
Di rumah Maggie
"Untung saja tadi aku bisa kabur dari pria gila itu" ucap Maggie sambil membuka pintu rumahnya
Saat Maggie membuka pintu, dia melihat bahwa salah satu sandalnya menghilang dan dia pun langsung berpikir bahwa ada orang yang masuk ke rumahnya...
"Maling" batin Maggie
Walaupun sedikit takut Maggie tetap memberanikan dirinya untuk masuk ke dalam rumah, dan benar saja betapa terkejutnya dia melihat seorang pria yang sedang duduk di sofa ruang tamu...
"Mark!" ucap Maggie
"Hai kak" ucap Mark sambil tersenyum
"Tidak bisakah kau memberitahuku terlebih dahulu? Aku hampir terkena serangan jantung karenamu" ucap Maggie dengan nada marah
Melihat Maggie yang marah membuat Mark dengan cepat meminta maaf kepada kakaknya itu...
"Maafkan aku kak, aku hanya ingin membuat kejutan buat kakak dan tidak ada niat untuk membuat kakak terkena serangan jantung" ucap Mark
Melihat Mark yang benar-benar menyesali perbuatannya membuat Maggie tidak lagi membahasnya, tapi Mark yang masih merasa bersalah terus mendekati Maggie...
"Sudahlah, lupakan saja" ucap Maggie sambil duduk di sofa
"Kakak" ucap Mark sambil duduk di samping Maggie
"Apa?" jawab ketus Maggie
"Kakak masih marah ya padaku?"
"Hufh, sudah tidak lagi"
"Benarkah?"
"Iya"
"Kalau begitu, aku boleh kan tinggal disini bersama kakak?"
"Tidak boleh"
"Kenapa kak? Apa aku bukan adikmu?"
"Aish, kau itu seorang pangeran dan artis terkenal, tidak pantas untuk mu tinggal di rumah sekecil ini"
"Aku tidak masalah dengan itu, jadi boleh ya kak"
__ADS_1
"Tetap tidak boleh"
"Pleaseee!"
"Akhhhh, setiap melihat wajah imutnya selalu membuatku tidak bisa menolaknya" batin Maggie
"Baiklah"
"Yey, makasih kak"
"Tapi ada syaratnya"
"Apa syaratnya kak?"
"Pertama, kau tidak boleh memberitahukan kepada orang lain kalau kita adalah saudara. Kedua, jika berada di luar bersikaplah kita tidak saling kenal. Ketiga, kau harus memasak dan membersihkan rumah setiap hari"
"Sebenarnya aku tidak suka dengan syarat kakak, tapi jika dengan ini aku bisa tinggal disini, jadi aku akan menyetujuinya"
Maggie pun menunjukkan kamar yang akan di tempati oleh Mark.
"Ini akan menjadi kamarmu sekarang" ucap Maggie sambil membuka pintu kamar
"Wah, kamar yang bagus, aku suka kak" ucap Mark sambil duduk di atas kasurnya
Maggie pun pergi meninggalkan Mark di kamarnya...
Di waktu yang sama di rumah Ray
Ray yang baru sampai di rumahnya langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, tapi saat dia tengah berbaring di kasurnya tiba-tiba seseorang membuatnya terkejut...
"Hufh" Ray menarik nafas panjang "Akhirnya bisa istirahat juga"
"Musuh akan mudah membunuhmu jika kau lengah seperti ini" ucap pria itu sambil berjalan mendekati Ray
"Kau!" ucap Ray sambil bangkit dari tidurnya
"Hai adikku tersayang" ucap Peter
Melihat kehadiran Peter membuat Ray merasa kesal dan mengusirnya keluar...
"Rumahku tidak pernah menerimamu, jadi pergilah" ucap Ray sambil membuka pintu kamarnya
__ADS_1
"Kau bahkan tidak mengubah sandi rumahmu ini" ucap Peter sambil duduk di kasur
Mendengar ucapan Peter membuat Ray terdiam, dia tidak bisa menjawab Peter karena memang benar bahwa kunci rumah Ray masih tanggal lahir Peter, jadi dengan cepat Ray langsung mengubah topik pembicaraan...
"Jika kau tidak mau pergi, biar aku yang pergi" ucap Ray sambil berjalan keluar kamar
Melihat Ray yang ingin keluar membuat Peter langsung menghentikannya...
"Aku hanya ingin kau tau bahwa aku sudah kembali dan satu hal lagi, besok malam ada pertemuan antara kau dan calon istrimu, jadi ingatlah untuk datang" ucap Peter sambil menepuk pelan pundak Ray
Peter pun pergi meninggalkan Ray sendiri, walaupun berat bagi Peter meninggalkan adik kesayangannya setelah 5 tahun tidak bertemu, tapi dia harus pergi demi kebaikan adiknya itu...
Di dalam mobil
"Selalu awasi dan lindungi dia, aku tidak ingin ada seseorang yang menyakiti adik kecilku itu" ucap Peter sambil memasang sabuk pengaman
"Baik tuan" ucap Pengawal
Keesokan hari di rumah Maggie
Maggie yang baru bangun tidur langsung pergi ke dapur, dia sebenarnya ingin mengambil air minum, tapi tidak di sangka dia malah melihat Mark yang sedang serius memasak...
"Dia memasak, aku kira dia akan mengeluh soal syarat yang ku ajukan, tapi sepertinya dia benar-benar ingin berada di sini" batin Maggie sambil berjalan mendekati meja makan
"Kak kau sudah bangun? Makanlah, aku sudah memasak makanan kesukaanmu" ucap Mark
Maggie langsung duduk di meja makan sambil memperhatikan Mark yang tengah sibuk menyiapkan makanan...
"Oia, Apa kau sudah memikirkan akan sekolah dimana?" tanya Maggie
"Oh, aku sudah mendaftarkan diri kq kak" jawab Mark sambil meletakkan susu coklat di hadapan Maggie
"Benarkah, dimana kau akan bersekolah?" tanya Maggie kembali sambil mulai meminum susu coklatnya
"Di sekolah kakak dong" jawab Mark
Mendengar jawaban Mark membuat Maggie terkejut sampai dia memuncratkan susu yang baru dia minum ke wajah Mark...
"Puft!"
Wajah Mark langsung di penuhi oleh noda susu cokelat...
"Kakak!" ucap Mark dengan nada marah sambil mengelap wajahnya yang penuh susu
__ADS_1
Bersambung...