
...Pagi itu, sang surya bersinar cerah. Angin berkesiur menarikan orang-orang yang seharusnya. Aku terus berjalan menitisi gang sempit yang biasa ku lewati, semua orang tampak terburu-buru untuk memulai aktivitas. Suasana pagi yang hangat berubah menjadi dingin. Aku tak tau harus mulai dari mana, semua berjalan begitu saja, hidupku yang awalnya tenang, sekarang menjadi berantakan. Rasa takut akan kehilangan atau rasa takut di bohongi kembali membuatku mengingat masa lalu, saat orang yang begitu aku percayai mengkhianati dan meninggalkanku......
Di depan gerbang sekolah
Maggie terus berdiri di depan gerbang sekolah, semua siswa/i yang ingin masuk ke sekolah terus memandangi nya. Wajahnya penuh dengan keluhan, tak tau apa yang membuatnya jadi seperti itu...
Sampai seorang pria dengan seragam rapih dan tampak familiar itu menghampirinya. Membuat Maggie tersadarkan dari lamunannya...
"Jika kau tidak ingin masuk, jangan menghalangi orang lewat" teriak Ray
Maggie terkejut dan langsung membalikkan tubuhnya menghadap Ray, tatapan mata mereka bertemu, Maggie yang awalnya melamun kini tersadarkan dan balik meneriaki Ray...
"Terserah aku, jika kau ingin masuk ya masuk saja, tidak perlu meneriaki orang begitu" ucap Maggie dengan nada marah
Ray yang sudah dari tadi memperhatikan Maggie menyadari masalah yang menimpanya. Ray langsung menarik tangan Maggie dan membawanya pergi menjauhi sekolah...
Tanpa sadar mereka telah bergandengan tangan cukup lama. Maggie merasakan kehangatan dari tangan Ray, jantung Maggie mulai berdegup kencang membuatnya tidak dapat berpikir jernih...
Maggie berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Ray, tapi Ray semakin menggenggamnya dengan erat seakan tidak ingin Maggie lepas darinya...
Mereka terus berjalan melewati gang, semua orang yang berjalan di sekitar terus menatap Maggie dan Ray, melihat tatapan orang-orang yang begitu aneh membuat Maggie kembali meneriaki Ray...
"Lepaskan aku, jika kau terus menarik ku begini akan aku laporkan ke polisi" teriak Maggie
Mendengar perkataan Maggie membuat Ray melepaskan genggaman tangannya...
Kuatnya genggaman tangan Ray membuat tangan Maggie memerah, melihat tangan Maggie yang memerah membuat Ray pergi meninggalkannya tanpa berkata apapun...
"Dia pergi! Akh, sakit sekali, dasar pria jahat, dia bahkan meninggalkanku begitu saja di sini" ucap Maggie sambil memegangi pergelangan tangannya
Maggie sempat kebingungan dengan tingkah Ray, dia tidak habis pikir pria yang dari tadi menarik tangannya tiba-tiba melepaskannya begitu saja tanpa sepatah katapun...
"Pergilah dan jangan kembali" teriak Maggie
Tak tau kenapa tapi saat Ray pergi Maggie merasa ada yang hilang darinya dan membuatnya menjadi sedih...
"Ada apa denganku, kenapa aku merasa sedih begini" batin Maggie
Maggie tepat berdiri di depan gerbang taman kota, dia masuk ke taman dan duduk di kursi sekitar taman itu. Karena sudah tidak memungkinkan untuk kembali ke sekolah, akhirnya Maggie memutuskan untuk bolos hari itu juga...
Maggie lalu menelepon buk Cinbi meminta izinnya untuk tidak bisa hadir ke sekolah...
Di Ruang Guru
__ADS_1
DRING DRING DRING
"Maggie" batin buk Cinbi sambil mengangkat handphonenya
📱Hallo buk
📲 Hallo Maggie
📱Buk maaf, saya izin tidak hadir ya, kepala saya pusing dan badan saya sedikit demam buk
📲 Apa kau sudah meminum obat? Apa kau perlu ke rumah sakit?
