ucap Ray sambil memberikan secangkir coklat dingin pada Maggie


"Coklat!" sahut Maggie terkejut


"Benar, aku dengar coklat bisa membuat perasaan seseorang yang meminum atau memakannya menjadi lebih baik" ucap Ray sambil duduk di samping Maggie


Maggie langsung meminum es coklat itu sambil terus memperhatikan wajah Ray...


"Aku baru sadar ternyata dia sungguh tampan" batin Maggie


"Pandang lebih dekat jika kau mau" ucap Ray sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Maggie


Mata mereka bertemu, perlahan jantung Maggie berdegup sangat kencang dan dengan reflek langsung mendorong Ray menjauh...


"Gila, menjauhlah" ucap Maggie

__ADS_1


"Hahaha" tawa Ray yang geli melihat tingkah Maggie


Ray terus menggoda Maggie dan membuatnya kesal, tapi bukannya kesal Maggie malah perlahan melupakan kejadian tadi pagi dan merasa bahagia karena semua hal itu...


"Janji selalu bersama" ucap Maggie sambil mengajukan jari kelingkingnya


"Janji" sahut Ray


Saat Ray mengangkat tangannya Maggie memperhatikan luka di tangannya "Eh, kenapa dengan tanganmu Ray" ucap Maggie sambil menarik tangan Ray


"Tidak, ini hanya luka kecil saja" sahut Ray sambil menarik tangannya


"Ray, katakan padaku, apakah ini alasan kau terlambat tadi pagi?" tanya Maggie


"Hemz... Apa kau mempercayaiku Maggie?" jawab Ray dengan balik bertanya


"Ray aku serius" jawab Maggie


"Aku bukanlah orang yang suka menjelaskan tapi aku ada orang yang akan selalu menepati janjiku sampai akhir" ucap Ray


"Hehehe, semakin kau bingung semakin membuatku merasa bahagia sayang" ucap Ray sambil menepuk lembut kepala Maggie


"Terserahlah" sahut Maggie yang kesal


Melihat Maggie yang kesal membuat Ray tertawa dan itu membuat Maggie semakin kesal "Cukup, kesabaranku juga ada batasnya Ray, aku pulang saja kalau begitu" ucap Maggie yang kesal sambil berjalan keluar, tapi Ray dengan sigap menahannya dan menariknya duduk kembali...


"Ok aku salah, aku minta maaf, jangan marah lagi ok" ucap Ray sambil menjewer kedua telinganya


"Baiklah tapi katakan dulu tangan mu itu kenapa?" tanya Maggie


"Aku bukanlah orang yang suka menjelaskan, jadi percayakan saja semua padaku, aku akan berusaha sekuatnya untuk membuat kita terus bersama" jelas Ray


"Baiklah" sahut Maggie

__ADS_1


Maggie dan Ray pun menikmati coklat dingin mereka dengan tenang, sementara itu di waktu yang sama terlihat seorang wanita muda berdiri di depan Bandara seperti sedang menunggu seseorang...



SYITT


Sebuah mobil mewah bercorak hitam perak berhenti di hadapan wanita tersebut...


Pengawal Pio langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk wanita itu...


"Silahkan nona" ucap Pio sambil membuka pintu mobil


Wanita itu langsung masuk ke dalam mobil dan duduk tepat di sebelah Vino...


"Kau terlambat 7 menit 32 detik" ucap Wanita itu


"Cih, kau tidak pernah berubah ya" sahut Vino


"Kau juga tidak berubah, tetap lambat dan tidak berguna" ucap Wanita itu


"Baiklah aku tak ingin berdebat, sekarang lebih baik ku antar kau ke rumahmu" ucap Vino


"Dimana Willie? Kenapa kau yang menjemputku?" tanya wanita itu


"Tentu saja dia sedang sekolah" jawab Vino


"Benar juga, aku tidak sabar untuk bertemu dengan Ray ku tersayang" ucap Wanita itu


"Cih, apa hanya dia yang selalu ada di kepalamu" ucap Vino


"Tentu saja, sudah 3 tahun aku menantikan nya, kali ini aku tidak akan melepaskannya" ucap Wanita itu


"Kita lihat saja nanti" sahut Vino

__ADS_1


Vino dan Wanita itu pun pergi meninggalkan Bandara menuju rumah Wanita itu...


Bersambung...


__ADS_2