Terlalu Cantik

Terlalu Cantik
EPS. 06


__ADS_3


Di Bandara


📲 Halo, hyung


📱Kau sudah sampai?


📲Iya


📱Bagus, kau tau kan apa yang


harus kau lakukan?


📲Tentu hyung, tapi apa yang aku dapatkan sebagai hadiahnya?


📱Kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan


📲Heheh


"I'm back" batin Aldrich


Saat Aldrich berjalan menuju mobilnya, seorang pria tiba-tiba berjalan dari belakang dan menarik pundak Aldrich...


"Hai"


"Kau!!!" ucap Aldrich terkejut melihatnya


"Sudah lama sekali ya" ucap pria itu


"Ku pikir kau sudah mati" ucap Aldrich dengan sorot mata tajam


Mendengar ucapan Aldrich membuat pria itu sempat terdiam, tapi tak lama dia langsung menepuk pelan bahu Aldrich dan tertawa "Hahaha, kau memang suka bercanda ya"


"Cih! Insiden 2 tahun lalu, Kau sudah melupakannyakan Julio? karena aku orangnya suka bercanda, heheh" ucap Aldrich


Mendegar ucapan Aldrich membuat Julio marah dan langsung menarik kerah bajunya sambil berkata "Kali ini akan aku pastikan bahwa kau tidak akan mendapatkan apapun" Julio lalu melepaskan cengkramannya dan pergi meninggalkan Aldrich


"Maggie, tunggu aku" batin Julio

__ADS_1


Aldrich hanya diam dan memandangi Julio dengan tatapan tajam pergi dengan mobilnya, sementara itu di saat yang sama di taman sekolah Maggie yang melihat Efelin duduk sendirian memberanikan diri menyapanya...


"Hai Efelin" ucap Maggie sambil duduk di sebelah Efelin


Efelin yang tidak ingin mengobrol dengan Maggie pun pergi meninggalkannya tanpa berkata apapun...


"Aish, sungguh wanita yang tidak sopan" ucap Maggie sambil melihat Efelin yang pergi


Tiba-tiba dari belakang Maggie berjalan seorang pria dan berkata "Dasar bodoh" ucapnya sambil lalu...


Maggie yang sudah kesal sebelumnya dengan prilaku Efelin, akhirnya melampiaskannya kepada pria menyebalkan itu dengan melemparkan minuman kepadanya...


"Strike!" ucap Maggie sambil melompat-lompat kegirangan


Kepala dan baju pria itu basah oleh minuman Maggie...


"Wah, ternyata aku adalah pelempar terbaik" ucap Maggie


Pria itu lalu membalikkan badannya dan berkata "Kau, berani sekali" ucapnya sambil berjalan mendekati Maggie


"Seharusnya kau berterima kasih padaku, karena aku sudah menghilangkan setan-setan yang merasukimu" ucap Maggie


"Aish, ni author memang kebiasaan y" [Peter]


"Hey, lu belum masuk skrip lah, jadi diam aja atau gue buang lo dari cerita gue" [Author]


"Cih, lo ngancem gue Thor? Ok buat aja, paling juga ntar lo di hujat para readers karena buang orang ganteng plus manis kayak gue ni" [Peter]


"Astaga, pede banget lo kambing bandot, kemana-mana juga udh jelas gantengan gue kali" [Author] 😒


"Maaf y readers atas kekacauan ini, harap readers bisa memakluminya, sekarang kita kembali ke cerita ok" [Maggie]


Pria itu berjalan semakin dekat dengan Maggie, Maggie yang mulai takut berjalan mundur menjauhi pria itu, tapi sayangnya dia tersudut kan oleh pohon yang berada di belakangnya...


"Jangan berani kabur" ucapnya sambil menghalangi Maggie dengan kedua tangannya


"K.. kau, kau mau apa?" tanya Maggie


DEG DEG DEG

__ADS_1


Keduanya berada dalam jarak yang sangat dekat, dan saat bernafas mereka bisa merasakan kehadiran satu sama lain dalam nafas mereka. Melihat wajah dan telinga Maggie yang memerah membuat pria itu semakin menggodanya...


"Aku mau kau" bisiknya


Maggie yang malu lalu berteriak "Menjauh dariku" ucapnya sambil membenturkan kepalanya ke kepala pria itu


"Akh!" Kuatnya benturan kepala Maggie membuat pria itu lalu terjatuh


Maggie pun lari menjauhinya, sementara seseorang yang dari tadi mengawasi mereka keluar dari persembunyiannya...


"Ternyata Ray yang hebat bisa kalah juga ya dengan wanita" ucap pria itu


"Kau! Aku tidak kalah, aku hanya mengalah saja" ucap Ray sambil terus memegangi kepalanya yang memerah


"Cih! Sepertinya kau tertarik dengan wanita itu?"


"Akh itu tidak mungkin, wanita gila seperti itu bahkan monyet saja akan enggan mendekatinya" ucap Ray


"Benarkah, aku harap begitu"


"Oia, apa yang kau lakukan disini Will?" tanya Ray


"Aku hanya sedang beristirahat saja, tapi tidak di sangka bisa melihat pertunjukan yang seru" jawab Willie


"Berhenti menggodaku, baiklah aku duluan ya, mau ke UKS memeriksakan kepalaku, rasanya sakit sekali" ucap Ray sambil pergi meninggalkan Willie sendiri


"Akan ku singkirkan semua orang yang memisahkan kita" batin Willie


Di Depan Rumah Maggie


"Akhirnya kita sampai juga" ucap Mark sambil turun dari mobil


"Tuan, Apa tidak masalah kalau kita masuk ke rumah nona tanpa sepengetahuannya begini?" tanya Erklin


"Hey, aku ini adik kandungnya, jadi sudah pasti rumahnya adalah rumahku dan itu bukanlah masalah" ucap Mark sambil masuk ke rumah Maggie


"Kakak cepatlah pulang, aku menunggumu" batin Mark


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2