📱Sekarang sudah lebih baik buk, bibi di samping rumahku sudah membelikan obat dan sekarang aku hanya perlu beristirahat saja
📲 Kalau begitu beristirahatlah beberapa hari ini
📱Iya buk, Terima kasih
TUT TUT
"Kasihan sekali dia tidak memiliki orangtua dan sekarang harus mengurus dirinya sendirian" ucap Buk Cinbi
Saat buk Cinbi ingin berjalan ke ruang kelas dua pasang kaki menghentikan langkahnya...
Buk Cinbi memperhatikan dua pria itu dari ujung rambut hingga ke kakinya, dia sadar bahwa kedua pria yang berdiri di depannya bukanlah muridnya...
"Apa kalian berdua murid baru?" tanya buk Cinbi
"Iya buk" jawab mereka bersamaan
Buk Cinbi pun membawa mereka berdua menuju ruang kelas dan sesampainya di sana Buk Cinbi menyuruh kedua siswa laki-laki itu untuk memperkenalkan dirinya...
"Halo, aku Aldrich, aku harap kita bisa berteman akrab ya" ucap Aldrich sambil tersenyum
Wajahnya yang manis di tambah senyuman yang lebar membuat semua siswi memperhatikannya dan mendambakannya...
"Akh, senyumannya melelehkan hatiku" ucap Siswi 1
"Hai, gue Julio" ucap Julio dengan nada dingin
__ADS_1
Walaupun terkesan dingin, tapi wajahnya yang tampan membuat siswi-siswi tak memperdulikan sikap cueknya itu...
"Dia sedikit dingin tapi dia tampan" ucap siswi 2
"Wah sepertinya gue bakalan punya saingan nih" ucap Riko
"Aku tak peduli, asal mereka tak merebut sayangku itu bukan masalah" batin Willie
Buk Cinbi lantas menyuruh mereka berdua untuk duduk di bangku belakang, tapi Julio tiba-tiba memotong pembicaraan buk Cinbi...
"Kalian duduklah di.... "
"Maaf buk, di mana Maggie?" tanya Julio
Pertanyaan Julio lantas membuat semua orang terkejut, semua orang langsung menatap ke arahnya, tapi Julio tidak memperdulikan mereka...
"Kau mengenal Maggie?" tanya buk Cinbi
"Iya buk, dia adalah temanku saat SMP dulu" jawab Julio
"Oh begitu ya, hari ini dia tidak masuk, katanya sih demam, tapi ibuk rasa sekarang sudah baikan karena dia sudah minum obat" ucap Buk Cinbi
Mendengar penjelasan buk Cinbi membuat Julio merasa sedikit khawatir, tapi dia berusaha untuk tenang dan mengikuti pelajaran dengan baik...
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, bel istirahat pun berbunyi, buk Cinbi langsung meninggalkan kelas dan para siswa-siswi lainnya juga ikut di belakangnya, kecuali beberapa orang yang memilih untuk tinggal di kelas...
Bangku yang berada tepat di dekat jendela membuat Julio terus memandang ke arah luar sembari menenangkan pikirannya yang khawatir akan Maggie...
"Menjauhlah darinya, jangan sampai kau merusak hubungan temanku dengan pacarnya" ucap Efelin
Julio yang tadinya tengah melamun tersadarkan oleh suara lantang Efelin...
"Apa maksudmu?" tanya Julio
Willie, Riko dan Aldrich yang berada di sana langsung mengalihkan pandangan mereka kepada Efelin dan Julio...
"Aku peringatkan, jangan coba-coba untuk menyakiti sahabatku. Saat ini Maggie tengah bersama pacarnya jadi kau tidak usah repot-repot untuk mengkhawatirkannya" jawab Efelin
Mendengar perkataan Efelin membuat Julio terkejut sekaligus bingung, dia tidak bisa berkata apapun...
"Cih, sepertinya akan ada pertunjukan yang menarik, heheh" batin Willie
Bersambung...
__ADS_1